Zakat Fitrah Adalah Sebagai Pembersih Bagi Yang Berpuasa

3 min read

Zakat Fitrah Adalah Sebagai Pembersih Bagi Yang Berpuasa

Zakat Fitrah Adalah Sebagai Pembersih Bagi Yang Berpuasa – Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam kesempatan ini kami Fiqih.co.id in syaa Allah akan memberikan materi singkat tentang Zakat Fitrah. Materi ini penting difahami oleh kita muslim beriman.

Zakat Fitrah Adalah Sebagai Pembersih Bagi Yang Berpuasa

Di Setiap bulan suci Ramadhan bagi ummat ilslam yang beriman tidak hanya diwajibkan berpuasa saja. Lain dari pada puaa juga ada kewajiban lain yang harus ditunaikan yaitu mengeluarkan zakat fitrah. Zakat firah ini wajib dikeluarkan per seorangan dengan ukuran yang telah ditentukan.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته بسم الله الرّحمن الرّحيم * الحمد لله الذي جعلنا من المسلمين المؤمنين وجعل رمضان شهر بحار الثوب لأمّة محمّد وصلى الله على خاتم النبيين واله وصحبه اجمعين،  قال رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ اَلْفِطْرِ; طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اَللَّغْوِ, وَالرَّفَثِ, وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ:  أَمَّا بَعْدُ

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat serta Salam semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Pembaca yang kami banggakan, semoga kita tetap dalam lindungan Allah Subahanahu wa Ta’al, Aamiin.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa Zakat fitrah itu adalh wajib kita keluarkan untuk pembersih jiwa kita. Untuk itu mari kita simak ulasannya tentang Zakat Fitrah.

Dalil Zakat Fitrah

Mengenai kewajiban mengeluarkan zakat fitarah senagimana diterangkan dalam salah satu hadits sebgai berikut;

وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( فَرَضَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ اَلْفِطْرِ; طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اَللَّغْوِ, وَالرَّفَثِ, وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ, فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ, وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ اَلصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ اَلصَّدَقَاتِ. )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَابْنُ مَاجَهْ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِم

Artinya; Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memfardukan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari ucapan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum sholat, ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat, ia menjadi sedekah biasa.( Hadits Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Hakim.)

BACA JUGA :  Zakat Emas Dan Perak Adalah Wajib Jika Keduanya Sudah Nishab

Syarat Wajib Zakat Fitrah

Adapun syarat wajibnya zakat fitrah itu adalah tiga perkara sebagaimana diterangkan dalam fiqih fathul qorib yang teks aslinya sebagai berikut;

وَتَجِبُ زَكَاةُ الْفِطْرِ وَيُقَالُ لَهَا زَكَاةُ الْفِطْرَةِ أَيْ الْخِلْقَةِ (بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ الْإِسْلَامُ) فَلَا فِطْرَةَ عَلَى كَافِرٍ أَصْلِيٍّ إِلَّا فِيْ رَقِيْقِهِ وَقَرِيْبِهِ الْمُسْلِمِيْنِ (وَبِغُرُوْبِ الشَّمْسِ مِنْ آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ) وَحِيْنَئِذٍ فَتُخْرَجُ زَكَاةُ الْفِطْرِ عَمَّنْ مَاتَ بَعْدَ الْغُرُوْبِ دُوْنَ مَنْ وُلِدَ بَعْدَهُ (وَوُجُوْدُ الْفَضْلِ) وَهُوَ يَسَارُ الشَّخْصِ بِمَا يَفْضُلُ (عَنْ قُوَّتِهِ وَقُوَّتِ عِيَالِهِ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ) أَيْ يَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ وَكَذَا لَيْلَتَهُ أيْضاً. وَيُزَكِّي الشَّخْصُ (عَنْ نَفْسِهِ وَعَمَّنْ تَلْزُمُهُ نَفَقَتُهُ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ) فَلَا يَلْزَمُ الْمُسْلِمَ فِطْرَةُ عَبْدٍ وَقَرِيْبٍ وَزَوْجَةٍ كُفَّارٍ، وَإِنْ وَجَبَتْ نَفَقَتُهُمْ

Terjemah Dalam Bahasa Indonesia Syarat Wajib Zakat Fitrah

Wajib mengeluarkan zakat fitrah dengan tiga syarat. Zakat fitrah diucapkan dengan kata “zakat fithrah” maksudnya  adalha zakat badan.

Wajibnya Zakat fitrah itu adalah dengan tiga perkara yaitu;

  1. Maka tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah bagi orang kafir asli kecuali untuk budak dan keluarganya yang muslim.
  2. Sebab terbenamnya matahari di hari terakhir dari bulan xuci Jika seperti ini, maka wajib zakat fitrah dari orang yang meninggal dunia setelah terbenamnya matahari, tidak wajib dari anak yang dilahirkan setelah terbenamnya matahari.
  3. Adanya kelebihan. Yaitu seseorang memiliki lebihan dari bahan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya pada hari tersebut, maksudnya siang harinya pada hari raya Idul Fitri, demikian juga untuk malam harinya.

Seseorang itu wajib mengeluarkan zakat untuk dirinya sendiri dan juga orang-orang yang wajib dia nafkahi yang muslim.

Maka bagi orang muslim tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk budak, kerabat dan istrinya yang tidak muslim, meskipun dia wajib nafkahi.

BACA JUGA :  Zakat Fitrah Dengan Uang Bolehkah dan Bagaimana Hukumnya

Ukuran Zakat Fitrah

Adpun ukuran zakat fitrah yang harus kita keluarkan untuk per satu orangnya itu sudah ditentukan. Sebagaimana dijelaskan dalam fiqih Fathul qorib yang teks aslinya adalah seperti berikut;

وَإِذَا وَجَبَتِ الْفِطْرَةُ عَلَى الشَّخْصِ فَيُخْرَجُ (صَاعاً مِنْ قُوَّتِ بَلَدِهِ) إِنْ كَانَ بَلَدِياً فَإِنْ كَانَ فِي الْبَلَدِ أَقْوَاتٌ غَلَبَ بَعْضُهَا، وَجَبَ الْإِخْرَاجُ مِنْهُ، وَلَوْ كَانَ الشَّخْصُ فِيْ بَادِيَةٍ لَا قُوَّتَ فِيْهَا أَخْرَجَ مِنْ قُوَّتِ أَقْرَبِ الْبَلَادِ إِلَيْهِ، وَمَنْ لَمْ يُوْسِرْ بِصَاعٍ بَلْ بِبَعْضِهِ لَزِمَهُ ذَلِكَ الْبَعْضُ (وَقَدْرُهُ) أَيْ الصَّاعِ (خَمْسَةُ أَرْطَالٍ وَثُلُثُ بِالْعِرَاقِيِّ) وَسَبَقَ بَيَانُ الرِّطْلِ الْعِرَاقِيِّ فِيْ نِصَابِ الزُّرُوْعِ

Makna Dalam Bahasa Indonesia Ukuran Zakat Fitrah

Dan Tetkala seseorang itu wajib membayar zakat fitrah, maka dia harus mengeluarkan satu sha’ makanan pokok di daerahnya, jika ia adalah orang yang bertempat tinggal di suatu negara.

Apabila di daerahnya terdapat beberapa makanan pokok, namun ada sebagiannya yang lebih banyak (yang dominan), maka wajib mengeluarkan dari jenis sebagian makanan tersebut.

Seumpamanya seseorang bertempat tinggal di tegalan (di pegunungan jauh dari keramaian) yang tidak memiliki makanan pokok, maka ia wajib mengeluarkan zakat berupa makanan pokok daerah yang terdekat darinya.

Adpun orang yang tidak memiliki lebihan satu sho’, akan tetapi dia hanya  mempunyai sebagian sho’ saja, maka ia wajib mengeluarkan sebagian tersebut.

Adapun ukuran satu sho’ adalah lima kati lebih sepertiga kati negara Iraq.

Rithl negara Iraq itu telah dijelaskan di dalam bab “Nishabnya Zuru’

Ukuran satu sho’

Barangkali kita susah untuk mengetahui berapa sih yang sebenarnya satu sho’ ini?.  Masalahnya ada banyak pendapat mengenai ukuran satu sho’ tersebut, di antarnya ada yang mengatakan; 4 kg, ada yang mengatakan 3 kg, ada yang mengatakan 4 liter dan ada yang mengatakan 2,5 kg.

BACA JUGA :  Zakat Hasil Pertanian Wajib Dikeluarkan Jika Mencapai Nishab

Selama ini yang sudah pernah kami lakukan adalah; 2,5 kg beras. Kalau semasa kami di pondok dulu kami biasa mengeluarkannya 4 liter beras.

Untuk lebih nyamannya kami aka jelaskan menurut Doktor Al-Mushthofa Dib Al-Bugho, Doktor Syari’at Islam, Penyusun Kitab At-Tadzhib Fi Adillati Matan Al-Ghoyah wa taqrib pada halaman 100 teks aslinya sebagai berikut;

وَقَدْرُهُ خَمْسَةُ أَرْطَالٍ وَثُلُثُ بِالْعِرَاقِيِّ، (٢). وَتُسَاوِيْ بِالْوَزْنِ ٢٤٠٠غرَامًا تَقْرِيْبًا

Artinya; Dan Adapun ukuran satu sho’ itu  adalah lima kati lebih sepertiga kati negara Iraq. (2) dan lima kati lebih sepertiga kati negara Iraq sama dengan timbangan kurang lebih 2400 gram. (yakni 2,4 kg). Dari penelitian ini kami sudah yakin bahwa yang selama ini kami lakukan in syaa Allah benar karena sudah lebih dari ukuran yang diterangkan tersebut. Wallahu a’lam.

Mohon ma’af kami tidak membahas tuntas mengenai masalah ini.

Niat Mengeluarkan zakat fitrah buat sendiri

Sudah bukan perkara baru di kalangan muslim yang bermadzhab Syafi’i bahwa mengucapkan niat itu sudah menjadi kebiasaan yang melekat pada jiwa. Dan memang dalam madzhab kita mengucapkan niat itu sunnah. Oleh karena itu maka kami tuliskan di sini lafadz niat mengeluarkan zakat fitrah buat sendiri, yaitu sebgai berikut;

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ * بسم الله الرّحمن الرّحيم : نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَّفْسِيْ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk, Dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. “Saya Niat mengeluarkan Zakat Fitri dari diri saya sndiri fardhu karena Allah Ta’ala.

Zakat Fitrah Adalah Sebagai Pembersih Bagi Yang Berpuasa
Zakat Fitrah Adalah Sebagai Pembersih Bagi Yang Berpuasa

Demikian uraian materi tentang; Zakat Fitrah Adalah Sebagai Pembersih Bagi Yang Berpuasa – Mudah mudahan materi ini dapat meberikan manfaat dari inti uraian tersebut. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.