Fiil Mudhori, Pengertian, Beberapa contoh dan Pejelasannya

2 min read

Fiil Mudhori

Fiil Mudhori, Pengertian, Beberapa contoh dan Pejelasannya – Pada halaman ini fiqih.co.id akan membahas mengenai Fiil mudhori. Dalam penjelasannya kami akan tuliskan beberapa contoh-contohnya. Untuk lebih jelasya antum bisa baca uraian ringkasnya di bawah ini sampai selesai.

Fiil Mudhori, Pengertian, Beberapa contoh dan Pejelasannya

Di dalam ilmu nahwu terdapat tiga kalimat fiil, yang keduanya adalah fi’il mudhori’. Lalu kemudian apa sih yang dimaksud dengan fiil madhi itu?, Baik untuk menjawabnya kami akan jelaskan secara ringkas pada uraian berikut ini.

Fiil Mudhori’ (Kata kerja bentuk sedang atau akan)

Fiil mudhori’ adalah kata kerja yang menunjukkan kejadian sesuatu pada saat berlangsungnya pekerjaan atau setelahnya. Jadi suatu pekerjaan yang pantas digunakan untuk kejadian saat sedang berlangsung atau akan berlangsung.

Diantara contoh fiil mudhori’

Dapat dipastikan kejadian itu terjadi saat sedangaberlangsung dengan dimasukkannya Lam Taukid dan Ma Nafi. Contohnya Seperti;

قَالَ إِنِّيْ لَا يَحْزُنُنِيْ أَنْ تَذْهَبُوْا بِهِ

Berkata Ya’qub; “Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku…”.

BACA JUGA :  Fiil Madhi, Pengertian, Beberapa contoh dan Pejelasannya

وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ

“…Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati…”

Contoh fiil mudhri’ yang  menunjukkan akan berlangsung

Fi’il mudhori’ yang bisa dipastikan kejadian itu terjadi akan berlangsung dengan dimasukkannya salah satu dari huruf yang lima yaitu;

س, سوف, لن, أن, ان = SIIN, SAUFA, LAN, AN dan IN.

Siin Tanfis masuk ke fiil mudhri’

Misal huruf siin masuk ke kaliomah fiil mudhori’ contoh seperti

سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Artinya: “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.”

Huruf “an & saufa” masuk ke fiil mudhori’

Umpamanya huruf “an (أَنْ)” dan huruf “suafa taswif (سَوْفَ)” kedua huruf tersebut masuk ke kalimah fiil mudhori’, maka lihat seperti contoh berikut;

وَأَنْ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى

Artinya; “dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).”

Huruf “lan” masuk ke fiil mudhori

Misalka huruf “lan (لَنْ)” ia masuk kelaimah fiil mudhori’ maka contohnya sebagai berikut;

قَالَ رَبِّ أَرِنِيْ أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِيْ

Artinya; “berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.” Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku”

Huruf “an” dan “in” masuk ke fiil mudhori

Contoh huruf “an (أَنْ) dan huruf in (إِنْ)” keduanya masuk kpada kalimah fiil mudhori’, maka contahany adalh sebagai berikut;

وَأَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya; “Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Huruf “in” masuk ke kalimah fiil mudhori’

Kalimah fiil mudhori’ yang dimasuki huruf “in (إِنْ)” contihnya dalah seperti ini;

BACA JUGA :  Bab Kalam Terjemah Matan Jurmiyah Pelajaran Nahwu

وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِيْ اللهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ 

Artinya; “Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya.”

Fiil Mudhori’ itu dirofa’kan

Selamanya kalimah fi’il mudhori’ itu pasti rofa’ kecuali stelah masuknya salah satu hruf tambahan

Sebagaimana diterangkan dalam jurumiyah;

وَالْمُضَارِعُ مَا كَانَ فِيْ أَوَّلِهِ إِحْدَا الزَّوَائِدِ الْأَرْبَعِ يَجْمَعُهَا قَوْلُكَ أَنَيْتُ وَهُوَ مَرْفُوْعٌ اَبَدًا حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ أَوْ جَازِمٌ 

Artinya: Fiil Mudhori’ itu adalah adanya tambahan salahsatu huruf  pada awal kalimatnya. Salahsatu huruf tesebut yang dikumpulkan pada ucapan: أَنَيْتُ; yaitu Alif, Nun, Ya dan Ta. Dan fi’il mudhori’ itu selamanya dirofa’kan hingga masuk atasnya amil nasav atau amil jazem.

Tanda-tanda fiil mudhori

Adapun tanda-tanda Fi’il Mudhori’ adalah: bisa dimasuki  لَمْ seperti contoh:

لَمْ يَقْرَأْ artinya; tidak membaca.

Ciri-ciri Kalimah Fi’il Mudhari’

Adapun cirinya ialah dimulai dengan huruf Mudhoro’ah yang empat yaitu أنيت yang disingkat denganm kata; أَنَيْتُ .

Huruf mudhoro’ah

Huruf mudhoro’ah itu ada empat sebagaiman telah disebutkan di atas yaitu;

  1. Hamzah (أَ).
  2. Nun (ن).
  3. Ya (ي).
  4. Ta (ت)

Huruf Mudhara’ah “Hamzah”

Dipakai untuk Mutakallim/pembicara/orang pertama tunggal /Aku. misal;

أَضْرِبُ : Adhribu “aku akan memukul”

Huruf Mudhara’ah “Nun”

Nun ini digunakan untuk Mutakallim Ma’al Ghair/pembicara/orang pertama jamak/Kami. contoh;

نَــضْرِبُ : Nadhribu “kami akan memukul”

Huruf Mudhara’ah “Ya”

Ya dipakai untuk Ghaib Mudzakkar/orang ketiga male, tunggal, tatsniyah atau jamak/dia atau mereka. contoh

يــَضْرِبُ : Yadhribu  “dia (pr) akan memukul”

يــَضْرِبَانِ:Yadhribaani “dia berdua (lk-pr) akan memukul”

يــَضْرِبُوْنَ : Yadhribuuna “mereka (lk) akan memukul”

يــَضْرِبْنَ : Yadhribna “mereka (pr) akan memukul”

Huruf Mudhara’ah “Ta”

Dipakai untuk Mukhatab secara Mutlaq/orang kedua muanats atau jamak  muanats, juga dipakai untuk orang ketiga muanats mufrod dan tatsniyah. Contoh;

BACA JUGA :  Pengertian I’rab dalam ilmu nahwu dan ciri-cirinya

تـَـضْرِبُ : Tadhribu “kamu (lk)/dia (pr) akan memukul”

تَضْرِبَانِ : Tadhribaani “kamu berdua (lk-pr)/dia berdua (pr) akan memukul”

تــَضْرِبُوْنَ : tadhribuuna “kamu sekalian (lk) akan memukul”

تَــضْرِبِيْنَ : Tadhribiina “kamu (pr) akan memukul”

تـَـضْرِبْنَ : Tadhribna “kamu sekalian (pr) akan memukul”

Contoh Fi’il Mudhori’ dari Kata (يَنْصُرُ)

Jika antum misalkan mau mentasrif fi’il mudori dari kata (يَنْصُرُ) maka contohnya adalah sebagai berikut;

يَنْصُرُ  يَنْصُرَانِ  يَنْصُرُوْنَ تَنْصُرُ  تَنْصُرَانِ  يَنْصُرْنَ  تَنْصُرُ  تَنْصُرَانِ  تَنْصُرُوْنَ  تَنْصُرِيْنَ  تَنْصُرَانِ تَنْصُرْنَ  أَنْصُرُ  نَنْصُرُ

Tamsil tersebut adalah tasrif mudhori’ mabni lil-maf’ul. Sedangka yang mabni lil-faa’ilnya adalh sebgai berikut;

يُنْصَرُ  يُنْصَرَانِ  يُنْصَرُوْنَ تُنْصَرُ  تُنْصَرَانِ  يُنْصَرْنَ  تُنْصَرُ  تُنْصَرَانِ  تُنْصَرُوْنَ  تُنْصَرِيْنَ  تُنْصَرَانِ تُنْصَرْنَ  أُنْصَرُ  نُنْصَرُ

Untuk lebih lengkapnya mengenai penjelasan fi’il mudhori’ antaum harus belajar banyak pada guru lihat juga pada beberappa keterangan di kitab nahwu seperti jurumiya dan yang lainnya.

"<yoastmark

Demikian Uraian ringkas mengenai materi; Fiil Mudhori, Pengertian, Beberapa contoh dan Pejelasannya – Semoga materi ini bisa membantu para santri pemula dan bermanfaat serta menambah ilmu pengetahuan para snatri atau para pelajar pemula. Materi ini  Terimakasih.