Bab Al-I’rab Terjemahan Matan La-Jurumiyah

2 min read

Bab Al-I’rab Terjemahan Matan La-Jurumiyah
Rate this post

Bab Al-I’rab Terjemahan Matan La-Jurumiyah – Para santri rahimakumullah, pad kesempata kali ini fiqih.co.id akan memberikan Materi Ilmu Nahwu Bab Al-I’rab. Para Santri yang masih memereluka bantua ini silahkan membacanya.

Bab Al-I’rab Terjemahan Matan La-Jurumiyah

Palajaran Bab al-I’rab dalam ilmu nahwu ini sangat penting dipelajari dan difahami oleh para santri pemula. Karena bagaiman pun ini adalah dasar untuk kalian belajar nagaji di pesantren.

Dalam terjemahan ini kami tulis dengan tulisan arab dan terjemahan ala pesantren lughot jawa dengan tulisan arab juga.

Tujuan kami adalah supaya para santri lebih terbiasa dengan tulisan arab.

بَابُ الْإِعْرَابِ : أوتوي إكى إكو باب إعرب

الْإِعْرَابُ هُوَ تَغْيِرُ اَوَخِيْرِاْلكَلِمِ لِاِ خْتِلَافِ اْلعَوَامِلِ الدَّخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا اَوْ تَقْدِيْرًا وَاَقْسَامُهُ اَرْبَعَةٌ رَفْعٌ وَنَصْبٌ وَخَفْضٌ وَجَزْمٌ 

أتوي إعراب أوتوي إي إعراب إيكو بروبَهي فيرا-فيرا أخر كلمة كرنا بيدا-بيدانى فيرا-فيرا عامل كڠ منجيڠ إڠأتسى كلمة أفانى لفظى أتو تقديرى لن أوتوي فيرا-فيرا بڮيان إعراب إيكو ففت، سويجي رفع لن نصب لن جير لن جزم

Bab Al-I’rab Terjemah bahasa Indonesia

Ini adalah Bab I’rab.

I’rab itu ialah berubahnya akhir kalimat yang disebabkan adanya beberapa amil yang masuk atasnya, baik itu lafadznya atau pun itu takdirnya.

I’rab itu terbagi menjadi empat bagian yaitu;

  1. Rofa’. (baris di depan) dalam bahsa sunda disebut dengan “pe-es”.
  2. Nashab. (baris di atas) sunda menyebutnya dengan kata “jabar”.
  3. Khofdz. (baris dibawah) orang sunda menyebutnya “jer, atau je-er”.
  4. Jazm. (baris mati tak berharkat) tidak ada sebutan dalam bahasa sunda, kalaupun toh ada maka bisa disebutnya dengan kata “paeh”.
BACA JUGA :  Naib Fa'il Yakni Bab Maf’ul yang Fa’ilnya Tidak Disebutkan

I’rab Isim  & Fi’il

فَلِلْاَسْمَاءِ مِنْ ذَلِكَ الرَّفْعُ وَالنَّصْبُ وَاْلخَفْضُ وَلَا جَزْمَ فِيْهَا وَلِلْاَفْعَلِ مِنْ ذَلِكَ الرَّفْعُ وَالنَّصْبُ وَالْجَزْمُ وَلَا خَفْضَ فِيْهَا 

مَكَ إِيْكُو تتفْ كادُوَايْ فِيْرَا-فِيْرَا إسم سَكِيْڠْ مَڠْكُنَوْ-مَڠْكُنَوْ مَذْكُوْرْ أُوْتَوِيْ رَفَعْ لَنْ نَصَبْ لَنْ جَارْ لَنْ أَوْرَا أنَا جَزمْ إِڠْدَالمْ إِسِمْ لَنْ إِيْكُو تتفْ كَادُوَايْ فِيْرَا-فِيْرَا فِعِلْ سَكِيْڠْ مَڠْكُنَوْ-مَڠْكُنَوْ مَذْكُوْرْ أُوْتَوِيْ رَفَعْ لَنْ نَصَبْ لَنْ جَزمْ لَنْ أَوْرَا أَنَا جَيرْ إِڠْدَالَمْ فِعِلْ

Bahasa indonesianya Falil-asama-i

Maka kemudian khusus untuk I’rabnya isim dari semua I’rab yang tersebutkan tadi adalah; I’rab Rofa’, Nashab dan I’rab jar. Tidak ada I’rab jazm pada kalimat isim. (jadi untuk isim I’rab jazm itu tidak berlaku).

Dan kemudian untuk I’rabnya fi’il, dari semua I’rab yang tersebutkan tadi adalah; Rofa’, Nashab dan jazm. Tidak ada I’rab jar pada kalimat fi’il. (makudnya kalimat fi’il itu tidak menerima I’rab jar).

Penjelasan contoh Isim

Para santri atau para pelajar yang masih pemula yang dirahnati Allah. Jadi intinya adalah kalian haru sebisa mungkin dapat memahami perbedaan antaraa isim dan fi’il.

Sebagaiman yang sudah kami jelaskan pada Materi tentang “pengertian I’rab” bahwa semua kalimat isim dia menerima tiga I’rab yaitu; rofa’, nashab dan jar.

Contoh; “مَجْلِسٌ” ini adalah kalimat isim, pada kalimat tersebut ketika masuk ‘amil jar, maka harokat pada akhir kalimat ini akan berubah menjadi; “مَجْلِسٍ” dan jika masuk kepadanya amil ‘amil nashab karena dia diposisikan haru nashab sebab menjadi maf’ul misalnya maka dia akan berubah menjadi “مَجْلِسًا”. Demikian juga apabila posisi kalimat ini menjadi fa’il maka dia harus berubah manjadi “مَجْلِسٌ”.

BACA JUGA :  Bab Maf’ul ma’ah Dan Mahfudzotil Asma Disertai Terjemah

Lihat contoh berikut ini:

Awalnya ketika dia berstatus Mubtad khobar dia masi dibaca: “مَجْلِسٌ”.

Posisi nashab sebab statusnya menjadi maf’ul; “رَئَيْتُ مَجْلِسًا”.

Posisi Jar sebab dijarkan oleh huruf jar: “جَلَسْتُ فِيْ مَجْلِسٍ”.

Posisi Rofa’ karena ia menjadi khobar mubtad dari “هَذَا”; maka menjadi; “هَذَا مَجْلِسٌ”.

Slanjutnya kalian qiyaskan saj pada kalimat isim yang lainya. Namunperlu kalian ingat bahwa kalau kalimat isimnya yang mu’tal, maka itu yang berubah hanya taqdirnya saja, contoh seperti; “وَ الضُّحَى ” padahal huruf wawu di adalah huru qosam jar.

Penjelasan I’rab Fi’il

Para pelajar yang berbahagia, dan sntri rahimakumullah. Sekarang bagaimana denga kalimat fi’il?. Jadi untuk kalimat fi’il dia hanya menerima I’rab Rofa’, Nashab dan Jazm kita beri contoh misalnya lafadz “يَفْتَحُ” ini kalimah fi’il mudhri’ yang masih murni belum dimasukin ‘amil dia dibaca rofa’. Kalimat tersebut bisa berubah akhirnya ketika masuknya beberapa ‘amil misal masuk padanya ‘amil nashab maka dia akan manjadi “يَفْتَحَ”. Dan ketika masuk kepadanya ‘amil jazm maka dia berubah menjadi “يَفْتَحْ” dan jika tida ada yang masuk padanya maka dia tetap “يَفْتَحُ”.

Lihat contoh ini:

Posisi Nashab karena masuknya ‘ammil nashab; “ لَنْ يَفْتَحَ”.

Posisi Jazm sebab masuknya ‘amil Jazm; “لَمْ يَفْتَحْ”. Silahkan kalian qiyaskan pada kalimat fi’il mudhri’ yang lain.

Bab Al-I’rab Terjemahan Matan La-Jurumiyah
Bab Al-I’rab Terjemahan Matan La-Jurumiyah

Barangkali sampai di sini sajian kami Materi tentang; Bab Al-I’rab Terjemahan Matan La-Jurumiyah – Semoga materi ini dapat membantu para pelajar pemula. Baarokallahu fiikum ajma’iin. Wallahul- muwaffiq.