Fi’il Nahi, Pengertian, Cara Membentuk dan Contohnya

2 min read

Fi’il Nahi Pengertian, Cara Membentuk dan Contohnya

Fi’il Nahi, Pengertian, Cara Membentuk dan Contohnya – Para santri dan para Pelajar Rahimakumullah. Pada halaman yang ini fiqih.co.id akan menyampaikan satu materi tentang fi’il nahi (Fi’il Nahyi).

Apa yang dimaksudkan denga arti dari fi’il nahi itu?. Simak dan ikuti penjelasannya yang akan kami uraikan secara singkat di bawah ini.

Fi’il Nahi, Pengertian, Cara Membentuk dan Contohnya

Barangkali kalian belum seberapa faham dengan pengertian fi’il nahyi ini. Fi’il tersebut sebetulunya dalam tulisan arabnya adalah ; (فِعْلُ النَّهْيِ) jika tulisan ini kita transkrip ke tulisan indonesia maka yang semestinya tulisan seperti ini “fi’il nahyi” namun sengaja kami buat tulisan tidak seperti itu karena mengikuti yang sudah dikenal dalam tulisan-tulisan yang banyak orang menulisnya.

Fi’il Nahi

Fi’il artinya adalah; “kata kerja”. Sedangkan Nahi itu artinya; “larangan”. Jadi pengertian Fi’il Nahi itu maksudnya adalah kata kerja larangan.

Pada dasarnya fi’il ini ia menggunkan kalimah fi’il mudhori’ dan tidak memakai fi’il selain dari mudhori’. Dengan demikian maka fi’il nahi ini ada yang Mukhothob dan ada yang ghoib. Tetapi yang mesti digunakan menjadi fi’il nahi ini adalah yang dhomir mukhotob.

Seperti pada kaliamah ; (نَصَرَ يَنْصُرُ) maka yang diambil adalah hanya;

تَنْصُرُ  تَنْصُرَانِ  تَنْصُرُوْنَ  تَنْصُرِيْنَ  تَنْصُرَانِ تَنْصُرْنَ 

Dan kalau dari (ضَرَبَ يَضْرِبُ) yang diambil hanya;

تَضْرِبُ تَضْرِبَانِ تَضْرِبُوْنَ تَضْرِبِيْنَ تَضْرِبَانِ تَضْرِبْنَ

Makna fi’il Nahi

Adapun maknanya dari fi’il nahi itu adalah; kata kerja larangan. Maka setiap kalimah fi’il mudhori’ yang dimasuki la nahyi itu maknanya sudah pasti melarang. Contoh misalnya;

  1. تَنْصُرُ ini maknanya adalah ; (kamu sedang menolong, atau kamu akan menolong). Kalimat tersebut jika sudah menjadi fi’il nahyi ia menjadi; لَا تَنْصُرْ maknanya; (kamu jangan menolong).
  2. تَضْرِبُ ini maknanya  ialah; (kamu sedang memukul, atau kamu akan memukul). Kalimat ini jika kalian masukan huruf (لَا) nahyi maka menjadi (لَا تَضْرِبْ) maknanya ; (kamu jangan memukul).
BACA JUGA :  Tashrif Tsulatsi Mujarrod Bab Awal Muta’ad

Cara membentuk fi’il nahyi

Bagaimana cara membentuk fi’il nahyi ini?. Cara membentuk fi’il tersebut itu mudah tinggal menggabungkan atau memasukkan huruf nahyi ke kalimah fi’il mudhri’.

Jika huruf nahyi tersebut sudah dimasukkan ke kalimah fi’il mudhori’ tersebut I’robnya sudah tidak lagi dhommah, ia brubah menjadi jazm.

La Nahyi ini merubah I’rob fi’il mudhori’, sebab La nahyi ini adalah ‘amil jazm seperti yang kalian baca dalam ‘awamil warna enam.

Jadi yang perlu kalian perhatikan dalam fi’il nahyi ini bukan nahyinya tapi perhatikan fi’il mudhori’nya.

Misalnya seperti dalam contoh berikut ini;

  1. Pada kalimah “نَصَرَ” maka fi’il mudhori’nya adalah; “يَنْصُرُ” ini yang dhomir ghoib dan yang mukhothobnya adalah “تَنْصُرُ”.
  2. Dan pada lafadz “ضَرَبَ” maka fi’il mudhori’nya ialah; “يَضْرِبُ”. mukhothobnya adalah “تَضْرِبُ”.
  3. Kalimah “فَتَحَ” fi’il mudhori’nya “يَفْتَحُ”. Yang mukhothobnya adalah “تَفْتَحُ”.

Fi’il mudhori dibentuk menjadi fi’il nahyi

Kemudian jika kalian akan membentuk fi’il nahyi, maka fi’il mudhori’ sebagaimana yang sudah dicontohkan tersebut di atas, kalian tinggal masukanlah di awal kalimah tersebut huruf “La Nahyi” (لَا).

Contohnya seperti berikut;

  1. Kalimah ; “تَنْصُرُ” kalian masukan pada awal kalimah tersebut huruf (لَا) maka dia menjadi “لَا تَنْصُرْ” dengan masuknya huruf (لَا) tersebut maka bacaan dan maknanya sudah pasti berubah.
  2. Lafadz; “تَضْرِبُ” kalian masukan pada awal kalimah tersebut huruf (لَا) maka dia menjadi “لَا تَضْرِبْ”.
  3. Kalimah; “تَفْتَحُ” kalian masukan pada awal kalimah tersebut huruf (لَا) maka dia menjadi “لَا تَفْتَحْ”.
BACA JUGA :  Ma'rifat Alamatil-I’rab, Terjemah Matan Jurumiyah

Contoh fi’il nahyi

Pertama dari fi’il mudhori’ (يَنْصُرُ) fi’il nahyinya adalah;

لَا تَنْصُرْ  لَا تَنْصُرَا  لَا تَنْصُرُوْ  لَا تَنْصُرِيْ  لَا تَنْصُرَا لَا تَنْصُرْنَ

Kedua misal dari fi’il mudhori’ (يَضْرِبُ) fi’il nahyinya adalah;

لَا تَضْرِبْ لَا تَضْرِبَا لَا تَضْرِبُوْ لَا تَضْرِبِيْ لَا تَضْرِبَا لَا تَضْرِبْنَ

Kemudian misal dari fi’il mudhori’ (يَفْتَحُ) fi’il nahyinya adalah;

لَا تَفْتَحْ  لَا تَفْتَحَا  لَا تَفْتَحُوْ لَا تَفْتَحِيْ  لَا تَفْتَحَا  لَا تَفْتَحْنَ

Para santri yang kami banggakan, stelah kalian baca dengan teliti, lalu kemudian kalian fahami dengan benar. Maka coba sekarang kalian kiyaskan pada kalimah fi’il mudhori yang lainnya.

Kemudian selanjutnya coba kalian buat seperti contoh di atas dengan menggunakan fi’il mudhori’ yang lainnya.

 

Fi’il Nahi Pengertian, Cara Membentuk dan Contohnya
Fi’il Nahi Pengertian, Cara Membentuk dan Contohnya

Demikian Metri tentang; Fi’il Nahi, Pengertian, Cara Membentuk dan Contohnya – Semoga materi ini bisa sedikit membatu para santri pemula dan para pelajarb yang masih memerlukannya. Selamat belajar dan mempelajari.