Bab Taukid dan Badal Dengan Terjemahan Jawa Serta Indonesia

2 min read

Bab Taukid dan Badal

Bab Taukid dan Badal Dengan Terjemahan Jawa Serta Indonesia – Para santeri yang kami banggakan Halaman sebelumnya kami sudah sampaikan uraian mengenai; Bab Na’at dan ‘Athaf. Dan pada halam ini kami Fiqih.co.id akan menuliskan Bab Taukid dan Badal dengan terjemahan lughot jawa ditulis dengan tulisan Arabic.

Materi ini sengaja kami buan untuk belajar para santri pemula sesuai dengan yang dipelajari di Pondok Pesantren Salafiyah. Mudah-mudahan saja materi yang kami buat ibi bermanfaat dan bisa membantu para santri yang masih pemula.

Bab Taukid dan Badal Dengan Terjemahan Jawa Serta Indonesia

Dalam ilmu nahwu itu ada yang dinamakan dengan “Taukid” dan ada juga yang dinamai dengan “Badal”. Dan untuk lebih jelasnya mengenai uraian dan Terjemahan serta penjelasan التَّوْكِيْدُ (menguatkan) maka antum baca tulisan fiqih.co.id  berikut ini.

Bab Taukid

Adapun yang dimaksudkan dengan kata “Taukid” dalam ilmu nahwu itu artinya adalah menguatkan, dan taukid itu mesti mengikuti yang ditaukidkan dalam posisinya. Baik itu rofa’nya, nashob, khofadz jiga pada ta’rifnya, berikut ini adalah teks aslinya dikutip dari Matan Jurumiyah

بَابُ التَّوْكِيْدِ

أوتوي إيكي إيكو باب توكيد

التَّوْكِيْدُ تَابِعٌ لِلْمُؤَكَّدِ فِيْ رَفْعِهِ وَنَصْبِهِ وَخَفْضِهِ وَتَعْرِيْفِهِ وَيَكُوْنُ بِأَلْفَاظٍ مَعْلُوْمَةٍ وَهِيَ النَّفْسُ وَالْعَيْنُ وَكُلٌّ وَأَجْمَعُ وَتَوَابِعُ أَجْمَعُ، وَهِيَ أَكْتَعُ وَأَبْتَعُ وَأَبْصَعُ، تَقُوْلُ قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ وَرَأَيْتُ الْقَوْمَ كُلَّهُمْ وَمَرَرْتُ بِالْقَوْمِ اَجْمَعِيْنَ

أوتوي توكيد إيكو منوت مريڠ كڠ ديتوكيدي إڠدالم رَفَعْنۤيْ لن نصبي لن جَارْي لن مَعْرِفَتۤي توكيد، لن أنا أفا توكيد إيكو كلاوان فيرا٢ لفظ كڠ دِيْكِيْنَاوۤرُوْهِي، لن أوتوي توكيد إيكو لفظ : النَّفْسُ لن لفظ الْعَيْنُ لن لفظ كُلٌّ لن لفظ أَجْمَعُ، لن أوتوي فيرا٢ كڠ منوت لفظ أَجْمَعُ، لن أوتوي تَوَابِعُ أَجْمَعُ إيكو لفظ : أَكْتَعُ لن لفظ أَبْتَعُ لن لفظ أَبْصَعُ، ڠوچف سيرا إڠ لفظ :  قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ، “ويس ڠدڮ سافا زيد، أفاني؟ أَوَاكۤيْ زيدوَرَأَيْتُ الْقَوْمَ كُلَّهُمْ ، [لن ويس نيڠالي إڠسون إڠ قوم، أفاني؟ سكابيهاني قوم] وَمَرَرْتُ بِالْقَوْمِ اَجْمَعِيْنَ. لن ويس ليوات إڠسون فتمو كلاوان قوم، سۤكَابۤيْهۤيْ

Bab Taukid Terjemah bahasa Indonesia

Taukid itu harus mengikuti yang di taukidkan baik keadaan rafa’-nya, nashab-nya, khafadh-nya, dan Ta’tifnya (ma’rifah-Nakirah-nya).

BACA JUGA :  Tsulatsi Mujarrod Bab Empat Muta’ad dan Lazim 1 sampai 3

Taukid itu telah tertentu lafadzh-lafazhnya, yaitu :النَّفْسُ وَالْعَيْنُ وَكُلٌّ وَأَجْمَعُ artinya: (diri, diri, setiap, seluruh)

Dan adapun yang mengikuti ajma’u, yaitu: أَكْتَعُ وَأَبْتَعُ وَأَبْصَعُ yang semuanya bermakna: seluruh. Contoh: قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ وَرَأَيْتُ الْقَوْمَ كُلَّهُمْ وَمَرَرْتُ بِالْقَوْمِ اَجْمَعِيْنَ. (Zaid benar-benar telah berdiri, Aku benar-benar melihat semua orang, Aku benar-benar berjalan dengan semua orang).

Bab Badal

Badal artinya adalah sebagai pengganti dari yang semestinya. Badal dalam Nahwu itu terbagi menjadi empat bagian.

Di antaranya ada badal syai min syai, ada badal ba’adh dan seterusnya. Untuk lebih jelasanya maka di bawah ini kami tuliskan teks aslinya dikutip dari Matan Al-Jurumiyah.

Berikut ini teks aslinya;

بَابُ الْبَدَلِ

أوتوي إيك إيكو باب بدل

إِذَا أُبْدِلَ إِسْمٌ مِنْ إِسْمٍ أَوْ فِعْلٌ مِنْ فِعْلٍ تَبِعَهُ فِيْ جَمِيْعِ إِعْرَابِهِ وَهُوَ أَرْبَعَةُ أَقْسَامٍ : بَدَلُ الشَّيْئِ مِنَ الشَّيْئِ، وَبَدَلُ الْبَعْضِ مِنَ الْكُلِّ وَبَدَلُ الْإِشْتِمَالِ، وَبَدَلُ الْغَلَطِ نَحْوُ قَوْلِكَ : قَامَ زَيْدٌ أَخُوْكَ، وَأَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلْثَهُ، وَنَفَعَنِيْ زَيْدٌ عِلْمُهُ، وَرَأَيْتُ زَيْدًا الْفَرْسَ، أَرَدْتَ اَنْ تَقُوْلَ الْفَرْسَ فَغَلَطْتَ فَأَبْدَلْتَ زَيْدًا مِنْهُ

تتكلا ديبدلكن أفا إسم سكيڠ إسم أوا فعل سكيڠ فعل مك منوت إي بَدَلْ إڠ مُبْدَلْ إڠدالم سكابيهي إعرابي مُبْدَلْ، لن أوتوي إي بدل إيكو ففت فيرا٢ باڮييان : سيجي بدل شيئ من شيئ، لورو بدل بَعْضْ سكيڠ كل، بدل إشتمال، ففت بدل غَلَطْ، إيكو سؤمفاما فڠنديكا سيرا لفظ : قَامَ زَيْدٌ أَخُوْكَ، [ويس ڠدڮ سافا زيد دولور لناڠي زيد]، وَأَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلْثَهُ، [لن ويس مَڠَنْ إڠسون إڠ راتي سفرتلوني راتي]، وَنَفَعَنِيْ زَيْدٌ عِلْمُهُ، [لن ويس منفعة إڠ إڠسون سافا زيد علموني زيد]، وَرَأَيْتُ زَيْدًا الْفَرْسَ، [لن ويس نيڠالي إڠسون إڠ زيد، كوداني]، ڠرفاكن سيرا إڠ يۤيْنْتَهْ ڠوچف سيرا إڠ لفظ الفرسَ مك ڠليروأكن سيرا مك ڮاوي بدل سيرا إڠ زيد سكيڠ الْفَرْسَ .

Bab Badal Terjemah bahasa indonesia

Bab Badal (pengganti)

BACA JUGA :  Pengertian Kalam Dalam Ilmu Nahwu yang perlu difahami

Apabila dibadalkan (yakni diganti) isim dengan isim atau fi’il dengan fi’il maka badal (yakni kata ganti) nya itu mengikuti kata yang diganti pada seluruh i’rabnya (yakni narkibnya “kalau biasa di daerah ciseukeut”)

Penjelasan;

Jadi jika kalimat isim itu dibadalkan dengan kalimat isim juga, demikian juga fi’il dengan fi’il, maka seluruh i’rabnya itu harus mengikuti. Yakni jika Mubdal minhunna rofa’ maka badalnya juga harus rofa’, jika Mubdal minhunna jar’ maka badalnya juga harus jar demikian seterusnya.

Badal itu terbagi menjadi empat;

  1. بَدَلُ الشَّيْئِ مِنَ الشَّيْئِ ; Badal Syai min Sayai
  2. بَدَلُ الْبَعْضِ مِنَ الْكُلِّ; Badal Ba’adh minal kulli
  3. بَدَلُ الْإِشْتِمَالِ; Badal Isytimal
  4. بَدَلُ الْغَلَطِ; Badal Gholath

Contoh dalam perkataanmu;

  1. قَامَ زَيْدٌ أَخُوْكَ
  2. أَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلْثَهُ
  3. وَنَفَعَنِيْ زَيْدٌ عِلْمُهُ
  4. وَرَأَيْتُ زَيْدًا الْفَرْسَ
  5. أَرَدْتَ اَنْ تَقُوْلَ الْفَرْسَ فَغَلَطْتَ فَأَبْدَلْتَ زَيْدًا مِنْهُ

Artinya:

  1. Telah berdiri Zaid, yaitu saudaramu,
  2. Aku makan roti sepertiganya
  3. Telah bermanfaat untuk ku Ilmu Zaid
  4. Aku melihat Zaid, (maaf) maksudnya kuda)

Sebetulnya yang ingin kau ucapkan adalah “Aku melihat kuda”, akan tetapi kamu salah ucap dan kamu ganti dengan “Aku melihat Zaid”

Keterangan;

Pada kalimat contoh di atas seperti pada lafadz; “قَامَ زَيْدٌ أَخُوْكَ” ini adalah yang dimaksud dengan Badal Syai-un min Sayai-in. Dan cara mengi’rabnya ialah; “قَامَ kalimah fiil madhi mabni fathah dzohir, زَيْدٌ fa’iluhu marfu’un wa ‘alamatu rof’ihi dhomatun dzohirotun fi akhirihi, أَخُوْ badlun min زَيْدٌ tabi’u ‘ala muubdal minhunna wa huawa marfu’un wa ‘alamatu rof’ihi wawun li annahu ismun min asma-il Khomsah, أَخُوْ mudhof كَ huruf khithob mabniyun ‘alal fathi fi mahali jarin mudhofun ilaihi”. Dan demikian juga seterusnya dalam menng i’rab contoh yang tersebutkan di atas. Semoga kalian bisa memahami. Dan agar tidak salah dalam mengirabnya maka kalian harus ada bimbingan dari ustadz.

BACA JUGA :  Fi’il Nahi, Pengertian, Cara Membentuk dan Contohnya

Para santri yang dirahmati Allah semoga kalian bisa memahami penjelasan kami di atas mengenai Taukid dan Bab Badal.

Yang semetinya para santri harus menghadap ustadz dalam mepelajarinya agar lebih bisa difahami. Tulisan ini hanya sekedar membantu untuk hafalan kalian di pondok, jadi meskipun uraian kami ini tidak seberapa bisa dimengerti oleh para santri, tapi kami yakin kalau didampingi oleh seorang ustadz pembimbing dengan diberib penjelasan dan beberapa contoh, maka mudah-mudahan para santri mengerti dan memahaminya.

Semoga materi ini bisa membantu. Dan untuk selanjtnya setelah kalian selsai mempelajarinya di halaman ini maka sebaiknya antum lanjutkan baca pada link yang ini ⇒ ; Bab Manshubatil-Asma Dan Maf’ul-bih.

Bab Taukid dan Badal
Bab Taukid dan Badal

Demikian ulasan materi tentang; Bab Taukid dan Badal Dengan Terjemahan Jawa Serta Indonesia – Mudah mudahan manfa’at dan dapat membantu juga menambah pengetahuan untuk para santri pemula, Terimakasih atas kunjungannya. Wallahyul- Muwaffiq.