Materi Khutbah  Gerhana Bulan ;  Tanda Kekuasaan Allah

Materi Khutbah Gerhana Bulan; Tanda Kekuasaan Allah – Pada kesempatan kali ini fiqih.co.id akan meberikan materi Khutbah Gerhana Bulan mengambil tema; Tanda Kekuasaan Allah. Dalam Penulisan materi kali ini kami tulis secara sangat sederhana dan singkat  untuk para khotib sholat gerhana walau pelaksanaannya hanya di rumah dengan keluarganya. Untuk lebih jelasnya sebaiknya baca saja sampai tulisan ini selesai.

Daftar Isi

Materi Khutbah  Gerhana Bulan ;  Tanda Kekuasaan Allah

Pelaksanaan sholat gerhana bulan itu sama dengan sholat sunnah lainnya, hanya ada perbedaan pada waktu berdiri.

Sholat gerhana dikerjakan dalam satu roka’at dengan  dua kali berdiri dua kalai bacaan fatihah, dua kali bacaan surat dan du kali ruku’. Kemudian ba’da salam disunnahkan membacakan khutbah seperti khutbah jum’at dalam rukunnya dan tidak sama dalam syaratnya. Dalam khutbah sholat gerhana boleh satu khutbah, tapi diterangkan dalm fiqih Syafi’iyah adalah dua khutbah sebagaimana diterangkan dalam Kitab Nihayatuzaen sebagai berikut;

Keterangan Khutbah dari Kitab Mihayatuzzaen

ويخطب الإمام في الكسوفين ولو بعد الانجلاء: كخطبتي العيد لكن لا يكبر فيهما. قال بعضهم: ويحسن أن يستغفر لأنه لائق بالحال لأن الكسوف مما يخوف الله به عباده، ولا يشترط فيهما شروط خطبة الجمعة، بل تسنّ كما في خطبة العيد، ولا يكفي خطبة واحدة، ويحث فيهما السامعين على فعل الخير من توبة وصدقة وعتق ونحوها

Jadi pada intinya adalah; Imam berkhutbah dalam pelaksaaan sholat dua gerhana (yakni gerhana matahari dan gerhana bulan) meskipun suda terang (yakni sudah habis hampir habis gerhananya). Khutbah tersebut dilaksanakan sama seperti dua khutbah sholat hari raya, hanya saja tidak ada takbir pada kedua permulaan khutbah khutbah gerhana.

Menurut kata sebagian pendapat para ulama bagus bacakan istigfar, karena istigfar tersebut lebih layak dalam prihal sholat gerhana.

Materi Khutbah Pertama

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَاخْتِلَافَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ . أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا عَنِ الْمُهْلِكَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  سَيِّدُ السَّدَاتِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرَ الْعِبَادِ، (أَمَّا بَعْدُ) فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَىْ اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُثُّكُمْ وَنَفْسِيْ عَلَى طَاعَةِ اللهِ فِيْ كُلِّ وَقْتِ لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ * قال الله تعالى : وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ. قال تعالى : سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ. وقال تعالى: سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ. وقال تعالى: تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا.

Jamaah Shalat Gerhana Bulan Rahimakumullah

Begitu banyak pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dianugrahkan kepada kita semua. Termasuk di antaranya ialah kita saat ini dapat menyaksikan salah satu keagungan Allah yaitu terjadinya gerhana bulan.

Beragam anugerah yang diberikan ini hendaknya menjadi bertambahnya kesadaran bahwa pada setiap saat kita harus meningkatkan kualitas ibadah. Hal yang paling utama ialah memperbaiki ketakwaan dengan cara menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangn-Nya. Dengan demikian mudah-mudahan kita termasuk golongan yang beruntung. Aamiin Ya Allah Ya Ronnal ‘aalamiin.

Hadirin sidang jamaah sholat gerhana bulan rohimakumullah

Sudah barang tentu kita semua pasti mengimani bahwa setiap keberadaan alam semesta ini diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Laut serta segala yang ada di dalamnya, Gunung, tumbuh-tubuhan dan segala rerumputannya, Hewan melata, udara, benda-benda langit, jin, manusia, sampai seluruh detail organ dan sel-sel di dalamnya semua itu tidak ada yang luput dari penguasaan, pengawasan dan pengaturan Allah. Tak satu pun makluk lepas dari sunnatullah. Inilah pengertian bahwa Allah adalah rabbul ‘âlamîn, pemilik sekaligus penguasa dari seluruh keberadaan.

Semua kita tentunya sering mendengar istilah ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Yang pertama merujuk pada ayat-ayat berupa firman Allah (Al-Qur’an), sedangkan yang kedua mengacu pada ayat berupa ciptaan secara umum, mulai dari semesta benda-benda langit sampai diri manusia sendiri.

Sebagaimana Allah berfirman yang telah dibacakan tai yang artinya:

Kami (Allah) akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri….” (QS Fushshilat [41] : 53 )

Tanda kekuasaan-Nya ini tetap akan selalu berposisi sebagaimana ayat. Ia adalah perantara untuk mencapai sesuatu. Kita bisa tahu bahwa angin itu sedang bertiup ke arah selatan di saat kita menyaksikan daun pepohonan sedang bergerak ke arah selatan. Kita juga bisa tahu dari kejauhan apa yang sedang terjadi karena kita melihat tanda-tandanya, seperti misalnya kita melihat ada asap tebal membunmbung tinggi ke udara itu pertanda sedang terjadi kebakaran.

Dengan demikian, fenomena gerhana bulan yang kita saksikan pada saat ini pun seyogianya kita posisikan tak lebih dari tanda kemaha kuasaan Allah Ta’ala. Kita wajib bersyukur mendapat kesempatan melewati momen-momen indah ini.

Maasyirol Muslimin Jamaah Shalat Gerhana Bulan Rahimakumullah

Kita sering mendengar anjuran untuk bertasbih dengan mengucapkan ‘subhânallâh’ (Mahasuci Allah) maka sesungguhnya itu adalah manifestasi dari ajaran bahwa segala sesuatu bahkan yang menakjubkan sekalipun itu harus dikembalikan kepada keagungan Allah Ta’ala. Kita dianjurkan untuk seketika mengingat Allah dan menyucikan-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengungkapkan bahwa tiap sesuatu yang ada di langit dan di bumi telah bertasbih tanpa henti sebagai bentuk ketundukan kepada-Nya.

Sebagaimana Firman-Nya yang saya bacakan tadi yang artinya ;

Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dan Firman-Nya pula yang artinya; Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Hadirin Rahimakumullah

Setelah kita mengimani dan mensucikan serta mengagungkan Allah Subahanahu wa Ta’ala, maka mari kita mengintropeksi diri kita. Allahu Akbar betapa diri ini amat sangat lemah di hadapam Allah yang maha agung. Oleh karenanya apa pun yang selama ini kita miliki baik pangkat, kedudukan, harta yang berlimpah, Ilmu pengetahuan berkelas dan yang semisalnya, ingatlah bahwa semua itu adalah titipan Allah yang wajib kita jalankan sesuai dengan perintah-Nya. Tidak boleh kita khianati.

Dengan kita merasa kecil dan lemah di hadapan Allah, maka kita akan merasa ketakberdayaan diri, sehingga memunculkan sikap merasa bersalah dan semangat untuk memperbanyak istighfar. Dalam momen gerhana bulan ini pula kita dianjurkan untuk bersujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan sujud pada matahari atau bulan, sebab pada hakikatnya semuanya hanyalah tanda kekuasaan Allah.

Firman Allah Ta’ala yang artinya ; Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya. (QS Fushilat [41]: 37).

Dalam Pengertian Ayat tersebut ada yang memberikan makna bahwa perintah sujud pada ayat tersebut sebagai perintah untuk melaksanakan shalat gerhana sebagaimana yang kita laksanakan pada malam ini. Marilah kita perbanyak istigfar serta bertaubatlah kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala. Semoga saja kita semua senantiasa dalam lindungan, rahmata dan inayah Allah Subhanahu wa Ta’ala Aamiin Ya robbal ‘aalamiin. Demikian

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا وَ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ﴿أَمَّا بَعْدُ﴾ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االله فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Materi Khutbah Gerhana Bulan
Materi Khutbah Gerhana Bulan

Demikian materi Khutbah Gerhana yang bertema: Tanda Kekuasaan Allah Semoga materi ini dapat memberikan manfaat bagi para khotib gerhana bulan. Mohon ma’af biala ada kesalahan dalam penulisan baik teks arabnya maupun teks Indonisianya .Terimakasih atas kunjungannya.