Puasa Muharram; Yang Dikerjakan Sejak Tanggal 1 Bolehkah?

2 min read

Puasa Muharram
Rate this post

Puasa Muharram; Yang Dikerjakan Sejak Tanggal 1 Bolehkah? – Pembca yang kami kagumi yang dirahmati Allah. Pada halaman ini fiqih.co.id akan memberikan materi Pelaksanaan puasa muharram yang dilaksanakan sejak tangal satu apaka boleh?. Dalam uraian ini nanti kami aka terangkan terkait ada beberapa orang yang mengatakan; “puasa tersebut tak berdalil dan haram hukumnya”.

Puasa Muharram; Yang Dikerjakan Sejak Tanggal 1 Bolehkah?

Saudaraku semua muslimin muslimat rahimakumullah. Sesungguhnya menunaikan puasa sunnah itu kapan saja boleh dengan catatan tidak pada hari-hari yang dilarang.

Oleh karena itu semestinya kita semua memahami terlebih dahulu pada hari apa saja ummat islam dilarang berpuasa. Kemudian pada saat seperti apa umat islam tidak dianjurkan berpuasa.

Pada kesempatan ini kami tidak menerangkan tentang puasa ‘Asyura dan Tasu’a karena pada artikel sebelum ini sudah kami terangkan.

Puasa Muharram

Yang dimaksud dengan puasa secara umum yang difahami adalah; menahan dari segala perkara yang dapat membatalkannya. Kemudian  “Muharram” kata ini mempunyai arti; yang dimulyakan. Jadi secara ringkas puasa tersebut dapat kita artikan dengan makna; “Puasa yang dimulyakan”.

Adapun yang disebut bulan muharram, itu kalau menurut beberapa keterangan yang kami baca semuanya ada empat tentunya selain dari bulan Ramadhan.

Bulan Muharram itu bulan apa saja?. Jawabnya; Sebatas yang kami tahu adalah; “1 dzul qo’dah. 2 dzul hijjah. 3 muharram dan 4 Rajab” itulah yang dinamai dengan bulan muharram. Adapun puasa pada bulan tersebut itu memang dianjurkan bagi yang mau.

BACA JUGA :  Kifarat Puasa dan Qodhonya karena Berhubungan Badan Bulan Ramadhan

Apabila difahami “Puasa Muharram” yaitu puasa pada bulan muharram yakni bulan pertamanya tahun hijriyah, maka itu juga dianjurkan. Secara Umum menunakan puasa sunnah tersebut adalah pada hari tanggal 9 dan tanggal 10 Muharaam yang pahalanya memang agung sekali.

Dalil Qur’an 4 Bulan Haram

Mengenai 4 bulan yang dimuliyakan ini telah dijelaskan dalam Al qur’an sebagai berikut;

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At Taubah: 36).

Rincian 4 Bulan Muharam dalam hadits

Mengenai 4 nama bulan yang muliya sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits sebagai berikut;

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: Telah menceritakan pada kami Abdullah bin Abdul Wahab, Telah menveritakan pada kami Hammad bin Zaid dari Ayub dari Ibnu Abi Bakrah dari Abi bakrah dari Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallama. Beliau bersabda; “Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada 12 bulan, di antaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzul qadah, Dzul hijjah, Muharram dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil tsani dan Syaban. (HR Bukhari nomor; 4294)

BACA JUGA :  Keutamaan Lailatul Qadar Beserta Dalilnya Yang Perlu Kita Tahu

Puasa Murram Sejak Tanggal 1 bolehkah?

Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa; Puasa sunnah boleh ditunaikan kapan saja selama bukan pada hari yang dilarang. Dan perlu kita fahami juga bahwa sesorang tidak boleh berpuasa sunnah bagi yang masih punya tanggungan puasa wajib. Demikian juga bagi wanita yang bersuami ia tidak boleh puasa sunnah kecuali denghan izin suami.

Dan boleh mengkodho puasa wajib yang  bertepatan dengan hari-hari puasa yang disunnahkan.

Adapun hikmahnya puasa sunnah seperti yang sudah kami tulis pada artikel sebelumnya di antaranya adalah;

  1. Melatih Diri Melawan Hawa Nafsu.
  2. Mengajarkan Untuk Hidup Sederhana.
  3. Ikut merasakan sebagimana yang dirasakan oleh saudaranya yang hidup dalam kesederhanaan.
  4. Menjaga Kesehatan.
  5. Melatih Diri Membiasakan Istiqomah Beribadah.
  6. Mendapatkan Kenikmatan Menjadi Bagian dari Ummat Rasul.
  7. Mendapatkan Pahala dari Allah yang berlipat.

Niat Puasa Sunnah setiap hari

Buat saudaraku yang sudah terbiasa melafadzkan niat tentu merasa tidak nyaman jika niat tidak diucapkan meski niat itu sah dan cukup di hati. Dengan demikian mak kami tuliskan niat puasa sunnah harian kapan saja sebagai berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym. Bismilahir rohmanir rohim. Nawaitu Shauma ghodin sunnatal lilahi ta’ala

Artinya: Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Aku Niat Puasa besok pagi sunnah karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa Sunnah 1 Muharram

Jika mau melafadzkan niat puasa 1 muharram maka lafadznya sebagai berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يَوْمَ الْأَوَّلِ مِنَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym. Bismilahir rohmanir rohim. Nawaitu Shauma ghodin yaumal awwali minal muharrami lilahi ta’ala

BACA JUGA :  Syarat Wajib Puasa Ramadhan Menurut Fiqih Dalam Fathul Qorib

Artinya: Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Aku Niat Puasa besok pagi hari pertama dari bulan muharram karena Allah Ta’ala.

Puasa Muharram
Puasa Muharram

Demikian uraian ringkas materi tentang; Puasa Muharram; Yang Dikerjakan Sejak Tanggal 1 Bolehkah? Mudah mudahan dari materi ringkas ini dapat meberikan manfaat pada kita semua. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat. Terimakasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.