Rakaat Shalat : Bilangannya Dalam Shalat Fardhu Sehari Semalam

2 min read

Rakaat Shalat Bilangannya Dalam Shalat Fardhu Sehari Semalam.jpg

Rakaat Shalat : Bilangannya Dalam Shalat Fardhu Sehari Semalam – Pada kesemptan kali ini Fiqih.co.id akan menerangkan tentang Rakaat Shalat. Keterangan ini kami sampaikan juga berdasarkan fiqih dalam madzhab Syafi’i.

Rakaat Shalat : Bilangannya Dalam Shalat Fardhu Sehari Semalam

Uraian Pasal tentang rakaat-rakaat shalat fardhu sehari semalam. Dalam Pemabahsanya kami menukilnya pada satu pasal dari Kitab Fathul-qorib.

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،  وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Para Pembaca, Kaum Muslimiin muslimat, mukminiin mukminat dan Para Santri, Rahimakumllah. Dalam pembahasan yang Jumlah Rakaat Shalat Fardhu sehari semalam ini kami sampaikan sesuai yang kami baca pada pan fiqih yang tertulis dalam Fathul qorib.

Oleh karenanya kami mohon ma’af jika uraian ini sekira tidak berkenan. Untuk lebih jelsanya mari kita baca bersama uraian berikut ini:

Jumlah Rakaat Shalat Fardhu Sehari Semalam

Sebagaiman dijelaskan satu pasal dalam fathul-qorib sebagai berikut:

فَصْلٌ): فِيْ عَدَدِ رَكَعَاتِ الصَّلَاةِ (وَرَكَعَاتُ الْفَرَائِضِ) أَيْ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فِيْ صَلَاةِ الْحَضِرِ إِلَّا يَوْمَ الْجُمْعَةِ (سَبْعَةَ عَشَرَ رَكْعَةً) أَمَّا يَوْمُ الْجُمْعَةِ فَعَدَدُ رَكَعَاتِ الْفَرَائِضِ فِيْ يَوْمِهَا خَمْسَةَ عَشَرَ رَكْعَةً)

Pasal: Menerangkan tentang bilangan rakaat-rakaat shalat.

Jumlah bilangan rakaat-rakaat shalat fardhu sehari semalam dalam shalat di rumah (bukan dalam bepergian) kecuali pada hari Jum’at itu ada 17 rakaat. Adapun pada hari Jum’at, maka Jumlah bilangan shalat fardhu yakni pada harinya itu ada 15 rakaat.

BACA JUGA :  Hukum Shalat :  Dan Pengertiannya Dalam Ilmu Fiqih

Jumlah Rakaat Shalat Fardhu Bagi Musafir

Bagi Orang yang musafir tentu jumlah rakaatnya berbeda dengan orang yang mukim. Sebagaimana dijelaskan dalam fiqih:

وَأَمَّا عَدَدُ رَكَعَاتِ صَلَاةِ السَّفَرِ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ لِلْقَاصِرِ فَإِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Artinya: Dan adapun jumlah bilangan rakaat shalat dalam keadaan bepergian dalam sehari bagi yang mengqashar (meringkas) shalatnya, maka ada 11 rakaat.

Rincian dalam Shalat Fardhu

وَقَوْلُهُ (فِيْهَا أَرْبَعٌ وَثَلَاثُوْنَ سَجْدَةً وَأَرْبَعٌ وَتِسْعُوْنَ تَكْبِيْرَةً وَتِسْعُ تَشَهُدَاتٍ وَعَشْرُ تَسْلِيْمَاتٍ وَمِائَةٌ وَثَلَاثٌ وَخَمْسُوْنَ تَسْبِيْحَةً وَجُمْلَةُ الْأَرْكَانِ فِيْ الصَّلَاةِ مِائَةٌ وَسِتَّةٌ وَعِشْرُوْنَ رُكْناً فِي الصُّبْحِ ثَلَاثُوْنَ رُكْناً وَفِيْ الْمَغْرِبِ اِثْنَانِ وَأَرْبَعُوْنَ رُكْناً وَفِيْ الرُّبَاعِيَّةِ أَرْبَعَةٌ وَخَمْسُوْنَ رُكْناً) إِلَى آخِرِهِ ظاَهِرٌ غَنِيٌّ عَنِ الشَّرْحِ

Artinya:

Perkataan mushannif, bahwa di dalam rakaat-rakaat shalat fardhu tersebut terdapat:

  1. 34 sujud.
  2. 94 takbir
  3. 9 tahiyyat
  4. 10 salam
  5. 153 bacaan tasbih

Jumlah rukun-rukun dalam shalat fardhu yang lima waktu itu ada 126 rukun dengan perincian:

  1. Untuk shalat Shubuh 30 rukun.
  2. Untuk shalat Maghrib 42 rukun.
  3. Untuk shalat bilangan rakaatnya empat 52 rukun.

Perkataan  mushannif sampai akhir itu sudah terang tidak membutuhkan penjelasan lagi.

Bagi Yang Tidak Bisa Berdiri Menunaikan Shalat Fardhu

﯁(وَمَنْ عَجَزَ عَنِ الْقِيَامِ فِيْ الْفَرِيْضَةِ) لِمَشَقَةِ تَلْحَقُهُ فِيْ قِيَامِهِ (صَلَّى جَالِساً) عَلَى أَيِّ هَيْئَةِ شَاءَ، وَلَكِنَّ اِفْتَرَاشَهُ فِيْ مَوْضِعِ قِيَامِهِ أَفْضَلُ مِنْ تَرَبُعِهِ فِيْ الْأَظْهَرِ (وَمَنْ عَجَزَ عَنِ الْجُلُوْسِ صَلَّى مُضْطَجِعاً) فَإِنْ عَجَزَ عَنِ الْاِضْطِجَاعِ صَلَّى مُسْتَلْقِياً عَلَى ظَهْرِهِ وَرِجْلَاهُ لِلْقِبْلَةِ، فَإِنْ عَجَزَ عَنْ ذَلِكَ كُلِّهِ أَوْمَأَ بِطَرْفِهِ، وَنَوَى بِقَلْبِهِ، وَيَجِبُ عَلَيْهِ اِسْتِقْبَالُهَا بِوَجْهِهِ بِوَضْعِ شَيْءٍ تَحْتَ رَأْسِهِ، وَيُوْمِىءُ بِرَأْسِهِ فِيْ رُكُوْعِهِ وَسُجُوْدِهِ، فَإِنْ عَجَزَ عَنِ الْإِيْمَاءِ بِرَأْسِهِ أَوْمَأَ بِأَجْفَانِهِ، فَإِنْ عَجَزَ عَنِ الْإِيْمَاءِ بِهَا أَجْرَى أَرْكَانَ الصَّلَاةِ عَلَى قَلْبِهِ، وَلَا يَتْرُكُهَا مَا دَامَ عَقْلُهُ ثَابِتاً، وَالْمُصَلِّي قَاعِداً لَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَلَا يَنْقُصُ أَجْرُهُ لِأَنَّهُ مَعْذُوْرٌ وَأَمَّا قَوْلُهُ ﷺ: “مَنْ صَلَّى قَاعِداً فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَائِمِ، وَمَنْ صَلَّى نَائِماً، فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَاعِدِ” فَمَحْمُوْلٌ عَلَى النَّفْلِ عِنْدَ الْقُدْرَةِ

Barangsiapa tidak mampu berdiri dalam mengerjakan shalat fardhu karena adanya hal-hal yang dirasa berat yang menyangkut keadaan berdirinya itu, maka ia boleh shalat dengan duduk sekehendaknya. Akan tetapi jika orang tersebut dengan duduk iftirasy maka itu lebih baik dari pada duduk dalam keadaan kaki bersilang. Demikian menurut pendapat yang lebih jelas.

BACA JUGA :  Shalat Jenazah : Mayit Laki-laki Dewasa dan Prakteknya

Barangsiapa tidak mampu mengerjakan shalat dengan duduk, maka shalatlah dengan tidur berbaring. Jika tidak mampu, maka shalatlah dengan terlentang di atas punggungnya (maksudnya menghadap ke atas) sedang kedua kakinya dihadapkan ke arah qiblat.

Jika orang tersebut tidak mampu mengerjakan shalat dengan segala keadaan itu, maka hendaknya memberi isyarat dengan penglihatannya dan niatlah dalam hati.

Wajib baginya menghadapkan mukanya ke arah qiblat. Adapun caranya adalah dengan meletakkan sesuatu di bawah kepalanya. Dan ketika ruku’ dan sujud hendaknya memberi isyarat dengan kepalanya. Jika tidak dapat memberi isyarat dengan kepalanya, maka hendaknya memberi isyarat dengan kelopak matanya.

Jika tidak dapat, maka cukuplah menjalankan rukun-rukun shalat itu dengan hatinya (dalam hatinya).

Jadi pokoknya orang tidak boleh meninggalkan shalat selama akalnya masih tetap sehat.

Shalat Duduk Karena Udzur

Orang yang shalat dengan duduk, maka baginya tidak wajib mengulang kembali shalatnya dan tidak pula berkurang pahalanya, karena dia dalam keadaan adanya udzur.

Adapun sabda Nabi sholallahu ‘alahi wa sallam : “Barangsiapa shalat dengan duduk, maka baginya separo (setengah) pahala orang yang shalat dengan berdiri. Barangsiapa shalat dengan tiduran, maka baginya setengah “pahalanya orang yang shalat dengan duduk”.

Sabda Nabi ini disejajarkan dengan Shalat sunnah ketika orang dalam keadaan kuasa (tidak berhalangan).

Rakaat Shalat Bilangannya Dalam Shalat Fardhu Sehari Semalam.jpg
Rakaat Shalat Bilangannya Dalam Shalat Fardhu Sehari Semalam.jpg

Bembaca yang baik hati dan yang kami banggakan kami menyarankan setelah ini untuk membaca juga link ⇒ : Perkara Yang Tertinggal Dalam Shalat : (Fardhu, Sunnah & Haiat)

Demikian Uraian kami tentang: Rakaat Shalat : Bilangannya Dalam Shalat Fardhu Sehari Semalam – Semoga bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Abaikan saja uraia kami ini jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.

BACA JUGA :  Syarat Wajib Shalat : Dalam Fiqih Itu Ada Tiga perkara