Adab Safar, Yakni Tata Tertib Bepergian Jauh yang Sebaiknya

2 min read

Adab Safar, Yakni Tata Tertib Bepergian Jauh yang Sebaiknya

Adab Safar, Yakni Tata Tertib Bepergian Jauh yang Sebaiknya – Pembaca yang kami banggakan kali ini Fiqih.co.id akan menjelaskan tentang Tata tertib untuk bepergian atau adab safar. Apabila hendak safar sebaiknya bagi kita mukminiin mestinya mengrjakan beberapa hal yang baik.

Adab Safar, Yakni Tata Tertib Bepergian Jauh yang Sebaiknya

Berhubungan dengan Tema tersebut, maka kmi akan sampiakan dalil bagaimana yang semestinya. Dan Untuk lebih rincinya dalam uraian singkat ini maka baca saja penjelasan kami di vawah ini.

Mukodimah

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى جَمِيْعِ أَصْحَابِهِ أَمَّا بَعْدُ

Puji dan Syukur senantiasa kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT, Sholawat dan Salam semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad SAW.

Adab Safar

Safar artinya adalah pergi ke luar daerah untuk tujuan tertentu. Umumnya orang malakukan adab safa itu hanya ketika hendak pergi ke tanah suci. Padahal sebaiknya setiap kita hendak pergi jauh seukuran boleh mengkosor shalat, maka seyogianya kita senantiasa berdoa kepada Allah melalui shalat. Demikan juga ketika datang dari bepergian jauh.

Jadi kertika kita hendak pergi atau dating dari bepergian sebaiknya kita tunaikan shalat dua rakaat. Setelah selesai menunaikan shalat kemudian kita panjat doa. Kita memohon kemudahan dalam perjalanan dan dijauhkan dari segala musibah. Dalam kepergian dan kepulangan minta diselamatkan kepada Allah. Dan hokum shalat safar itu adalah disuka, dianjurkan dan sunnah.

BACA JUGA :  Shalat Sunnah Fajar, Tata Cara Dan Yang Dilakukan Setelahnya

Dalil Sholat Sunnah Safar

Mengerjakan Sholat Sunnah Safar sebagaimana riwayat At-Thabarani. Yang tertulis dalam Kitab al-Adzkar:

Imam An-Nawawi memberikan pedoman rinci perihal surat yang dibaca setelah Surat Al-Fatihah dan doa setelah shalat.

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُيُسْتَحَبُّ لَهُ عِنْدَ إِرَادَتِهِ الْخُرُوْجَ أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ لِحَدِيْثِ الْمُقَطَّمِ بْنِ الْمُقَدَّامِ الصَّحَانِيِّ، رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا خَلَفَ أَحَدٌ عِنْدَ أَهْلِهِ أَفْضَلُ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يَرْكَعُهُمَا عِنْدَهُمْ حِيْنَ يُرِيْدُ سَفَرًا” رواه الطبراني

Artinya: “Seseorang ketika ingin mengadakan perjalanan dianjurkan untuk melakukan shalat dua rakaat berdasarkan riwayat sahabat Muqaththam bin Al-Miqdam RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada yang lebih utama untuk ditinggalkan seseorang untuk keluarganya selain shalat dua rakaat ketika ia ingin bepergian”. (HR At-Thabarani)”. (Kutipan dari Kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi,).

Hadits tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa jika kita hendak pergi, maka dianjurkan shalat sunnah dulu dua rakaat.

Demikian juga ketika kita pulang dari bepergian jauh sebaiknya kita kerjakan juga shalat sunnah.

Dalil Sholat Sunnah Ba’da Safar

Sebagaimana Hadits Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu, ia berkata:

خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ، فَأَبْطَأَ بِي جَمَلِي وَأَعْيَا، ثُمَّ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلِي، وَقَدِمْتُ بِالْغَدَاةِ فَجِئْتُ الْمَسْجِدَ فَوَجَدْتُهُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ. قَالَ: الآنَ حِينَ قَدِمْتَ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: فَدَعْ جَمَلَكَ وَادْخُلْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ. قَالَ: فَدَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ ثُمَّ رَجَعْتُ

Artinya: Aku pernah pergi bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada suatu peperangan. Lalu tiba-tiba untaku berjalan melambat dan kondisinya melemah. Dan ketika itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah sampai sebelumku, sedang aku baru sampai pada pagi hari. Kemudian aku pergi ke masjid dan aku mendapati beliau berada di depan pintu masjid. Beliau berkata:. ”Apakah engkau baru tiba?” Ya, jawabku.”Tinggalkan untamu, masuklah (ke masjid) dan kerjakan shalat dua rakaat”. Kata beliau. Lalu aku pun masuk (masjid) dan mengerjakan shalat kemudian aku pulang”. (Kutipan dari Shohih al-Bukhori Jilid 2 halaman 85-86 no. hadits 2097 Bab Syiro-id dawabi wal-humur)

BACA JUGA :  Shalat Isyraq : Doa, Tata Cara,Arabic, Indonesia & Terjemahnya

Ucapan Mau Pergi & Niat Sholat Safar

Sebelum Pergi kita wudhu dulu yang baik. Dan tidak mengapa jika mau, ketika kita hendak menunaikan shalat safar, terlebih dahulu kita ucapakan sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ سَأُسَافِرْ

Allahumma Inniy sa-usafir

Artinya: Ya Allah Aku mau musafir.

Kemudian kita tunaikan shalat sunnah safar dua raka’at, sebelumt akbirotul-ihrom, bagi yang bermadzhab Syafi’i dusunnahkan mengcapakan niat sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةً السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Usholli Sunnatas safar rok’ataini lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya: Saya niat sholat sunnah safar dua roka’at karena Allah Ta’ala Allahu Akbar.

Setelah sampai di kampung halaman

Jika kita sudah pulang dari bepergian jauh bersyukurlah kepada Allah yang telah melindungi kita. Allah senantiasa melindunginkita saat kepergian dan kepulangan, maka tidak salah In Syaa Alla jika kita ucapkan lafadz sebagai berikut:

الْحَمْدُ لِلّٰهِ ، يَا اللهُ قَدْ وَصَلْتُ فِيْ قَرْيَتِيْ أَشْكُرُكَ

Al-Hamdulillah Ya Allah Aku qod washaltu fi qaryatiy, Asykuruk.

Artinya: Segala Puji Bagi Allah, Ya Allah aku sudah tiba di kampung halamanku Terimakasih ya Allah.

Kemudian kita tunaikan shalat sunnah ba’da safar dua raka’at, sebelum takbirotul-ihrom, bagi yang bermadzhab Syafi’i dusunnahkan mengcapakan niat sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةً مِنَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Usholli Sunnatas minas safar rok’ataini lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya: Saya niat sholat sunnah dari bepergian dua roka’at karena Allah Ta’ala Allahu Akbar

Surat yang dibaca

Mengutip saran sebagian ulama, Imam  An-Nawawi menyebutkan sebagai berikut:

  • Pada rakaat yang pertama, Setelah Al-Fatihah baca Surat Al-Kafirun.
  • Pada rakaat kedua, Setelah Al-Fatihah baca Surat Al-Ikhlas.
  • Namun ulama lain, kata Imam An-Nawawi, menganjurkan.
  • Pada rakaat pertama, Setelah Al-Fatihah adalah Surat Al-Falaq.
  • Kemudian Pada rakaat kedua, Setelah Al-Fatihah adalah An-Nas.
BACA JUGA :  Ratib Haddad : Wirid Rutin yang sangat baik jika diamalkan

Kesimpulan

  1. Adapun Tata tertib atau adab safar yang sudah kami uraikan di atas secra ringkas maka dalam kesimpulannya adalah:
  2. Disunnahka setiap mau safar bersuci terlebih dahulu.
  3. Tunaikan Shalat Sunnah dua raka’at.
  4. Berdoa kepada Allah setelah shalat.
  5. Dulukan menlangkah dengan kaki yang sebelahkanan
  6. Ucapkan kata pasrah seperti Bismillahi Aamantu billahi Tawakkaltu ‘alallah La haula wa la quwwata illa billah.
  7. Ketika Pulang, Sebelum masuk rumah, ke Masjid terlebih dulu.
  8. Tunaikan Shalat Sunnah ba’da safar dua raka’at setelah tahiyatal masjid jik itu di masjid, apabila bukan maka tidak perlu.
  9. Berdoa setelah shaalat.
Adab Safar, Yakni Tata Tertib Bepergian Jauh yang Sebaiknya
Adab Safar, Yakni Tata Tertib Bepergian Jauh yang Sebaiknya

Demikianlah Penjelasan Fiqih.co.id menegnai Adab Safar, Yakni Tata Tertib Bepergian Jauh yang Sebaiknya  Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Abaikan Penjelasan ini jika pembeca tidak sependapat. Terimakasih atas kunjungannya. Wallahu a’lam.