Keutamaan Laitul Qadar, Shalat, Amalan dan Dali-dalinya

Keutamaan Laitul Qadar, Shalat, Amalan dan Dali-dalinya – Kali ini Fiqih.co.id akan membahas tentang Keutamaan malal Lailatul-Qadar. Dalam Pembahasan kali ini kami akan jelaskan secara ringkas yang mudah difahami.

Daftar Isi

Keutamaan Laitul Qadar, Shalat, Amalan dan Dali-dalinya

Mengnai Keutamaan Lailatul-Qadar ada banya dalil-dali menearngkan tetntang keistimewaannya. Dan utnuk lebih jelasnya, maka sebaiknya baca uraian di bawah ini sampai selesai.

Mukodimah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحِيْمِ  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِـمِيْنَ ؛ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

Puji dan Syukur Senantiasa kita panjatka ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Shalawat dan Salam semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad ﷺ. Pembaca yang kami banggakan baiklaah berikut ini kami akan sampaikan tentang Keutamaan lailatul-Qadar.

Keutamaan Lailatul Qadar

Kita sudah sama memaklumi In Syaa Allah, tentang keutamaan Lailatul-Qadar. Bahwa barang siapa yang bisa bertepatan ibadahnya dengan malam Lailatul-Qadar, maka ia akan mendapatkan pahala sebanding dengan 1000 bulan. Allah Subhananhu wa Ta’ala Berfirman . :

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?, Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Tafsir Tentang Lailatul-Qadar

Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan: “Ketika malam kemuliaan itu menyerupai ‘ibadah selama seribu bulan, maka ditegaskan di dalam kitab ash-Shahihain Dan dari Abu Hurairah bahwa Rsulullah SAW bersabda:

مَنۡ قَامَ لَيۡلَةَ الۡقَدۡرِ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ

Artinya: “Barang Siapa yang bangun untuk mendirikan Shalat pada malam Lailatl-Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan akan pahala, maka akan dibrerikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang telah lalu”.

Tentang Rakaat Shalat Lailatul Qadar

Memang tentang jumalah raka’atnya tidak disebutkan, ada yang mengatakan dua roka’at ada pula yang mengatakan empat roka’at. Wallahu’alam, yang terpenting niatkanlah ibadah pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan ini semata-mata hanya mengharap ridho Allah SWT, apapun yang kita amalkan baik Shalat, baca qur’an, bersholawat, bertasbih, Shalat dll.

Dalil Shalat Lailatul Qadar

Dalam Shahih al-Bukhori jilid 2 halaman 37 dalam Bab (6)disebutkan:

وَقَالَتۡ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: (يُبۡعَثُونَ عَلَى نِيَّاتِهِمۡ

Artinya: Dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Mereka akan dibangkitkan sesuai niat-niat mereka”.

Pahala Shalat Lailatul-Qadar

Mengenai pahala shalat sunnah pada malam kemuliaan yakni malam lailatul-Qadar disebutkan juga dalam Hadits no. 1901 sebagai berikut:

١٩٠١ – حَدَّثَنَا مُسۡلِمُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ قَامَ لَيۡلَةَ الۡقَدۡرِ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ، وَمَنۡ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ).  طرفه في: ٣٥

Artinya: 1901. Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: Hisyam menceritakan kepada kami:.  Yahya menceritakan kepada kami, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Siapa saja yang salat pada malam lailatul Qadar karena iman kepada Allah dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan siapa saja yang berpuasa Ramadan karena iman kepada Allah dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni”.

Lailatul-Qadar dalam Riyadhush-sholihiin

Dalam Kitab Riyadhus-Sholihin halaman 302. No. Hadits 1186 tertulis sebagai berikut:

وَعَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ قَامَ لَيۡلَةَ الۡقَدۡرِ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ، وَمَنۡ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ) متفق عليه

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Siapa saja yang shalat pada malam lailatul Qadar karena iman kepada Allah dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. Dan siapa saja yang berpuasa Ramadan karena iman kepada Allah dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Lailatul Qadar Dalam Babul Manan

Dalam Kitab Babul-Minan atau Kitab Parukunan Sunda halaman  51 beliau Muhammad hasan Bashri bin Abdullah menuliskan :

ڠَنْدِيْكَا إِمَامْ الْغَزَالِي جٓڠْ نُوْ سَيْجَيْنَ سَتٓمٓنَا كَلَاكُوَانْ ڮٓسْ كَۑَهَوْوَانْ لَيْلَةُ الْقَدَرْ تِيْ أَوَلْ رَمَضَانْ اَوْڮَيْ ۑَاَيْتَ لَمُوْنْ اَوَلْ رَمَضَانْ نِڠْڮَڠْ دِفَوْوَيْ رَبَوْعْ لَيْلَةُ الْقَدَرْنَا اَيْتَ مَالَمْ سَلَفَنْ لِيْكُوْرْ، جٓڠْ لَمُوْنْ اَوَلْ رَمَضَانْ نِڠْڮَڠْ دِفَوْوَيْ اِثْنَيْنْ مَكَ اِيْتَ لَيْلَةُ الْقَدَرْنَا اَيْتَ مَالَمْ سَلِكُوْرْ، جٓڠْ لَمُوْنْ اَوَلْ رَمَضَانْ نِڠْڮَڠْ دِفَوْوَيْ ثَلَاثَ اَتَوَا جُمْعَةْ مَكَ لَيْلَةُ الْقَدَرْنَا اَيْتَ دِنَا مَالَمْ تُوْجُهْ لِكُوْرْ، جٓڠْ لَمُوْنْ اَوَلْ رَمَضَانْ نِڠْڮَڠْ دِفَوْوَيْ خَمِيْس  مَكَ لَيْلَةُ الْقَدَرْنَا اَيْتَ دِنَا مَالَمْ لِمَا لِكُوْرْ، جٓڠْ لَمُوْنْ اَوَلْ رَمَضَانْ نِڠْڮَڠْ دِفَوْوَيْ سَبْتُ  مَكَ لَيْلَةُ الْقَدَرْنَا اَيْتَ دِنَا مَالَمْ تِيْلُوْ لِكُوْرْ، جٓڠْ ڠَنْدِيْكَا شَيْخْ أَبُوْ الْحَسَنْ، كَوُلَا تِيْ مِمِتِ بَالِغْ نٓفِي كَااَيٓنَا هٓنْتٓ لُوْفُوْةْ كَا كَوُلَا لَيْلَةُ الْقَدَرْ كُوْ ڠَمَلْكٓنْ اِيٓ قَعِيْدَهْ اَنُوْ ڮٓسْ كَاچَرِيْتَا، (باب المنن، صحيفة : ٥١

Artinya: Imam Al-Gozali dan yang lainnya berkata: Sesungguhnya hal itu sudah ketahuan lailatul Qadar dari mulai awal Ramadhan juga. Yaitu apabila awal Ramadhan itu jatuh pada hari Rabu, Lailatul-Qadarnya itu pada malam 29. Dan apabila awal Ramadhan itu jatuh pada hari Senin maka Lailatul-Qadarnya itu pada malam 21. Dan apabila awal Ramadhan itu jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul-Qadarnya itu pada malam 27. Dan apabila awal Ramadhan itu jatuh pada hari Kamis maka Lailatul-Qadarnya itu pada malam 25. Dan apabila awal Ramadhan itu jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul-Qadarnya itu pada malam 23. Syekh Abul-Hasan Beliau berkata: “Saya dari semenjak Balig sampai sekarang Lailatul Qadar tidak pernah lepas kepada saya disebabkan saya mengamalkan qa’idah ini yang telah tercerita” (Babul-Minan Atau Parukunan Sunda Halaman : 51)

Inti Uraian teentang Lailatul-Qadar

Jika mencermati uraian di atas maka sudah cukup bisa difahami untuk memperkirakan “Lailatul-Qadar” namun demikian kami Fiqih.co.id tetap tidak bisa memastikan sebab kesemuanya itu adalah rahasiah Allah Ta’ala.

Menurut Fiqih.co.id, sebaiknya jika hendak melakukan, maka kerjakan saja mulai malam tanggal 21 s/d malam 29 atau 30 setiap malam. Kami meyakini bahwa Allah maha menerima dengan segala kebaikan. Jadi semakin banyak amal shalih yang kita ‘amalkan In Syaa Allah harapan semakain baik. Wallahu Muwaffiq.

Jumlah Roka’at Laitul Qadar

Dan ditulis juga dalam Kitab Babul Manan Niat Shalat Sunnah Lailatul Qadar Seperti ini:

أُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةَ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Artinya: “Saya niat Shalat Sunnah Lailatul-Qadar empat Roka’at Karena Allah Ta’ala Allahu Akbar”

Apa bila kita membaca tulisan tersebut berarti Shalat Lailatul Qadar dilakukan sebanyak empat raka’at. Manurut Kami Fiqih.co.id untuk perakteknya tentunya adalah empat rakaat dua kali salam. Sebab Shala sunnah yang dikerjakan pada malam hari itu dua raka’at-dua raka’at.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صلاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى

Artinya: Shalat Sunnah malam itu dua roka’at dua roka’at.

Demikian juga Madzhab Jumhur Ulama berpendapat bukan hanya Shalat malam, Shalat sunah siang hari pun dua roka’at dua roka’at:

صلاةُ اللَّيلِ والنَّهارِ مَثْنَى مَثْنَى (رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ)  (١)، وهذا مذهبُ الجمهور: المالِكيَّة  (٢)، والشافعيَّة  (٣)، والحَنابِلَة  (٤)، وهو قولُ داودَ الظاهريِّ

Artinya: Shalat Sunnah malam dan siang itu dua-dua (maksudnya dua roka’at- dua roka’at) ini dalah madzhab jumhur ulama yaitu: al-Malikiyah, as-Syafi’iyah dan al-Hanabilah, itu adal qaul Daud Adz-Dzahiri.

Surat Yang Dibaca

Adapun Bacaan suratan Shalat Lailatul-Qadar kami mengutip dari Babul-Manan Halama 52 langsung kami alih bahasakan ke bahasa Indonesia diterangkan sebagai berikut:

“Maka Ayat yang dibaca setelah Fatihah pada Roka’a pertama adalah “Al-Hakumut-Takatsur” sampai akhir, dan “ Qul-Huwallahu ahad” tiga kali terus menerus. Keterangan selanjutnya dikutip dari Kitab Najhatul-Majalis dari Rasulullah ﷺ, : “Pada malam Lailatul Qadar perbanyak membaca:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Dan baca Dzikir empat ratus kali dzikirnya sepeerti ini :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan Baca Tasbih dua ratus kali:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحْمَدْهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Perbanyak Istighfar dan bertaubat serta perbanyak Sholawat.

Keutamaan Laitul Qadr, Shalat, Amalan dan Dali-dalinya
Keutamaan Laitul Qadr, Shalat, Amalan dan Dali-dalinya

Demikian Ulasan Ringkas tentang Keutamaan Laitul Qadar, Shalat, Amalan dan Dali-dalinya Semoga bermanfaat bagi yang mau mengamalkannya. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.