Mandi Wajib : Apa yang dimaksud dengan perihal tersebut?

Mandi Wajib : Apa yang dimaksud dengan perihal tersebut?Pembaca yang kami banggakan dalam kesempatan ini Fiqih.co.id akan menerangkan tentang pengertian mandi wajib. Dan dalam Pembahasan kami kutip keterangnnya dari fiqih madzhab syafi’i.

Daftar Isi

Mandi Wajib : Apa yang dimaksud dengan perihal tersebut?

Mandi wajib adalah mandi yang di wajibkan oleh Syara’, yang melakukannya adal wajib. Dan apabila seseorang yang sudah berada diposisi wajib mandi, maka apabila tidak melakukannya tentu dia berdosa.

Mukadimah

بِسْمِ اللهِ الرّحمن الرّحيم السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ. الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ مَنْ لَّا نَبِيَ بَعْدَهُ. أَسْتَغْفِرُ اللهَ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِالله وَ بَعْدُ

Para muhiibbiin yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala. Segala Puji bagi Allah. Sholawat salam atas Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita semua baik kami sebagai penulis, demikian juga antum semua yang membaca artikel ini senantiasa dalam lindungabn-Nya. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin. Baiklah kita langsung saja pada uraian sesuai tema di atas sebagai berikut;

Mandi Wajib

Mandi artinya adalah mengalirtkan air ke seluruh badan. Sedangkan “Wajib” ialah sesuatu hal yang harus dilakukan. Jika tidak melakukannya tentu ada sangsinya.

“Mandi wajib” menurut ketentuan syara’ Artinya; Mandi yang harus dikerjakan akibat telah mengerjakan sesuatu, atau terkena oleh penyebab yang mewajibkan mandi.

Dan bagi seseorang yang telah diwajibkan mandi menurut syara’, lalu kemudian tidak melakukannya maka sholatnya tidak diterima oleh Allah meskipun dia telah berwudhu secara sempurna.

Dan jika seorang muslim sholatnya tidak sah, maka semua amalan-amalan sholih lainnya sangat diragukan nanti pada yaumil hisab.

Kemudian apa saja syarat supaya sahnya mandi wajib tersebut? Tampa basa basi langsung saja kita sampaikan jawabannya.

Syarat sahnya mandi wajib

Mandi wajib dinyatakan tidak sah apabila belum terpenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan menurut syara’.

Dan baru dinyatakan sah dan bersih dari hadats besarnya jika ketentuannya sudah dipenuhi.

Adapun beberapa ketentuan sahnya mandi wajib ialah;

  1. Airnya harus bersih dan tidak musta’mal (yakni bekas dipakai untuk menghilangkan hadats), kecuali air yang sudah mencapai 2 kulah. dan Jika tidak menemukan air yang dibolehkan oleh syara’, maka beralih ke tammum.
  2. Harus terpenuhinya beberapa fardhunya mandi wajib.

Fardhunya mandi wajib

Adapun Fardhunya Mandi Wajibitu ada tiga iaitu:

  1. Niat.
  2. Menghilangkan najis, jika memang pada badan orang yang mandi itu terdapat najis.
  3. Meratakan air ke seluruh rambut dan kulit (seluruhbadan).

Demikian itu diterang dalam Taqrib sebagai berikut;

وَ فَرَائِضُ الْغُسْلِ ثَلَاثَةُ اَشْيَاءَ، النِيَةُ، وَاِزَالَةُ النَّجَاسَةِ اِنْ كَانَتْ عَلَى بَدَنِهِ، وَاِيْصَالُ الْمَاءِ اِلَى جَمِيْعِ الشَّعَرِ وَالْبَشَرَةِ

Yang artinya: dan adapun beberapa fardhunya mandi itu adalah tiga perkara, iaitu;

  1. Niat.
  2. Menghilangkan najis bila di badannya terdapat najis.
  3. Mengalirkan air ke seluruh badan sampai menembus kulit.

Pengertia Niat

Dalam masalah niat ini terdapat perbedaan. Ada yang harus diucapkan, ada yang sunnah diucapkan dan ada pula yang tidak perlu mengucapkannya.

Pada artikel ini penulis memilih pada yang mensunnahkan talafudz bin-niat yakni sunnah mengucapkan niat.

Sedangkan wajibnya niat itu harus ada pada hati yang bersangkutan.

Wajib hukumnya niat tersebut dibarengkan dengan awal dibanjurkannya air ke ba    dan baik dimulai dari atas maupu dari bawah tergantung keadaannya.

Jika niat tersebut baru dilakukan setelah mengalirkan air ke permulaan yang dibasuh maka wajib hukumnya menglangi.

Denikian ini diterangkan dalam fathul qorib sebagai berikut;

وَتَكُوْنُ النِّيَةُ مَقْرُوْنَةً بِاَوَّلِ الْفَرْضِ وَهُوَ اَوَّلُ مَا يُغْسَلُ مِنْ اَعْلَى الْبَدَنِ اَوْ اَسْفَلِهِ فَلَوْنَوَى بَعْدَ غُسْلِ جُزْءٍ وَجَبَ اِعَادَتُهُ 

Niat tersebut harus dibaca berbarengan dengan permulaan fardhu, yaitu permulaan sesuatu yang dibasuh dari arah bagian atas badan atau bagian arah bawahnya. Seandainya orang itu niat sesudah membasuh sebagian (anggauta badan) maka wajib mengulangi pembasuhan sebagian anggauta badan tersebut.

Lafadz Niat Mandi Wajib

Melafadzkan niat  itu boleh dengan bahasa daerah masing-masing. Akan tetapi alangkah lebih baiknya lafdznya disamakan dalam satu bahasa iaitu bahasa arab.

Mandi wajib itu ada banyak penyebabnya. Jika penyebabnya karena hub pasutri, maka yang bersangkutan adalah junub.

Adapun lafadznya adalah sebagai berikut;

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنْ جَمِيْعِ الْبَدَنِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Bismillahir rohmanir rohiim: Nawaitul-Ghusla Lirpf’il hadatsil akbari ‘an jami’il badani fardhol lillahi ta’ala

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Aku niat mandi karena untuk menghilangkan hadats yang lebih besar dari seluruh badan fardhu karena Allah.

Atau seperti berikut

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Bismillahir rohmanir rohiim: Nawaitul-Ghusla Lirpf’il hadatsil janabati fardhol lillahi ta’ala

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats janabat fardlu karena Allah.

Selain dari fardhunya mandi tersebut juga masih ada sunnah sunnahnya yang mesti antum ketahui.

Untuk mengetahuinya silahkan antum klik pada link ini: ⇒ Fardunya Mandi

"<yoastmark

Demikian Uraian kami tentang Mandi Wajib : Apa yang dimaksud dengan perihal tersebut? Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraia kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ