Miqat Makani, Bagi Jamaah Haji Ada Lima Tempat Perlu Faham

Miqat Makani, Bagi Jamaah Haji Ada Lima Tempat Perlu Faham  – Perkara ini sangat penting untuk dipelajari dan difahami oleh semua jamaah haji. Assalaamu ’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh. Dhuyfur Rahman Para Tamu Allah yang dirahmati Allah ‘azza wa jalla. Pada halam ini fiqih.co.id akan menuliskan Materi mengenai Beberapa Beberapa Miqat Makani.

Dalam pelaksanaan ibadah haji yang sudah kita baca pada materi sebelumnya. Miqat adalh tempat kita memulai mengucapkan niat Umrah atau haji dan sudah menganakan kain ihram.

Pada Materi ini kami sampaikan penjelasan secara singkat saja mengutip dari fiqih haji. Isi materi pada halaman ini khusus mengenai beberapa miqat Adapun penjelasan singkatnya silahkan jamaah baca di bawah ini.

Daftar Isi

Miqat Makani, Bagi Jamaah Haji Ada Lima Tempat Perlu Faham

Yang dimaksud dengan kata “Miqat” pengertiannya ialah batas waktu dan tempat bagi dimulainya ibadah haji. (artinya; batas yang telah ditetapkan).

Jika melintasi miqat, seseorang yang ingin menunaikan ibadah haji ia perlu mengenakan kain ihram dan memasang niat. Jamaah mdari tempat itu setelah mengenakan kain ihram lalu kemudian mereka melafdzkan niat.

Makani adalah batas waktu dan tempat yang ditentukan berdasarkan pada tempat. Pada kesempata ini kita akan membahas secara singkat mengenai beberapa miqat makani. Silahkan antum baca uraian singkatnya di bawah in.

Miqat Makani

Penduduk Makkah miqat makaninya adalah rumah masing masing desa yang mereka tempati, yakni mereaka berdomisili di desa tersebut. Sedangkan jamaah haji miqat makaninya adalah dari tempat tinggal sementara yang mereka tempati atau dari hotel masing-masing.

Diterangkan dalam fiqih haji sebagai berikut;

وَأَمَّا غَيْرُ الْمُقِيْمِ بِمَكَّةَ فَإِنْ كَانَ مَنْزِلُهُ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَوَاقِيْتِ الشَّرْعِيَّةِ فَمِيْقَاتُهُ الْقَرْيَةُ الَّتِيْ يَسْكُنُهَا أَوْ الْحَلَةُ الَّتِيْ يَنْزِلُهَا الْبَدَوِيُّ وَإِنْ كَانَ مَنْزِلُهُ وَرَاءَ الْمَوَاقِيْتِ فَمِيْقَاتُهُ الْمِيْقَاتُ الَّذِيْ يَمُرُّ عَلَيْهِ

Artinya: Dan Adapun orang yang tidak bermukim di Makkah, jika rumahnya di antara Makkah dan Miqat-Miqat yang telah ditentukan oleh agama. maka Miqatnya ialah desa yang ia tempati, atau perdukuhan yang dihuni oleh orang-orang Badui. Jika rumahnya di belakang Miqat-Miqat yang telah ditentukan oleh agama, maka Miqatnya ialah Miqat yang dilewati.

Miqat makani Ada Lima

Seperti yang sudah kita baca dalam fan fiqih haji diterangkan dalam bahasa arabnya seperti ini;

وَالْمَوَاقِيْتُ خَمْسَةٌ: أَحَدُهَا: ذُوْ الْحُلَيْفَةَ، وَهُوَ مِيْقَاتُ مَنْ تَوَجَّهَ مِنَ الْمَدِيْنَةِ الشَّرِيْفَةِ وَهُوَ عَلَى عَشْرِ مَرَاحِلٍ مِنْ مَّكَّةَ، وَالثَّانِي الْجُحْفَةُ، وَهُوَ مِيْقَاتُ الْمُتَوَجِّهِيْنَ مِنَ الشَّامِ وَمِصْرٍ وَالْمَغْرِبِ، وَالثَّالِثُ يَلَمْلَمٌ، وَهُوَ مِيْقَاتُ أَهْلِ الْيَمَنِ، وَالرَّابِعُ قَرْنٌ بِإِسْكَانِ الرَّاءِ الْمُهْمَلَةِ، وَهُوَ مِيْقَاتُ الْمُتَوَجِّهِيْنَ مِنْ نَجْدِ الْحِجَازِ. وَهَذِهِ الْأَرْبَعَةُ نَصَّ عَلَيْهَا رَسُوْلُ للهِ ﷺ، قَالَ فِيْ أَصْلِ الرَّوْضَةِ : بِلَا خِلَافٍ

وَالْمِيْقَاتُ الْخَامِسُ ذَاتُ عِرْقٍ، وَهُوَ مِيْقَاتُ الْمُتَوَجِّهِيْنَ مِنَ الْعِرَاقِ وَخُرَاسَانَ، وَهَذَا مَنْصُوْصٌ عَلَيْهِ كَالْأَرْبَعَةِ عِنْدَ الْأَكْثَرِيْنَ، وَقِيْلَ بِإِجْتِهَادِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، إِذَا عَرَفْتَ هَذَا فَمَنْ جَاوَزَ مِيْقَاتَهُ وَهُوَ مُرِيْدُ لِلنُّسُكِ وَأَحْرَمَ دُوْنَهُ حُرِمَ عَلَيْهِ وَلَزِمَهُ دَمٌ. [رواه مسلم وغيرهم هذا من كفاية الأخيار] وَهُوَ شَاةٌ جَذْعَةٌ ضَأْنٌ أَوْ ثَنِيَةُ مَعْزٍ لِأَنَّهُ يَلْزِمُهُ الْإِحْرَامُ مِنَ الْمِيْقَاتِ فَلَزِمَهُ بِتَرْكِهِ دَمٌ

Miqat Makani Terjemahan bahasa Indonesia

Dan Adapun Miqat Makan itui ada lima:

  1. (DziI-Hulaifah : Bagi yang datang dari arah Madinah yang Jaraknya ada sepuluh Marhalah dari Makkah.
  2. Juhfah : Untuk Miqatnya orang yang datang dari kota Syam (Syria), Mesir dan Maghrib.
  3. Yalamlam: Untuk Miqatnya orang yang datang dari Yaman.
  4. Qarn: Untuk Miqatnya orang yang datang dari Nejed, yakni Nejed Hijaz.  Empat Miqat ini, oleh Rasulullah shollallahi ‘alaihi wa sallam., telah dinash. Imam Nawawi berkata di dalam kitab asal Ar Raudhah, tanpa khilaf.
  5. Dzatu ‘Irqin: Untuk Miqatnya orang yang datang dari Iraq dan Khurasan.

Miqat yang kelima ini juga telah dinash oleh Nabi shollallahi ‘alaihi wa sallam seperti halnya empat Miqat di muka, menurut kebanyakan Ulama.

Ada yang mengatakan, bahwa Miqat kelima ini menurut ijtihad ‘Umar r.a.  Jika kamu sudah tahu keteranganku ini, maka barangsiapa yang melewati batas Miqat, sedangkan ia hendak menjalankan nusuk, lalu ia berihram setelah melampaui Miqat, orang itu berdosa dan wajib membayar dam, yaitu seekor kambing yang berupa kambing domba atau kambing kibas yang sudah puwel (atau kambing jawa, yang sudah berumur dua tahun dan tumbuh giginya), sebab mestinya orang itu harus ihram dari Miqat.

Pentup

Para pembaca yang budiman dan baik hati semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada kita Aamiin. Untuk lebih terangnya lagi mengenai permasalah miqat makani ini sebaiknya pelajari lagi dari berbagai pandangan empat madzhab. Artikel ini hanya sekilas saja jadi dengan membaca artikel ini saja tidak cukup.

Dan kami fiqih.co.id tetap menyarankan kepada semua jamaah calon haji kiranya tetap semangat mengikuti manasik haji yang dibimbing oleh para pembimbing haji profesional bersertifikat. Dan bertanyalah kepada ahli fiqih di bidang haji agar tidak salah memahami. Dan nanti setelah wuquf di Arafah lanjut ke Muzdalifah terus mabit kemudian lanjut ke ; Mabit di Mina

Miqat Makani
Miqat Makani

Demikian ringkasan materi yang dapat kami sampaikan mengenai; Miqat Makani, Bagi Jamaah Haji Ada Lima Tempat Perlu Faham – mudah mudahan materi ini sedikit bisa membantu. Mohon bagi jamaah yang kurang sependapat dengan materi ini kiranya untuk diabaikan saja. Kami menuliskan materi ini hanya menyiapkan saudara kami yang memang benar benar memerlukan. Materi ini juga bisa dijdaikan sebagai bahan Pemateri Manasik haji bagian fiqih haji. Terimakasih atas kinjungannya. Wallahul muwaffiq ila aqwamith thoriq.