Niat Ihrom Isytirath ; Yaitu Niat Ihrram Bersyarat Karena Khawatir terhalang

Niat Ihrom Isytirath ; Yaitu Niat Ihrram Bersyarat Karena Khawatir terhalang Ihram Isytirath ini niatnya ada tambahan dengan kata in habasani habisun. Dengan demikian maka Pada Artikel ini fiqih.co.id  akan menuliskan secera rigkas Sesuai dengan kutipannya. Dan Ini Kami kutip dari beberapa pan fiqih haji.

Daftar Isi

Niat Ihrom Isytirath ; Yaitu Niat Ihrram Bersyarat Karena Khawatir terhalang

Seperti  yang akan kita bahas pada halaman ini yaitu mengenai niat ihrom umrah yang biasa dilafaszkan. Niat di sini adalah merupakan rukun, dan tidak bisa diganti dengan dam apapun. Namun ada juga hal yang tidak kalah pentingnya mengenai niat ihram istirath.

Niat Ihrom Isytirath

Apa itu niat ihram isytirath? Begini penjelasannya;

Ihram isytirat yaitu ihram yang disertai dengan syarat akan membatalkan ihram haji atau umrahnya, ketika terhalang oleh suatu masyaqqah atau kesulitan.

Menurut Ibnu Oudamah dalam kitab al-Mughni, menyebutkan dua manfaat dari ihram isytirat sebagai

berikut :

ويفيد هذ الشرط شيئين : احدهما انه اذا عاقه عائق من عدو او مرص او ذهاب نفقة, ونحوه ان له التحلل. و الثانى انه متى حل بذالك فلا دام عليه ولا صوم

Artinya : Ada dua faedah atau manfaat yang diperoleh dari ihram isytirat ini : pertama apabila jamaah yang sedang ihram ini terhalang karena ada musuh, atau sakit, atau kehilangan perbekalan dan harta atau sejenisnya, maka dia bisa tahallul.

Kedua, ketika dia tahallul dalam kondisi ihram isytirat, maka baginya tidak dikenakan dam dan tidak juga puasa. (Ilbn Qudamah, al-Mughni, juz 5, hlm. 92-93).

Niat isytirath

Niat isytirath ini sebagaimana perintah Nabi saw kepada Dhuba’ah binti Zubair dalam Hadis Riwayat

Bukhari dan Muslim, sebagai berikut:

عَنْ عَائْشَةَ رَضِيَ اللَهُ عَنْهَا قَالَتْ: دَخَلَ النّبيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ عَلَى ضُبَاعَةَ بنْتُ الزُبَيْرٍ بْنِ عَبْدٍ الْمُطَالِبٍ فَقَالَتْ: يا رَسُولَ الله إنِّي أَريدُ الحَجَّ وَأنَا شَاكِيَةٌ فَقَالَ النّبيُّ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلْمّ : حُجّي وَاشْتَرْطِي أنَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِيْ

Artinya : Dari Aisyah radliallahu ‘anha, ia berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke rumah Dluba’ah binti Zubair bin Abdul Muthalib. Lalu Dluba’ah pun berkata, “Ya Rasulullah, aku bermaksud hendak menunaikan ibadah haji, tetapi aku sakit, bagaimana itu?”  Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Hajilah dan syaratkan dalam niatmu akan tahallul (berhenti) jika tak sanggup meneruskannya karena sakit. (HR Bukhari no.5089 – Muslim no. 1207)

Keterangan Hadits

Hadist ini menjadi dalil yang berpendapat memperbolehkan berr-isytirat seperti Umar bin Khattab, Ali bin Abi Talib, Ibnu Mas’ud, dan sahabat-sahabat lain, diikuti oleh sebagian tabiin seperti Imam Ahmad, Ishaq, Ibn Tsaur, dan Mazhab Syafi’i dan Hanbali. (lbnu Hazmin, al-Muhalla, Beirut: Dar al-Fikr 1981 M), Juz. VII, hlm. 113-117.)

Para fuqaha berbeda pendapat tentang hukum isythirat ini, yaitu:

mazhab Syafi’i menyatakan jawaz (diperbolehkan):

mazhab Hambali menyatakan mustahab:

mazhab Hanafi dan Maliki menyatakan makruh.

Ibnu Hazm menyatakan wajib. (Sa’id Bin Abdul Oadir Basyanfar, al-Mughni fi Figh al-Hajj wa al Umrah, cet. 12, (Dar Ibn Hazm, 2012) him. 88).

Niat umrah disertai isytirat sebagai berikut:

لَبَيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً فَإِنْ حَبَسَنِيْ حَابِسٌ لَبَيْكَ اللَّهُمَّ فَمَحِلِّيْ حَيْثُ حَبَسَنِيْ

Artinya: Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah. Tetapi jika aku terhalang oleh sesuatu, ya Allah, maka aku akan ber-tahallul di tempat aku terhalang itu.

Lengkapnya Niat Ihrom Umrah Isytirath

Adapun lengkapnya lafadz niat tesebut adalah sebagai berikut:

لَبَيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً فَإِنْ حَبَسَنِيْ حَابِسٌ لَبَيْكَ اللَّهُمَّ فَمَحِلِّيْ حَيْثُ حَبَسَنِيْ، لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَاشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَاشَرِيْكَ لَكَ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ إنِّيْ أسْئَلُكَ رِضَاكَ  وَالْجَنَّةَ  وَأعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ رَبَّنَا ءَاتِنَافِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، اللَّهُمَّ اِنِّيْ اُحَرِّمُ نَفْسِيْ مِنْ كُلِّ مَا حَرَّمْتَ  عَلَى الْمُحْرِمِ فَارْحَمْنِيْ يَاأرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Niat Ihrom Isytirath
Niat Ihrom Isytirath

Demikian Materi tentang ; Niat Ihrom Isytirath ; Yaitu Niat Ihrram Bersyarat Karena Khawatir terhalang semoga saja materi yang sesingkat ini dapat difahami oleh para pembaca. Mohon abaikan saja bila dalam materi tersebut tidak sefaham dengan para pembaca. Terimaksih kami ucapka atas kunjungannya.