Nama Pintu Surga Berdasarkan Dalil Hadits Nabi

Nama Pintu Surga Berdasarkan Dalil Hadits Nabi – Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuh. Para ikhwan fillah sekailian Rohimaniy wa iyyakumullah ajma’in Amiin. Pada kesempata kali ini fiqih.co.id akan memberika stu Materi tentang; nama-nam pintu syurga.

Daftar Isi

Nama Pintu Surga Berdasarkan Dalil Hadits Nabi

Nama pintu syurga ini sebaiknya kita sebagai ummat muslim dapat menghafalnya. Dan apa saja namanya, kemudian siapakah yang akan memasuki pintu-pintu tersebut?.

Jika antum para santri atau para pelajar ingin mengetahuinya, baik kita akan menjawabny melalui tulisan di bawah ini, maka bacalah hingga selesai.

Mengetahui Pintu Syurga

Sebelumny kita juga tidah tahu nama pintu syrga da nada berapa jumlahnya?. Namun setelah membuka dalam salah satu kitab di sana diterangkan pada sebuah hadits sebagai berikut;

Disebutkan dalam hadits radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

فِي الجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لا يَدْخُلُهُ إلَّا الصَّائِمُونَ 

الراوي : سهل بن سعد الساعدي المحدث : البخاري;  الرقم: ٣٢٥٧

Artinya; “Di dalam syurga itu ada delapan pintu, diantara delapan pintu tersebut ada yang dinamakan dengan nama pintu ar-Rayyan. Tidak ada yang bisa memasuki pintu ar-Rayan ini kecuali orang-orang yang berpuasa” (HR. Sahl bin Sa’ad As Sa’idi. Hadits al-Bukhari no. 3257).

Nama Pintu Surga ar-Rayan

Kemudian dalam redaksi yang lain tentang pintu ar-Rayan ini haditsnya sebagai berikut;

وعن سهلِ بنِ سعدٍ عن النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إِنَّ فِي الجَنَّة بَابًا يُقَالُ لَهُ: الرَّيَّانُ، يدْخُلُ مِنْهُ الصَّائمونَ يومَ القِيامةِ، لاَ يدخلُ مِنْه أَحدٌ غَيرهُم، يقالُ: أَينَ الصَّائمُونَ؟ فَيقومونَ لاَ يدخلُ مِنهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فإِذا دَخَلوا أُغلِقَ فَلَم يدخلْ مِنْهُ أَحَدٌ متفقٌ عَلَيْهِ

Artinya; Dri Sahl bib Sa’ad dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda; “Di dalam syurga itu ada pintu yang dinamai dengan ar-Rayan. Dari pintu ar-Rayan itu orang-orang yang berpuasa pada hari qiyamat akan memasukinya, dan tidak ada yang bisa memasuki pintu tersebut seorang pun selain mereka.

Dikatakan mana orang-orang yang puasa?, lalu kemudian mereka berdiri, tidak ada yang bisa memasuki pintu ar-Rayan seorang pun selain orang-orang yang puasa ”.

Siapa yang Bebas Masuk di antara Pintu Surga yang delapan

Dari Ubadah bin Ash Shamit radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن قالَ: أشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وحْدَهُ لا شَرِيكَ له، وأنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسولُهُ، وأنَّ عِيسَى عبدُ اللهِ، وابنُ أمَتِهِ، وكَلِمَتُهُ ألْقاها إلى مَرْيَمَ ورُوحٌ منه، وأنَّ الجَنَّةَ حَقٌّ، وأنَّ النَّارَ حَقٌّ، أدْخَلَهُ اللَّهُ مِن أيِّ أبْوابِ الجَنَّةِ الثَّمانِيَةِ شاءَ. وفي روايةٍ: أدْخَلَهُ اللَّهُ الجَنَّةَ علَى ما كانَ مِن عَمَلٍ، ولَمْ يَذْكُرْ مِن أيِّ أبْوابِ الجَنَّةِ الثَّمانِيَةِ شاءَ

الراوي : عبادة بن الصامت، حدث : صحيح مسلم الرقم: ٢٨

مَن قالَ: أشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وحْدَهُ لا شَرِيكَ له، وأنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسولُهُ، وأنَّ عِيسَى عبدُ اللهِ، وابنُ أمَتِهِ، وكَلِمَتُهُ ألْقاها إلى مَرْيَمَ ورُوحٌ منه، وأنَّ الجَنَّةَ حَقٌّ، وأنَّ النَّارَ حَقٌّ، أدْخَلَهُ اللَّهُ مِن أيِّ أبْوابِ الجَنَّةِ الثَّمانِيَةِ شاءَ

Artinya; “Barangsiapa yang mengucapkan: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhhan yang berhak wajub disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan bersaksi bahwa nabi Muhammad itu adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

Dan bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari umat-Nya, dan ia adalah kalimat Allah yang diberikan kepada Siti Maryam dan ruh dari-Nya.

Dan bersaksi bahwa surga itu benar adanya dan neraka juga itu benar adanya, maka Allah akan memasukannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja ia kehendaki” (HR. ‘Ubadah bin Shomit. Hadits Shohih Muslim no.28).

Dan dalam satu riwayat; “Allah akan memasukannya ke dalam Surga sesuai dari peraamalannya, dan tidak menyebutkan kaliamt; “dari kedelapan pintu surga yang mana saja ia kehendaki”.

Orang Dinundang Mesuki Pintu Surga Sesuai Amal

Nanti ketika manusia sudah saatnya akan memasuki surga, maka mereka akan diundang agar masuk melalui pintu yang sudah Allah sediakan. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits sebagai berikut;

أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، قالَ: مَن أنْفَقَ زَوْجَيْنِ في سَبيلِ اللَّهِ، نُودِيَ مِن أبْوَابِ الجَنَّةِ: يا عَبْدَ اللَّهِ هذا خَيْرٌ، فمَن كانَ مِن أهْلِ الصَّلَاةِ دُعِيَ مِن بَابِ الصَّلَاةِ

ومَن كانَ مِن أهْلِ الجِهَادِ دُعِيَ مِن بَابِ الجِهَادِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِن بَابِ الرَّيَّانِ، ومَن كانَ مِن أهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِن بَابِ الصَّدَقَةِ

فَقالَ أبو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عنْه: بأَبِي أنْتَ وأُمِّي يا رَسولَ اللَّهِ ما علَى مَن دُعِيَ مِن تِلكَ الأبْوَابِ مِن ضَرُورَةٍ، فَهلْ يُدْعَى أحَدٌ مِن تِلكَ الأبْوَابِ كُلِّهَا، قالَ: نَعَمْ وأَرْجُو أنْ تَكُونَ منهمْ

الراوي : أبو هريرة، حدث : صحيح البخاري، الرقم: ١٨٩٧

Artinya; “Barang siapa berinfaq untuk dua kendaraan di jalan Allah, maka dia akan undang dari pintu-pintu surge; “Wahai hamba Allah ini kebaikanmu, (yakni ini ialah darihasil kebaikanmu).

Apabila orang itu ahli shalat, maka ia akan diundang dari pintu sholat (babush shalat). Jika orang itu ahli jihad maka maka dia akan diundang dari pintu jihad (babul-jihad). Jika oranmg itu ahli bersedekah maka ia akan diundang dari pintu sedekah (babush shadaqah).Apabila orang itu ahli puasa maka ia akan diundang dari pintu puasa (Babur Rayyan)”.

Abu bakar Rodhiyallahu ‘anhu berkata; “Bapak dan umiku sebagai penebusmu, Ya Rasulallah. Apa lagi bahaya yang dikhawatirkan orang yang diundang dari semua pintu-pintu tersebut?. Adakah orang yang diundang dari semua pintu tersebut?” Belai menjawab; “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk di dalamnya.” (HR. Abu hurairah. Hdits shohih al-Bukhari no.1764)

Komentar Al-Qadhi ‘Iyadh Tentang Hadits Pintu Surga

Al Qadhi ‘Iyadh rahimahullah mengomentari hadits ini;

ذكر مسلم في هذا الحديث من أبواب الجنة أربعة، وزاد غيره بقية الثمانية، فذكر منها: باب التوبة، وباب الكاظمين الغيظ، وباب الراضين، والباب الأيمن الذي يدخل منه مَن لا حساب عليه

Artinya; “Imam Muslim dalam hadits ini menyebutkan 4 pintu surga, kemudian beliau menyebutkan 4 sisanya. Diantaranya ialah; Babut taubah, Babul kazhiminal ghaizha, (pintu menahan marah), babur radhiin (pintu ridha), dan babul ayman (pintu kanan) yang memasuki dari pintu itu ialah orang yang masuk surga tanpa hisab” (At Tadzkirah bi Ahwalil Mauta wal Akhirah, 16/183).

Penjelasan Yang Lain Tentang Pintu Surga

Dari Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah, beliau menjelaskan sebagai berikuit;

وقع في الحديث ذكر أربعة أبواب من أبواب الجنة … وبقي من الأركان الحج فله باب بلا شك، وأما الثلاثة الأخرى فمنها” باب الكاظمين الغيظ والعافين عن الناس… ومنها: باب الأيمن وهو باب المتوكلين الذي يدخل منه من لا حساب عليه ولاعذاب. وأما الثالث: فلعله باب الذكر، فإن عند الترمذي ما يومئ إليه، ويحتمل أن يكون باب العلم

Artinya; “Di dalam hadits disebutkan 4 pintu surga … kemudian orang yang mengerjakan rukun-rukun haji ia akan memperoleh pintu yang khusus, tidak diragukan lagi. Sisanya ada tiga pintu, yaitu; “Babul kazhiminal ghaizha wal ‘afina ‘anin naas” (yakni pintu menahan marah dan memaafkan manusia).

Dan babul ayman (yakni pintu kanan) yaitu pintu orang-orang yang bertawakal,  mereka akan masuk melalui pintu ini ke surga tanpa hisab dan tanpa adzab.

Yang ketiganya; Bisa jadi adalah babudz dzikri (pintu dzikir). Sebab sesungguhnya ada hadits menurut riwayat Tirmidzi yang mengisyaratkan hal itu. Atau bisa jadi adalah babul ilmi (pintu ilmu)” (Fathul Baari, 7/34).

Nama Pintu Surga Al-walid

Ada juga hadits tentang babul walid (pintu berbakti pada orang tua).Sebagaimana dari Abud Darda’ radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه

Artinya; “Orang tua itu ialah pintu surga yang paling tengah. Apabila kamu mau menyia-nyiakannya, maka silahkan. Atau kalu kamu mau mememliharanya, maka juga silahkan” (HR. Tirmidzi no.1900, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, no. 914).

Kesimpulan Tentang Pintu Syurga

Dari beberapa hadits serta penjelasan di atas, maka kita mengambil simpulkan bahwa pintu surga itu ada delapan, hanya saja yang disepakati oleh ulama ituada empat yaitu;

  1. Babus shalah (pintu shalat). Pintu masuk orang-orang ahli sholat.
  2. Babul jihad (pintu jihad), Pintu masuk orang-orang berjihad fi sabilillah.
  3. Babur rayyan (pintu ar rayyan) tempat masuknya orang-orang yang berpuasa.
  4. Babus shadaqah (pintu sedekah), lokasi masuknya orang-orang yang suka bersedekah.

Adapun yang empat lagi dari sisanya, maka para ulama berbeda pendapat. Jadi diantara kemungkinannya ialah;

  1. Babul kazhiminal ghaidza (pintu menahan marah), tempat masuk orang-orang yang mampu menahan amarahnya.
  2. Babul ayman (pintu kanan), Pintu masuk orang-orang yang sempurna tawakalnya.
  3. Babur radhiin (pintu ridha), Pintu masuk orang-orang yang ridha terhadap takdir Allah.
  4. Babut taubah (pintu taubat), Pintu masuk orang-orang yang bertaubat nasuha.
  5. Babul walid (pintu berbakti pada orang tua), Pintu masuk orang-orang yang berbakti kepada orang tua.
  6. Babul hajji (pintu haji), Pintu masuk orang-orang yang menyempurnakan hajinya.
  7. Babudz dzikri (pintu dzikir), Pintu masuk orang-orang yang banyak berdzikir.
  8. Babul ilmi (pintu ilmu), Pintu masuk orang-orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat.

Saudarku musli dan muslimat rahimakumullah kita tidak perlu memikirkan soal perbedaannya. Ada hal yang lebih penting bagi kita ialah; mari kita berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan Perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, agar bisa masuk melalui pintu mana saja yang Allah telah siapkan buat hamba-Nya. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

 

Nama Pintu Surga Berdasarkan Dalil Al-Qur’qn Dan Hadits Nabi
Nama Pintu Surga Berdasarkan Dalil Al-Qur’qn Dan Hadits Nabi

Demikian Materi kami tentang; Nama Pintu Surga Berdasarkan Dalil Hadits Nabi – Semoga bermanfaat. Wallahul muwaffiq, Wassalaamu ‘alaikum warohmatullahi wa barokaatuh.