Puasa Arafah, Niat Puasanya, Keutamaan, Hikmah dan Pahalanya

3 min read

Puasa Arafah
Rate this post

Puasa Arafah, Niat Puasanya, Keutamaan, Hikmah dan Pahalanya – Pembaca yang dirahmati Allah pad halaman ini kami fiqih.co.id akan memberi materi tentang Puasa ‘Arofah. Selain itu juga in syaa Allah kami terngkan hikmah keutamaan dan fahalany. Simak uraiannya ddi bawah ini.

Puasa Arafah, Niat Puasanya, Keutamaan, Hikmah dan Pahalanya

Menunaikan shaum pada tanggal sembilan dzul hijjah itu hukumnya sunnah, kemudian juga luar biasa pahalanya buat yang menunaikannya, brikut materinya yang kami sampikan:

Mukodimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الْحَمْدُ للهِ. لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِالله. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،  أَمَّا بَعْدُ

Al hamdu lillahi Segala Puji bagi Allah, Sholawat serta Salam semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Hari Arofah

Hari Arafah ialah hari tanggal sembilan dzul hijjah. Yaumul ‘arafah ini berhubungan erat dengan pristiwa nabi Ibrahim alaihi salaam. Untuk mengetahui mengenai takwil mimpi perintah menyembelih putranya nabi Isma’il, Pada hari arafah, beliau mendapatkan takwil mimpi yang membuatnya tahu, (yang dalam bahasa arabnya adalah; ‘arafatun) atau “’Arafah” maksudnya tau pada makna mimpi tersebut, hingga disebutlah dengan Arafah. Selanjutnya pada tanggal kesepuluhnya, beliau melaksanakan perintah dari mimpi itu, yaitu untuk menyembelih putranya.

Kibasy dari Surga

”Ketika Nabi Ibrahim Alaihis salaam akan melepaskan baju Ismail, terdengarlah suara dari belakangnya: (أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ) “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (AS. As-shaffât:104-105), Nabi Ibrahim melihat dan ternyata telah ada seekor kibasy putih bertanduk yang bermata hitam lebar

Keutamaan Puasa Sunnah setelah Ramadhan

Puasa Arafah juga hukumnya sunnah bagi yang tidak sedang menunaikan Ibadah Haji. Seperti diterangkan    dalam sebuah hadits:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ، رَوَاهُ مُسلِمٌ 

Artinya: Dari Abu Hurairah rodiyallahu anhu katanya; “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda; “Yang paling utama berpuasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang dimuliakan yakni (Muharram)  dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib ialah solat malam – yakni sholat sunnah di waktu malam.” (Riwayat Muslim) dikutip dari Riyadhus Sholihin.

BACA JUGA :  Rukhsah Puasa Ibu Hamil atau Yang Sedang Menyusui Anak

Hari Mulia Untuk Mengarjakan Amal Sholih

Di antara hari yang sangant mulia setelah ramadha untuk mengamalkan amal anmalan sholih ialah terdapat pada bulan haji. Terutama sepuluyh hari pertama bulan dzul hijjah.

عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: مَا مِنْ أَيَّامِ الْعَمَلِ الصَّالِحِ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ، يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُول اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ،  رَوَاهُ البُخَارِيُّ

Artinya: Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya; “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda;  “Tidak ada hari-hari yang mengerjakan amalan shalih pada hari-hari itu yang lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini,” yakni pada sepuluh hari yang pertama dari bulan Dzul hijjah. Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apakah juga tidak lebih dicintai oleh Allah guna mengerjakan jihad fi-sabilillah?” maksudnya, Untuk mengerjakan jihad, apakah tidak lebih dicintai oleh Allah kalau dilakukan dalam hari-hari selain hari-hari pertama dari bulan Dzul hijjah it?.  Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama. Menjawab; “Tidak lebih dicintai oleh Allah pada hari-hari selain hari-hari sepuluh itu untuk berjihad fi-sabilillah, kecuali seseorang yang keluar dengan dirinya dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan membawa sesuatu apa pun dari yang tersebut. Yakni setelah berjihad lalu mati syahid. (H.Riwayat Bukhari)

Keutamaan Puasa Arafah

Adapun Keutamaan Puasa arafah ialah sebagaimana dijelaskan dalam hadits seperti beruikut:

عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ قال: سُئِلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم عَنْ صَوْمٍ يَوْمَ عَرَفَةَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَّةَ وَالْبَاقِيَةَ، رَوَاهُ مُسلِمٌ

Artinya; Dari Abu Qatadah rodiyallahu anhu, ia berkata; “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. ditanya tentang puasa pada hari Arafah,  iaitu tanggal sembilan Dzul hijjah. Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama lalu menjawab; “Puasa pada hari itu dapat menutupi dosa pada tahun yang lalu serta tahun yang akan datang.” (H.Riwayat Muslim) dikutip dari Riyadhus Sholohin.

BACA JUGA :  Puasa Ramadhan Adalah Wajib Sesuai Dalil Al-Quran

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ Syarah Al-Muhadzab beliau berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah adalah; disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Sedangkan orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”

روت أم الفضل بنت الحارث أَنَّ أُنَاساً اِخْتَلَفُوْا عِنْدَهَا فِيْ يَوْمِ عَرَفَةَ فِي رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَيْسَ بِصَائِمٍ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدْحٍ مِنْ لَّبَنٍ وَهُوَ وَاقِفُ عَلَى بَعِيْرِهِ بِعَرَفَةَ فَشَرَبَ” ولأن الدعاء في هذا اليوم يعظم ثوابه والصوم يضعفه فكان الفطر أفضل

Umul Fadhl binti Haris  telah meriwayatka; ‘Sesungguhnya para ulama berbeda pendapat mengenai hal tersebut pada hari Arafah perihal yang dikerjakan oleh Rosululloh SAW. Sebagian ulama mengatakan bahwa Rasul dulu (saat berhaji) berpuasa sedangkan sebagian yang lain mengatakan tidak berpuasa. Lalu Umul Fadhl menghaturi Rasul satu gelas susu sedang beliau duduk di atas ontanya saat di padang Arafah, kemudian Rosulullah meminumnya. Karena berdoa pada hari ini (Arafah)ialah sangat besar pahalanya sedang puasa itu melemahkannya, maka tidak puasa itu lebih utama. (Al-Majmu’, jilid 7, halaman 469 kitab kuning )

Hikmah Puasa Arafah

  1. Adapun di antara Hikmahnya puasa arafaha adalah:
  2. Bagi yang menjalakannya dengan benart-benar tulus maka akan mendapat keberkahan umur dari Allah SWT.
  3. Akan mendaptkan keberkahan rizqi yang tiada tara in syaa Allah.
  4. Akan mendapatkan keni’matan lahir dan batin in syaa Allah.
  5. Dosanya in syaa Allah akan diampuni oleh Allah SWT.
  6. Akan Mendapatkan Pahala berlipat ganda in syaa Allah.

Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah yang lainnya yang tidak pernah terbayangakan sebelumnya oleh kita.

Pahala Puasa Arafah

Pahala Puasa Arafah sudah cukup jelas dalam jawaban belia Nabi Muhammad s.a.w: yaitu

سُئِلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم عَنْ صَوْمٍ يَوْمَ عَرَفَةَ؟ قَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَّةَ وَالْبَاقِيَةَ، رَوَاهُ مُسلِمٌ

Yang artinya: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama ditanya perihal berpuasa pada hari Arafah – iaitu tanggal 9 Dzul hijjah. Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama lalu bersabda; “Puasa pada hari itu dapat menutupi dosa pada tahun yang lampau serta tahun yang akan datang.” (H.Riwayat Muslim).

BACA JUGA :  Fidyah Puasa Ramadhan Karena Sakit Permanen Atau Meninggal

Jadi In Syaa Allah Dosa kiat yang berpuasa di hari tersebut setahun yang lalu dan setahu yang akan datang akan diampuni oleh Allah SWT. Namun yang terpenting bagi kita dalam menjalankan puasa sunah arafah, ia mesti ikhlas karena Allah semata. Dengan demikian Allah pasti akan membalas segala macam bentuk kebaikan yang diperbuat oleh hamba-Nya.

Niat Puasa Arafah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،  بسم الله الرّحمن الرّحيم، نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يَوْمَ عَرَفَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym. Bismilahir rohmanir rohim. Nawaitu Shauma Ghodin Yauma ‘Arafata Lillahi ta’ala

Artinya: Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Aku Niat Puasa besok pagi pada hari ‘Arafah karena Allah Ta’ala”

Niat Sahur

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،  بسم الله الرّحمن الرّحيم، نَوَيْتُ بِأَكْلِيْ سُنَّةً سَحُوْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym. Bismilahir rohmanir rohim. Nawaitu Bi-Akliy Sunatan Sahur Lillahi ta’ala

Artinya: Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Aku Niat dengan makanku ini untuk mendapatkan sunahnya sahur karena Allah Ta’ala”

Doa Buka Puasa ‘Arafah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،  بسم الله الرّحمن الرّحيم،  اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym. Bismilahir rohmanir rohim. Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa ‘Arafah), dengan rahmat Mu, Ya Allah Tuhan yang Maha Pengasih.

Puasa Arafah
Puasa Arafah

Demikian uraian ringkas materi tentang; Puasa Arafah, Niat Puasanya, Keutamaan, Hikmah dan Pahalanya Mudah mudahan dari materi ringkas ini dapat meberikan manfaat pada kita semua. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat. Terimakasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.