Puasa Syawal, Yang Ditunaikan Enam Hari Setelah Puasa Ramadhan

2 min read

Puasa Syawal
Rate this post

Puasa Syawal, Yang Ditunaikan Enam Hari Setelah Puasa Ramadhan. Pusa syawwal ini sudah umum ditunaikan oleh setiap muslim yang mukmin pada bulan syawal. Para pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada halaman ini fiqih.co.id akan menerangkan mengenai puasa sunnah enam hari di bulan syawal. Untuk lebih jelasnya mari kita baca saja uraiannya berikuit ini.

Puasa Syawal, Yang Ditunaikan Enam Hari Setelah Puasa Ramadhan

Menuanikan puasa tersebut hukumnya adalah sunnah. Sunnah ialah seseuatu yang apabila kita kerjakan maka akan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan maka tidak berdosa. Namun perlu juga kita perhatikan mengenai agungnya puasa tersebut dimana sampai disebutkan “Seolah ia telah menunaikan puasa setahun”.

Dengan demikian ada baiknya kalau kita jelaskan beberapa ketarangannya.

Hadist yang mendasari sunnah Syawal

Diantara salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i. yang redaksi haditsnya adalah sebagai berikut,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ صَلاَتُهُ فَإِنْ كَانَ أَكْمَلَهَا وَإِلاَّ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ وُجِدَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَكْمِلُوا بِهِ الْفَرِيضَةَ “‏

Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; Adapun amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba adalah sholatnya. Jika ia sempurnakan maka semuanya akan tercatat lengkap dan sempurna. Dan jika ada yang kurang maka Allah Subhanhu wa Ta’ala akan berkata; “Periksalah jika hambaku melakukan ibadah sunnah (tahtowu’).” Jika dia melakukannya maka ibadah wajib akan dilengkapi dari yang sunnah. (HR An-Nasa’i).

BACA JUGA :  Puasa Asyura, Tasu’a Pada Penaggalan Hijriyah Bulan Muharram

Perumpamaan Puasa Syawal

Adapun Perumpamaannya dari ibadah puasa Syawal tersebut adalah seperti melakukan puasa yang terus terusan pada tahun itu. Sebperti disebutkan dalam sebuah hadist riwayat Muslim;

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، – رضى الله عنه – أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: Dari Abu Ayyub al-Ansari (Radhiyallahu ‘anhu) bahwaanya ia menceritakannya bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barang siapa yang telah berpuasa selama Ramadhan dan kemudian melanjutkannya dengan enam hari puasa di bulan Syawal maka ia akan seperti melakukan puasa setahun.” (HR Muslim).

Keutamaan Puasa Syawal

Adapu Keutamaan dari puasa Syawal tersebut ada disebutkan dalam hadist di bawah ini.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر 

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti lagi denga berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim).

Demikian agungnya pahala puasa sunnah syawal.  Dan Selain hadist tersebut juga ada redaksi hadits bersumber dari Ibnu Majah ia meriwayatkan hadist dengan makna yang mirip seperti;

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، أَنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ، كَانَ يَصُومُ أَشْهُرَ الْحُرُمِ ‏.‏ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ “‏ صُمْ شَوَّالاً ‏”‏ ‏.‏ فَتَرَكَ أَشْهُرَ الْحُرُمِ ثُمَّ لَمْ يَزَلْ يَصُومُ شَوَّالاً حَتَّى مَاتَ

Yang artinya: Dari Muhammad bin Ibrahim, Bahwa Usamah bin Zaid sudah biasa puasa di bulan-bulan yang mulia. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda; “Puasalah di Bulan Syawal.”  Lalu dia melaksanakan saum tersebut sampai akhir hayat (HR Sunan Ibnu Majah).

BACA JUGA :  Puasa Muharram; Yang Dikerjakan Sejak Tanggal 1 Bolehkah?

Niat Puasa Syawal

Aapun niat uantuk menunaika puasa syawal adalah sebagai berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنَ الشَّوَالِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym Bismilahir rohmanir rohim, Nawaitu sauma ghodi ‘an sittatin minasy syawali sunnatan lillahi ta’ala

Artinya : Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Saya niat puasa besok pagi tentang sunnah enam hari dari bulan syawal, sunnah karena Allah ta’ala”

Ganjaran Shiyamu Syawal

Ganjaran Puasa enam hari pada bulan syawal benar-benar menakjubkan dimana jika seseorang puasa ramadhan yang kemudian diikuti dengan puasa sunnah syawal enam hari itu mempunyai ganjaran sama dengan puasa setahun.

Seperti keterangan dari Hisyam bin ‘Amar seperti berikut;

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الْحَارِثِ الذِّمَارِيُّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أَسْمَاءَ الرَّحَبِيَّ، عَنْ ثَوْبَانَ، مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَنَّهُ قَالَ ‏”‏ مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ

Yang artinya: Telah menceritrakan kepada kami Hisyam bin ‘Amar, Telah menceritrakan kepada kami Baqiyah, Telah menceritrakan kepada kami Shodaqah bin Kholid, Telah menceritrakan kepada kami Yajya bin Al-Harits adz-Dzimariy ia berkata; Kami telah mendengar Abu Asma Ar-Rahabiy dari Tsauban seorang budak yang dibmerdekakan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam Bahwasanya beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang puasa enam hari setelah Idul Fitri mak ia adalah berpuasa sempurna selama satu tahun”

BACA JUGA :  Sunnah Puasa Ramadhan Menurut Fiqih Dan Dalil Hadits

Saudaraku yang baik hati hadanallahu wa iyyakum ajma’in, jika kita memperhatikan beberapa keterangan di atas tentu kita akan merasa saying sekali jika keutamaan tersebut kita tinggalkan.

"<yoastmark

Demikian uraian ringkas materi tentang; Puasa Syawal, Yang Ditunaikan Enam Hari Setelah Puasa Ramadhan Mudah mudahan dari materi ringkas ini dapat meberikan manfaat pada kita semua. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat. Terimakasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.