Sifat Wajib Bagi Allah : Pengertian, Arti dan Dalilnya

5 min read

Pengertian Sifat Wajib Bagi Allah

Sifat Wajib Bagi Allah : Pengertian, Arti dan Dalilnya – Pada Kesempatan kali ini Fiqih.co.id akan menuliskan mengenai Pengertian Sifat Wajib bagi Allah. Sebagai Muslim yang Mukmin tentunya wajib memahami Pengertian Sifat tersebut sebagai ‘aqidah.

Sifat Wajib Bagi Allah : Pengertian, Arti dan Dalilnya

Para ‘Ulama telah menjelaskan, Pengertian sifat wajib bagi Allah terincikan dengan dalilnya. Maka pada lembaran ini kami kami akan terangkan untuk antum pelajari.

Untuk lebih lebih jelasnya mengenai sifat-sifat wajib bagi Allah yang disertai dalilnya Allah, maka baca saja sampai selesai penjelasannya di bawah ini;

1.  Wujud (Ada)

Sifat Wajib  bagi Allah yang pertama adalah wujud (ada). Allah SWT itu dzat yang pasti adanya. Kita wajib meyaqini adanya Allah. Adapun dalilnya Sebagaimana dalam Q.S As-Sajdah: 4

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Artinya: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at 1190. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. As-Sajdah: 4).

Pengertian Wujud

Allah itu ada dibuktikan dengan berbagai ciptaan-Nya. Contoh; Tidak mungkin ada langit dan bumi jika tidak ada yang menciptakanny. Tidak ada yang  isa menciptakan langit dan bumi kecuali hanya Allah. Dan demikia itu adalah salah satu bukti adanya Allah.

Oleh karenanya sangat tidak patut bagi manusia yang lemah ini menuhankan kepada yang selain Allah. Kita wajib menyembahNya. Allah berfirman;

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي 

Artinya: “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha: 14)

2. Qidam (Terdahulu)

Wajib bagi Allah adalah “Qidam” artinya: terdahulu. Wajib bagi kita mengi’tiqadkan dan meyaqini bahwa hanya Allah yang paling awal. Adapun dalilnya Sebagaimana dalam QS. Al-Hadid ayat 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ 

Artinya: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid: 3)

Pengertiannya adalah;

Allah adalah sang Pencipta yang menciptakan alam semesta dan segala isinya. Sebagai pencipta, tentunya Allah SWT telah ada lebih dahulu dari apapun yang diciptakannya. Tidak ada pendahulu atau yang lebih dulu dari Allah Ta’ala.

BACA JUGA :  Sifat 20 Yang Wajib Dihafalkan dan Difahami Sebagai Aqidah

3. Baqa’ (Kekal)

Allah SWT itu Maha kekal. Tidak akan pernah fana, binasa atau berahkir. Tiada akhir bagi Allah SWT. Dia akan tetap ada selamanya.

Pengertian Baqa’

Baqa’ itu artinya kekal dan maha kekal sangat tidak mungkin akan binasa. Adapun dalilnya adalah Sebagaimana dalam Q.S Ar-rahman 26-27 Allah berfirman;

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

Artinya: “Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” (QS. Ar-rahman ayat 26)

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya: “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman ayat 27)

4. Mukholafatul Lilhawaditsi (Berbeda dengan makhluk ciptaanNya)

Allah SWT sudah pasti berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya.

Pengertiannya; Dialah zat yang Maha Sempurna dan Maha Besar, Maha Agung. Tidak ada sesuatupun yang dapat menandingi-Nya, tak satu pun yang menyerupai keagungan-Nya. Adapun dalilnya ial;ah; Sebagaimana Firman-Nya dalam Q.S Al-Ikhlas ayat 4

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

Artinya:Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 4)

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri sendiri)

Allah SWT itu berdiri sendiri. Pengertiannya; Allah tidak bergantung kepada apapun, kepada siapa pun dan tidak membutuhkan bantuan siapapun.

Dalilnya adalah;

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6)

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَداً وَلَم يَكُن لَّهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلَّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيراً

“Dan katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)

6. Wahdaniyah (Esa/Tunggal)

Allah itu Maha Esa, Dia Maha Tunggal. Artinya tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah satu-satunya Tuhan pencipta alam semesta. Adapun Bukti keesaan Allah SWT terletak dalam kalimat syahadat  “Laa ilaha Illallah” yang artinya “Tiada Tuhan selain Allah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

“Katakanlah Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1)

7. Qudrat (Berkuasa)

Allah Ta’ala adalah Maha kuasa atas segala sesuatu. Taka da satupu yang bisa menandingi kekuasaan Allah. Adapun dalilnya adalah firman-Nya;

إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20)

8. Iradat (Berkehendak)

Iradat sifat wajib bagi Allah SWT. Pengertiannya; Allah itu Maha menentukan segala sesuatu. Ketika Allah SWT berkehendak maka jadilah hal itu, maka tidak seorang pun yang mampu menghalangi atau mencegah-Nya.

Dalilnya adalh firman-Nya;

خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ إِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107)

 إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئاً أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.”(QS. Yasiin: 82)

9. ‘Ilmun (Mengetahui)

Maksudnya; Allah Maha mengetahui atas segala sesuatu. Baik yang dzahir maupun yang tersembunyi.

BACA JUGA :  Sifat Mustahil Allah : Pengertian, Arti dan Keterangannya

Dalilnya ialah Firman Allah;

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ 

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)

10. Hayat (Hidup)

Allah SWT Maha Hidup. Artinya; Allah Tidak akan pernah mati, tidak akan binasa, maupun punah. Dia kekal selama-lamanya.

Dalilnya ialah Firman-Nya;

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

11. Sama’ (Mendengar)

Allah Maha mendengar, baik yang diucapkan ataupun yang hanya ungkapan di dalam hati. Allah Mengetahui. Pendengaran Allah Ta’ala meliputi segala sesuatu.

Adapun dalilnya ialah;

Sebagaimana firmanNya dalam Al-Quran:

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجاً يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(Asy-syuro: 11)

وَاللّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 76)

12. Bashar (Melihat)

Allah Maha melihat segala sesuatu. Arinya; Pengelihatan Allah itu tidak terbatas, Dia maha mengetahui apa yang terjadi di dunia ini. Walaupun hanya sehelai daun yang jatuh.

Dalilnya Firman Allah;

إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)

13. Kalam (Berfirman)

Allah itu berfirman. Artinya; Dia berbicara yakni berkata-kata secara sempurna tanpa bantuan dari apapun. Terbukti dari adanya firman-Nya dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi. Salah satu Nabi yang pernah berbicara langsung dengan Allah Ta’ala adalah Nabi Musa ‘alaihissalam.

Dalilnya adalah yang telah dijelaskan dalam Al-Quran:

وَلَمَّا جَاء مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS. Al-A’raf: 143)

14. Qadiran (Berkuasa)

Allah itu Maha kuasa atas segala sesuatu. Dalilnya; Sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an:

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاء لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُواْ وَلَوْ شَاء اللّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali sinaran itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20)

15. Muridan (Berkehendak)

Allah Maha berkehendak. Artinya; Ia maha Berkehendak atas segala sesuatu. Bila Allah sudah menakdirkan suatu perkara maka tidak ada yang bisa menolak kehendak-Nya.

BACA JUGA :  Sifat Wajib Rasul : Mustahil, Jaiz, Arti dan Penjelasannya

Dalilnya; Dalam Al-Qur’an dijelaskan :

خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ إِلاَّ مَا شَاء رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)

16. ‘Aliman (Mengetahui)

Allah Maha mengetahui segala sesuatu, baik yang ditampakkan maupun yang disembunyikan. Tidak ada yang bisa menandingi pengetahuan Allah yang Maha Esa.

Dalilnya adalah dalil ‘Alimun yaitu;

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ 

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)

Dan Firman-Nya;

إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ 

Artinya; Bahwa Sesungguhnya Allah itu Maha mengetahui segala sesuatu.

17. Hayyan (Hidup)

Allah itu Maha hidup. Tidak mungkin bagi Allah Ta’ala untuk binasa. Dia selalu mengawasi hamba-hamba-Nya tidak pernah lengah tidur ataupun tidur.

Dalilnya;

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيراً

“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)

18. Sami’an (Mendengar)

Allah Maha Pendengar. Tidak ada yang terlewatkan bagi Allah SWT. Dan tidak ada pula yang melampaui pendengaran-Nya.

Dalilnya dalil sma’ yaitu;

وَاللّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 76)

19. Bashiran (Melihat)

Allah Maha Melihat. Pengelihatan Allah meliputi segala hal, baik yang diterlihat ataupun yang disembunyikan.

Dalilnya dalah dalil Bashar iaitu;

إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)

20. Mutakalliman (Berfirman atau Berkata-kata)

Mutakallimin berarti Allah berfirman, sama halnya dengan kalam. Firman Allah SWT terwujud dalam kitab-kitab suci yang diturunkan-Nya lewat para nabi. Firman Allah SWT begitu sempurna dan tidak ada yang menandingi.

Dalilnya ialah dalil Kalam iatu;

وَلَمَّا جَاء مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS. Al-A’raf: 143)

Setelah mengetahui, memahami, mengimani, mengi’tiqadkan dan meyaqini 20 sifat wajib bagi Allah, maka antum wajib juga mengetahui lawan kata sifata wajib, yakni sifat Mustahil bagi Allah.

Antum sebaiknya baca sampai selesai pada link in:⇒ Sifat Mustahil Allah : Pengertian, Arti dan Keterangannya

"Pengertian

Demikianlah penjelasan materi tentang; Sifat Wajib Bagi Allah : Pengertian, Arti dan Dalilnya – Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan antum. Terimakasih atas kunjungannya. Wallahul-muwaffiq. sumber; dutadakwah