Surat al-Ikhlas : Fdhilah atau Keutamaan Membacanya

2 min read

Surat al-Ikhlash Fadhilah atau Keutamaan Membacanya
Rate this post

Surat al-Ikhlas : Fadhilah atau Keutamaan Membacanya  Pada kesempatan kali ini Fiqih.co.id akan menerangkan Surat Al Ikhlas. Surat Tersebut adalah Surat Tauhi dan sangat luar biasa Fadhila surat al-ikhlas.

Surat al-Ikhlas : Fadhilah atau Keutamaan Membacanya

Sudah tidak diragukan lagi bahwa Surat Al-Ikhlas mempunyai keutamaan bagi yang mbacaannya. Untuk itu simak saja uraian tentang surat al-ikhlas di bawah ini.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ  أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله   اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ:  أَمَّا بَعْدُ

Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam pembahasan yang ke 14 kali  ini Fiqih.co.id Insyah Allah akan menerangkan  tentang Keutamaa surat al-ikhlash dan Keutamaan bagi orang yang membacanya. Untuk lebih terangnya silahkan ikuti pembahasannya berikut ini.

Surat Al-Ikhlas

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ * اللهُ الصَّمَدُ * لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ 

Artinya : Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,  dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Sebab Turunnya Surat al-Ikhlas

Adalah sebab turunnya  surat ini, sebagaimana kata Ubai bin Ka’ab dan Jabir bin ‘Abdullah dan Abul’Aliyah Syu’by dan Ikrimah, رضي الله تعالى عنهم اجمعين. “Orang-orang kafir Mekah telah berkumpul. Mereka itu ialah: Amir bin Tufail, Yazid bin Kaisin dan lain-lainnya dan mereka berkata :

BACA JUGA :  Doa Awal Tahun Hijriyah, Dibaca tanggal satu muharrom

يَا مُحَمَّدُ صِفْ لَنَا رَبَّكَ مِنْ اَيِّ شَيْءٍ هُوَ؟ أَهُوَ مِنْ ذَهَبٍ أَمْ مِنْ فِضَةٍ أَمْ مِنْ حَدِيْدٍ أَمْ مِنْ نُحَاسٍ؟َ فَإِنَّ آلِهَتَنَا مِنْ هَذِهِ الْأَشْيَاءَ، فَقَالَ النَّبِيُ علصم: مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِهِ، هُوَ لَايُشِبُهُ شَيْئًا فَأَنْزَلَ اللهُ تعالى هَذِهِ السُّوْرَةَ وَقَالَ (قُلْ) يَا مُحَمَّدُ (قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ * اللهُ الصَّمَدُ

“Hai Muhammad terangkanlah kepada kami sifat tuhanmu itu dari apa? Apakah dia dari emas?, atau dari perak?, atau dari besi?, atau dari tembaga? Sesungguhnya Tuhan kami adalah dari semua itu. Maka beliau Nabi ‘alaihish sholatu wasalam berkata: dari dirinya sendiri: “Dia Tuhanku tidak menyerupai sesuatu”. Maka Allah Ta’ala menurunkan ayat ini: “Qul”  “Katakan” hai Muhamad “Huwallahu-Ahad, Allahush shomad” = Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,* Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Arti dari ash-Shomad

Ibnu Abas berkata:

 الصمد الذي لا جوف له ولا يأكل ولا يشرب، فلو كان مجوفا لاحتاج إلى شيء وهو لايحتاج إلى شيء بل كل خلائق محتاجون اليه، ولو كان محتاجا إلى شيء لكان لايليق بالربوبية

Ash shomad” artinya: yang tidak berlobang, dia tidak makan dan tidak minum, dan kalau sekiranya Dia itu berlobang niscaya Dia menghajatkan kepada sesuatu, sedang Dia tidak menghajatkan sesuatu, bahkan semua makhluq menghajatkan kepada-Nya. Dan kalau sekiranya Dia itu menghajatkan sesuatu, niscaya tidak patut baginya sifat ke Tuhanannya.

Himbauan nabi Sbelum Tidur

Diriwayatkan dari Nabi ‘alaihisolatu wasalam bahwa beliau bersabda kepada Siti ‘Aisyah.

لاَ تَنَامِى حَتَّى تَعْمَلِى اَرْبَعَةِ اَشْيَآءَ تَخْتِمِيْ الْقُـرْأَنَ وَحَتَّى تَجْعَلِى اْلأَنْبِيَآءَ شُفَعَآءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَحَتَّى تَجْعَلِى الْمُسْلِمِيْنَ رَاضِيْنَ عَنْكِ ، وَحَتَّى تَفْعَلِى حَجَّةً وَعُمْرَةً . فَدَخَلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ فَبَقَيْتُ عَلَى الْفِرَاشِ حَتَّى اَتَمَّ الصَّلاَةَ . فَلَمَّا اَتَمَّهَا  قَالَتْ : يَارَسُوْلَ اللهِ فِدَاكَ أَبِيْ وَأُمِّيْ  أَمَرْتَنِيْ بِأَرْبَعَةِ اَشْيَآءَ لاَأَقْدِرُ فِيْ هَذِهِ السَّاعَةِ اَنْ اَفْعَلَهَا . فَتَبَسَمَ رَسُوْلُ اللهِ  عَلَيْهِ الصَّلاَةُ  وَالسَّلاَمُ  وَقَالَ : إِذَا قَرَئْتِ قُلْ هُوَاللهُ اَحَدٌ  : فَكَأَنَّكِ خَتَمْتِ الْقُرْأَنَ . وَاِذَا صَلَّيْتِ عَلَيَّ وَعَلَى اْلأَنْبِيَآءِ مِنْ قَبْلِيْ فَقَدْ صِرْنَا  شُفَعَآءَ لَكِ  يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاِذَااسْتَغْفَرْتِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ فَكُلُّهُمْ رَاضُوْنَ عَنْكِ، وَاِذَا قُلْتِ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَـمْـدُللهِ وَلاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ  وَاللهُ اَكْبَرُ فَقَدْ حَجَجْتِ وَاعْتَمَرْتِ : تفسير حنفي

Makna Dalam Bahasa Indonesianya

BACA JUGA :  Doa  Aqiqah : Menyembelih, Mencukur Dan Meniup Ubun-ubun Bayi

Artinya: “Janganlah engkau tidur sehingga engkau mengerjakan empat perkara:

  1. Sehingga engkau mengkhotamkan Al-qur’an.
  2. Sehingga engkau menjadikan para nabi sebagai orang-orang yang memberi syafa’at kepadamu dihari kiamat.
  3. Sehingga engkau jadikan orang-orang islam rela kepadamu.
  4. Sehingga engkau mengerjakan ibadah haji dan ibadah ‘umroh” Aisyah tinggal diatas ranjang menanti sehingga beliau Nabi ‘alihi sholatu wasalam selesai mengerjakan sholat.

Ketika beliau ‘alaihi sholatu wasalam selesai mengerjakan sholat, maka Siti ‘Aisyah berkata; “Aduh hai Rosulullah, engkau telah menyuruhku empat perkara yang aku tidak mampu mengerjakannya pada saat ini.

Jawaban Rasulullah Pada Aisyah

Maka Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasalam tersenyum simpul seraya bersabda: Apabila engkau membaca “Qul-huwallohu-ahad….” Maka sesungguhnya seakan-akan engkau telah mengkhotamkan Al-qur’an, apabila engkau membaca sholawat untukku dan untuk para Nabi sebelum aku maka sungguh kami para Nabi menjadi penolongmu (orang-orang yang memberi syafa’at kepadamu) di hari qiyamat,  apabila engkau membaca Istigfar untuk orang-orang beriman, maka semua mereka rela kepadamu dan apabila engkau membaca: 

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلاَاِلَهَ اِلاَاللهُ  وَاللهُ اَكْبَرُ

maka sungguh engkau telah mengerjakan haji dan ‘umroh”. (Tafsir Hanafi)

Membaca Surat al-Ikhlash 10 kali ba’da sholat shubuh

Dan dari Aly bin Abi Tholib, R.A., bahwa dia berkata : ”Beliau Nabi ‘alihi sholatu wasalam bersabda:

مَنْ قَرَأَ * قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ * بَعْدَ صَلاَةِ الْغَدِ عَشْرَ مَرَّاتٍ لَمْ يُصِلْ  إِلَيْهِ ذَنْبٌ وَاِنْ جَهَدَهُ الشَّيْطَانُ

Artinya:Barang siapa membaca Qul-huwallohu-ahad sesudah sholat pagi (solat subuh),maka tidak akan sampai kepadanya suatu dosa meskipun setan telah berusaha dengan sungguh-sungguh” Dan (Qul-huwallohu-ahad) itu adalah surat Makkiyah,ya’ni surat yang diturunkan di Makah, empat ayat, lima belas kalimat, dan empat puluh tujuh huruf. Jika Antum mau mengamalkannya coba baca pada link ini : ⇒ Ataqah Kubro : Tata Cara Membaca Surat al-Ikhlash 100.000 kali

Masih banya keterangan lain mengenai keistimewaan surat Al-Ikhlash yang tidak kami sampaikan di sisni. Wallahu alam.

BACA JUGA :  Bacaan Dzikir Siang ; Arab Indonesia Terjemah dan Fadhilahnya
Surat al-Ikhlash Fadhilah atau Keutamaan Membacanya
Surat al-Ikhlash Fadhilah atau Keutamaan Membacanya

Demikian ulasann tentang Surat al-Ikhlash : Fadhilah atau Keutamaan Membacanya Semoga bermanfaat untuk kita semua terutama yang sefaham dengan kami. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.