Fadhilah Dzikir : Diantaranya Adalah Menjadikan Wajah Bercahaya

1 min read

Fadhilah Dzikir Diantaranya Adalah Menjadikan Wajah Bercahaya

Fadhilah Dzikir : Diantaranya Adalah Menjadikan Wajah Bercahaya Pada kesempatan kali ini Fiqih.co.id akan menerangkan tentang Fadhilah dzikir Diantaranya Adalah Menjadikan Wajah Bercahaya.

Fadhilah Dzikir : Diantaranya Adalah Menjadikan Wajah Bercahaya

Dzikir sudah tidak diragukan lagi mengenai manfa’at dan fadilahnya. Oleh karenanya Sebagai hamba yang beriman mesti senantuasa berdzikir stia saat.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته،  الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا  عَبْدُهُ رَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ:  أَمَّا بَعْدُ

Saudaraku Muslimin muslimat yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan Rahmat  Allah Subhanahu wa Ta’ala, pembahasan kali  ini Fiqih akan menjelaskan Fadhilah dzikir dan Diantaranya Adalah Menjadikan Wajah Bercahaya pada hari kiamat nanti.

Dzikir Yang Paling Utama

Sabda Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ ﷺ سَلَّمَ مَنْ قَالَ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدُ رَّسُوْلُ اللهِ مِائَةَ مَرَّةٍ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْبَدْرِ وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  اَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ، حديث الوثيق، تنقيح القول: صحيفة ٩

Artinya: Nabi saw bersabda: Barang siapa mengucapkan : لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ  مُحَمَّدُ رَّسُوْلُ اللهِ 100  maka ia datang besok pada hari kiamat sedangkan mukanya seperti bulan purnama (tgl.14 bln atas). Dan sabda Nabi saw. Dzikir yang paling utama adalah لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ  dan Do’a yang paling utama adalah الْحَمْدُ لِلَّهِ. (Hadits Al-watsiq/terpercaya[Tanqih Al-qaul.hal.10]

BACA JUGA :  Dzikir Di Waktu Petang dan Faidahnya yang Luar biasa

Kaliamt Dzikir Penghapus Dosa

Sabda Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ اَوَلُ كَلاَمِهِ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَآخِرُ كَلاَمِهِ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَعَمِلَ أَلْفَ سَيِئَةٍ) اَيْ ذَنْبٍ صَغِيْرٍ(اِنْ عَاشَ أَلْفَ سَنَّةٍ لاَيَسْأَلُهُ اللهُ عَنْ ذَنْبٍ وَاحِدٍ) ، حديث الوثيق، تنقيح القول: صحيفة :  ١٠

Artinya: Nabi SAW, beliau bersabda ; Barang siapa yang pada permulaan kata-katanya adalah ucapan لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ  dan pada akhir perkataanya juga mengucapkan لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ  dan dia telah melakukan seribu kejahatan, (maksudnya kejahatan-kejahatan kecil) andaikan dia hidup seribu tahun maka Allah tidak akan mempertanyakan dari satu dosapun. (Nuqil dari Tankihul qaul halaman 10)

Perumpamaan Yang Dzikir Dan Yang Tidak

Sungguh luar biasa perumpamaan orang yang senang berdzikir dengan orang yang tidak suka berdzikir. Sabda nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam.

مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لَايَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ ، رواه البخاري

Artinya: “Perumpamaan orang yang menyebut( nama) Tuhannya (berdzikir) dengan orang yang tidak menyebut (nama) Tuhannya (tidak berdzikir) itu laksana orang yang hidup dengan orang yang mati. (H.R. Bukhori dikutip dari Kitab Fathul-bari: 11/208 dan dari Hisnul Muslim hl.16).

Perumpamaan Rumah Yang Digunakan Untuk Dzikir Dan Yang Tidak

Demikian juga tamsil atau perumpamaan rumah yang biasa digunakan untuk berdzikir dengan rumah yang sunyi dari dzikir.

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِيْ يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِيْ لَايَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ، رواه امسلم

Artinya: “Perumpamaan rumah yang digunakan untuk dzikir dengan rumah yang tidak  digunakan untuk dzikir, itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati. (H.R. Muslim: 1/539 dari Hisnul Muslim hl.16).

BACA JUGA :  Dzikir 'Ataqah 2 : Sughro (Fidak Sughro) 70.000 Kali Baca Tahlil

Sebagaimana telah kami terangkan di Fadhilah Dzikir Atau Keutamaannya bagian ke 2 yang kami dsimpulakan sdikitnya ada 11 manfa’at, maka pada bagian ke 3 ini kami perhatikan sedikitnya ada tambahan 6 hikmah dan manfa’atnya.

Adapun 6 hikmah dan manfa’atnya adalah sebagai berikut:

  1. Orang yang berdzikir 100 kali maka pada hari kiamat mukanya akan bercahaya seperti bulan purnama
  2. Dzikir yang paling utama adalah kalimat: LA ILAHA ILLA LLAH
  3. Orang yang senantiasa berdzikir dosa-dosa kecilnya akan habis tiada tersisa sedikitpun walau seandainya dia hidup 1000 tahun dan tidak akan ditanyakan satu dosapun.
  4. Perbedaan orang yang senang berdzikir dengan orang yang tidak suka berdzikir, itu sama seperti perbedaan orang yang hidup dengan orang yang mati.
  5. Rumah yang digunakan untuk berdzikir itu penuh berkah sperti manfa’atnya orang hidup.
  6. Rumah yang tidak pernah digunakan untuk berdzikir itu sama seperti orang yang sudah mati

 

Fadhilah Dzikir Diantaranya Adalah Menjadikan Wajah Bercahaya

Demikian ulasan tentang Fadhilah Dzikir : Diantaranya Adalah Menjadikan Wajah Bercahaya – Semoga bermanfaat untuk kita semua terutama yang sefaham dengan kami. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.