Fatwa Dzikir 70.000 : Beberapa Penjelasan Tentang Bolehnya

2 min read

Fatwa Dzikir 70.000 Beberapa Penjelasan Tentang Bolehnya

Fatwa Dzikir 70.000 : Beberapa Penjelasan Tentang Bolehnya Pada kesempatan kali ini Fiqih.co.id akan menerangkan tentang Fatwa Dzikir 70.000 kali. Dzikir LA ILAHA ILLA LLAH yaitu dzikir untuk membuat ‘Ataqah shugro.

Fatwa Dzikir 70.000 : Beberapa Penjelasan Tentang Bolehnya

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. dalam pembahasan yang ke 11  ini Fiqih.coid akan menyampaikan  tentang Fatwa Para Masyayikh terkait bacaan tahlil 70.000 kali. Dan untuk lebih jelasnya silahkan ikut ulasannya di bawah ini.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ  أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله   اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ:  أَمَّا بَعْدُ

Puji dan Syuku Senantiasa kita panjatka ke hadhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat dan Slam-Nya Semoga tetap tercurah ke hadirat nabi Agung Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam. Selanjutnya mari kita simak bersama uaraian Fiqih.co.id mengenai Fatwa Dzikir 70.000

Fatwa Dzikir 70.000 asy-Syarwani asy-Syafii

( قَوْلُهُ لِمَحْضِ الذِّكْرِ) أَيْ كَالتَّهْلِيلِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَرَّةٍ الْمَشْهُورُ بِالْعَتَاقَةِ الصُّغْرَى (حواشي الشرواني على تحفة المحتاج في شرح المنهاج للشرواني – ج ٢٤ / ص ٤٢٩)

“(Boleh mengupah orang untuk membaca al-Quran dan membaca dzikir murni) Yakni seperti Tahlil 70.000 kali yang populer dengan ‘pembebasan kecil’.” (Hasyiah ala Tuhfat al-Muhtaj, 24/429)

Sayyid Muhammad Haqqin Nazili

Fatwa Dzikir 70.000 Sayyid Muhammad Haqqin Nazili sebagai berikut:

وَاَيْضًا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَالَ لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ أَحَدًا وَسَبْعِيْنَ اَلْفًا اِشْتَرَى بِهِ نَفْسَهُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ رَوَاهُ اَبُوْ سَعِيْدٍ وَ عَائِشَةٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا وَكَذَا لَوْ فَعَلَهُ لِغَيْرِهِ أَقُوْلُ وَلَعَلَّ هَذَا الْحَدِيْثَ مُسْتَنَدُالسَّادَةِ الصُّوْفِيَّةِ فىِ تَسْمِيَّةِ الذِّكْرِ كَلِمَةَ التَّوْحِيْدِ بِهَذَا اْلعَدَدِ عَتَاقَةً جَلاَلِيَّةً وَاشْتَهَرَتْ فىِ ذَلِكَ حِكَايَةٌ ذَكَرَهَا الشَّيْخُ اْلاَكْبَرُ عَنِ اْلاِمَامِ أَبِي اْلعَبَّاسِ اْلقُطْبِ اْلقَسْطَلاَنِى نَقْلاً عَنِ الشَّيْخِ أَبِي الرَّبِيْعِ الْمَالِكِى دَالَّةً عَلىَ صِدْقِ هَذَا الْخَبَرِ بِطَرِيْقِ اْلكَشْفِ اهـ . خزينة الاسرار  ص: ١٨٨

Rosulullah SAW. bersabda : “Barangsiapa yang membaca kalimat Laa Ilaaha Illallah sebanyak 71.000 maka dia telah membeli dirinya sendiri dari Allah Azza wa Jalla”. Hadits riwayat Abu Sa’id dan ‘Aisyah r.a. begitu juga kalau dia melakukan untuk orang lain.

BACA JUGA :  Adab Makan Dan Minum Supaya Mendapat Keberkahan

Hadits ini adalah sebagai sandaran dasar para Ulama’ Shufi untuk menamakan dzikir dengan kalimat tauhid dengan jumlah hitungan tersebut dengan nama ‘Ataqoh Jalaliyyah. Cerita tentang kebenaran dzikir ini sudah sangat masyhur, diantaranya yang ditutur oleh as-Syaikh al-Akbar dari Imam Abi al-Abbas al-Qutbi al-Qostholani dari Syaikh Abi Robi’ al-Maliki untuk menunjukkan kebenaran hadits ini dengancara mukasyafah. (Kitab Khoziinatul Asoror, hal. 188)

Fatawa ‎Zainuddin Abdul Aziz Ibnu Zainuddin Al-Malibari

Fatwa Dzikir 70.000 dihikiyatkan oleh Abu Yazid sebagai berikut:

وَحُكِىَ اَيْضًا فِيْهِ عَنِ الشَّيْخِ أَبِي يَزِيْدَ الْقُرْطُبِى قَالَ سَمِعْتُ فِى بَعْضِ اْلأَثاَرِ أَنَّ مَنْ قَالَ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ فِدَآءً مِنَ النَّارِ. إرشاد العباد صحيفة : ٤

Diriwayatkan lagi dari Syaikh Abi Yazid al-Qurtubi berkata : saya mendengar dari sebagian atsar (perkataan Shohabat) “ barangsiapa mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah sebanyak 70.000 kali, maka kalimat tersebut menjadi tebusan baginya dari api neraka (Kitab Irsyaadul ‘Ibaad, hal. 4)

Dan lagi telah masyhur dalam kitab-kitab karangan para ulama yang muktabar tentang kisah keberkatan amalan ini. Syaikhul Hadits, Rai-sul Muhadditsin, Hadrat Maulana Muhammad Zakaria al-Kandhalawi rahimahullah dalam karya beliau “Fadilah Dzikir” {himpunan “Fadilat ‘Amal”) menukilkan kisah berikut:

Perkataan Syaikh Abu Yazid al-Qurtubi

Syaikh Abu Yazid al-Qurtubi rahimahullahu ta`ala berkata,” Saya dengar bahwa barang siapa yang membaca لا اله الا الله tujuh puluh ribu kali maka dia akan terselamat daripada api neraka. Setelah mendengar perkara tersebut maka saya telah membaca satu himpunan bacaan yakni tujuh puluh ribu kali untuk isteri saya dan beberapa himpunan bacaan untuk simpanan akhirat saya sendiri.

Kisah Seorang Pemuda

Syaikh Abu Yazid al-Qurtubi rahimahullahu ta`ala berkata :. Seorang anak muda tinggal bertetangga dengan kami. Dia masyhur sebagai seorang yang mempunyai kasyaf. Dikatakan syurga dan neraka juga dapat dilihatnya melalui kasyaf. Saya ragu-ragu mengenai kebenaran berita tersebut. Satu ketika pemuda itu bersama kami dalam (majlis) makan. Dengan tidak semena-mena pemuda itu menjerit dan nafasnya mulai tersengal-sengal berkata, “Ibuku sedang dibakar di dalam neraka, aku dapat melihat keadaannya.”

BACA JUGA :  Dzikir Di Waktu Petang dan Faidahnya yang Luar biasa

Kata Hadrat Qurtubi rahimahullahu ta`ala, “Aku melihat keadaannya yang sangat gelisah. Saya terfikir bahwa satu himpunan bacaan لا اله الا الله perlu dihadiahkan kepada ibunya. Dengan ini saya dapat mengetahui kebenaran perkara di atas. Maka saya telah menghadiahkan untuk ibunya satu himpunan iaitu tujuh puluh ribu dzikir لا اله الا الله daripada simpananku secara diam-diam. Dzikir yang saya baca itu sebenarnya tidak diketahui oleh sesiapa pun selain Allah subhanahu wa ta`ala.

Lalu pemuda itu berkata, “Paman, ibuku telah dihindarkan daripada adzab neraka”. Kata Hadrat Qurtubirahimahullah.

Pernyataan Syaikh Abu Yazid

Aku telah memperoleh dua faedah daripada peristiwa ini.

PERTAMA. Terbukti bagiku keberkatan daripada bacaan tujuh puluh ribu kali لا اله الا الله sebagaimana yang aku dengar (mengenai kelebihan kalimah tersebut).

KEDUA. Aku meyakini kebenaran kata-kata pemuda itu.

Peristiwa ini hanya satu daripada kisah-kisah yang kita tidak tahu berapa banyak lagi kisah seumpama itu berlaku dalam kalangan individu umat ini.

Fadhilah Surat Al-Ikhlash

  1. Tafsiir As-Shoowi, Juz 4 hal. 498 ( Ahmad Shoowi Al-Maliki )

 ومنها : اَنَّ مَنْ قَرَأَهَا مِائَةَ أَلْفِ مَرَّةٍ فَقَدِ اشْتَرَى نَفْسَهُ مِنَ اللهِ, وَنَادَى مُنَادٍ مِنْ قِبَلِ اللهِ تَعَالَى فِىْ سَمَوَاتِهِ وَفىِ أَرْضِهِ : اَلاَ إِنَّ فُلاَناً عَتِيْقُ اللهِ, فَمَنْ كَانَ لَهُ قَبْلَهُ بِضَاعَةً فَلْيَأْخُذْهَا مِنَ اللهِ غَزَّ وَجَلَّ, فَهِيَ عَتَاقَةٌ مِنَ النَّارِ لَكِنْ بِشَرْطِ اَنْ لاَ يَكُوْنَ عَلَيْهِ حُقُوْقٌ لِلْعِبَادِ أَصْلاً, اَوْ عَلَيْهِ وَهُوَ عَاجِزٌ عَنْ أَدَائِهَا. تفسير الصاوى : الجزء الرابع صحيفة : ٤٩٨

Sebagian dari fadlilahnya surat Ihlas yaitu :. Sesungguhnya orang yang membacanya sebanyak 100.000 kali maka dia telah membeli dirinya sendiri dari Allah dan Malaikat akan mengumumkan dari sisi Allah di langit dan di bumi “ ketahuilah sesungguhnya si fulan adalah hamba yang dimerdekakan oleh Allah, siapa saja yang mempunyai hak yang di tanggung fulan maka mintalah dari Allah “. Maka surat Ihlas tersebut akan memerdekakan dari neraka, tetapi dengan syarat tidak mempunyai tanggungan pada orang lain, atau punya tanggungan tapi tidak mampu membanyarnya.

BACA JUGA :  Adab Berdoa : Tertulis Dalam Al-Adzkar Kata Imam Gozali di Ihya

Dalil Fadhilah Surat Al-Ikhlash

  1. Kitab Khoziinatul Asroor, hal. 157 ( Sayyid Muhammad Haqqin Nazili)

(وَأَخْرَجَ مُسْلِمٌ وَغَيْرُهُ …. وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ اْلاِخْلاَصِ بِإِخْلاَصٍ حَرّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النّارِ اهـ . خزينة الاسرار صحيفة: ١٥٧

Imam Muslim dan lainnya meriwayatkan…. dalam riwayat yang lain Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : barangsiapa membaca surat al-Ikhlas dengan hati yang ikhlas maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.

Untuk mengetahu tatacara dzikir ‘ataqah klik pada link ini : Ataqah Sugro : Tata Cara Berdzikir Untuk Fidak Sugro

"<yoastmark

Demikian ulasan tentang Fatwa Dzikir 70.000 : Beberapa Penjelasan Tentang Bolehnya. – Semoga bermanfaat untuk kita semua terutama yang sefaham dengan kami. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.