Ikhlas Artinya : Pengertian, Penafsiran, Perbedaan Dan Cirinya

2 min read

Ikhlas Artinya Pengertian, Penapsiran, Perbedaan Dan Cirinya

Ikhlas Artinya : Pengertian, Penafsiran, Perbedaan Dan CirinyaBismillahi Aamantu billah, Fiqih.co.id akan memberikan materi tentang Ikhlash Artinya apa?. Dalam Uaraian ini kami akan sampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan Ikhlash.

Ikhlas Artinya : Pengertian, Penafsiran, Perbedaan Dan Cirinya

Ikhlash ialah perihal yang sangat diperlukan ada pada jiwa kita. Akan tetapi bagaimna cara kita bisa untuk membuat Ikhlash pada jiwa kita yang sebenarnya. Oleh karena itu mari kita baca saja apa Pengertian Iklash yang dismpaikan oleh Para Ulama?.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْمِ اللهِ  الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، الحَمْدُ للهِ ءَامَنْتُ بِاللهِ، الصَّلَاةُ وَ السَّلامُ  عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ :  أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillah Segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah. Kita beriman kepada-Nya. Shalawat Salam semoga tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Pembaca yang kami banggaka rahimakumullah. Sehubungan dengan tema di atas berikut ini kami sampaikan uraiannya secara rinci dan ringkas.

Arti Ikhlas

Ikhlash adalah antara pekerjaan lahir dan bati itu sama. Jadi tidak ada bertolak belakang. Seperti halnya diterangakan dari beliau Hudzaifah al-Mar’asyi, ia mengatakan:

الْإِخْلَاصُ أَنْ تُسَوِيَ أَفْعَالُ الْعَبْدِ فِي الظَّاهِرِ وَالْبَاطِنِ

Artinya: “Ikhlash ialah kesamaan perbuatan hamba baik lahir maupun batin.

Dari Penjelasan tersebut telah memberikan pengertian bahwa:. Ikhlash adalah segala yang telah kita kerjakan itu harus benar-benar sesuai antara batin dan kenyataan yang diperbuat. Dan Perbuatab itu bukan karena ingin disanjung seseorang. Jadi Ikhlash itu betuk-betul “Lillahi Ta’ala” dan bukan karena siapa-siapa.

BACA JUGA :  Aamiin Allahumma Aamiin, Tulisan Arab Makna dan Pengertiannya

Pengertian Ikhlash

Adapun Pengertian Ikhlash ialah dengansesungguh hati beri’tikad untuk mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ibadah. Semua Aktivitas dalam kehidupan apabila didasari oleh ikhlash maka akan dinalai ibadah. Dan Ibadah itu ialah merupakan kewajiban untuk dilaksanakan oleh hamba Allah yang beriman.

Mengutip dari Al-Adzkar tertulis sebagai berikut : Diriwayatkan kepada kami dari Abul Qasi al-Qusyairi:

الْإِخْلَاصُ إِفْرَادُ الْحَقِّ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِي الطَّاعَةِ بِالْقَصْدِ، وَهُوَ أَنْ يُرِيْدَ بِطَاعَتِهِ التَّقَرُّبَ إِلَى اللهِ تَعَالَى دُوْنَ شَيْءٍ آخَرَ مِنْ تَصَنُّعٍ لِمَخْلُوْقٍ أَوْ اِكْتِسَابِ مَحْمَدَةٍ عِنْدَ النَّاسِ أَوْ مَحَبَّةِ مَدْحٍ لِمَخْلُوْقٍ أَوْ مَعْنًى مِنَ الْمَعَانِي سِوَى التَّقَرُّبِ إلَى اللهِ تَعَالَى.  الأذكار : ٧

Artinya: “Ikhlas ialah sengaja mengesakan Allah dalam beribadah. Dengan beribadah itu ia maksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan karena lainnya, seperti berbuat sesuatu karena makhluk, berbuat kebaikan yang terpuji di sisi manusia, suka dipuji atau lain-lainnya yang bukan takarub kepadaAllah”.

Bedanya Ikhlash Dan Shadiq

Adapun Ikhlas itu adalah harus menjaga hati dan pikiran dari semua jenis perhatian makhluk. Adapun Shadik yakni yang benar itu adalah menyelamatkan jiwa atau batin dari keinginan hawa nafsu seperti dinukil dari al-Adzkar

وَرَوَيْنَا عَنِ الْأُسْتَاذِ أَبِيْ عَلِي الدَّقَاقِ رَحِمَهُ اللهُ قَالَ: الْإِخلَاصُ: التَّوَقِي عَنِ مُلَاحَظَةِ الْخَلْقِ، وَالصِّدْقُ: التَّنَقِّي عَنْ مُطَاوَعَةِ النَّفْسِ» فَالْمُخْلِصُ لَا رِيَاءَ لَهُ وَالصَّادِقُ لَا إِعْجَابَ لَهُ

Artinya: Telah meriwayatkan kepada kami al-Ustadz Abu Ali ad-Daqoq Rahihullah. “Ikhlas ialah memelihara diri dari ingin diperhatikan makhluk. Sedangkan siddig (benar) itu ialah menyucikan diri dari memenuhi kehendak nafsu”. Orang yang ikhlas tidak ditemukan riya di dalam dirinya dan orang yang siddig (benar) itu tidak akan ditemukan adanya kesombongan dalam dirinya”.

Tafsiran Ikhlash

Ikhlash itu tidak cukup sampai yang tersebutkan di atas. melainkan lebih dari yang tersebut. Jadi yang namanya ikhlash itu antara jiwa dan pikirannya harus lurus dan mulus. Yakni  selamat dari berbagai macam pengharapan dari makhluk. Jadi Artinya Ikhlash itu adalah apa yang ada dalam pikranya semata-mata hanya karena Allah baik dalam keadaan sepi maupun rame, sempit maupun lapang. Seperti yang telah dinukil dari al-Adzkar tertulis sebagai berikut:

BACA JUGA :  Fadhilah Amal dan Beramal dengan hadits Dho’if

Abu Muhammad Sahal bin Abdullah at-Tastari menjelaskan:

نَظَرَ الْأَكْيَاسُ فِيْ التَّفْسِيْرِ الْإِخْلَاصِ فَلَمْ يَجِدُوْا غَيْرَ هَذَا أَنْ تَكُوْنَ حَرَكَتُهُ وَسُكُوْنُهُ فِيْ سِرِّهِ وَ عَلَانِيَّتِهِ لِلّٰهِ تَعَالَى لَا يُمَازِحُهُ نَفْسٌ وَ لَا هَوًى وَ لَا دُنْيًا، الأذكار : ٧

Artinya: “Para akyas (cendekiawan) dalam menafsirkan ikhlas tidak lebih daripada ini. Yaitu gerak dan diamnya, di tengah kesepian atau di tengah ramai hanya karena Allah ta’ala. Tiada bercabang dua dengan kehendak nafsu, keinginan diri dan keinginan keduniaan.

Ciri Ikhlash

Adapun ciri-ciri iklash itu menurut Dzun-Nun al-Mishra ada tiga sebagaiman diterangkan dalam kitab al-Adzkar sebagai berikut:.

وَعَنْ ذِيْ النُّوْنِ الْمِصْرِيِّ رَحِمَهُ اللهُ قَالَ: ثَلَاثٌ مِنْ عَلَامَاتِ الْإِخْلَاصِ: اِسْتَوَاءُ الْمَدْحِ وَالذَّمِ مِنَ الْعَامَّةِ؛ وَنِسْيَانُ رُؤْيَةِ الْأَعْمَالِ فِي الْأَعْمَالِ، وَاقْتِضَاءِ ثَوَابِ الْعَمَل فِي الْآخِرَةِ.

Artinya: Dari Dzun-Nun al-Mishri rahimahullah, beliau berkata:. “Alamat ikhlas itu ada tiga, pertama ujian dan celaan orang sama saja bagi dirinya. Kedua, tidak riya dalam beramal ketika ia sedang melaksanakan amal itu. Ketiga, amal yang ia lakukan hanya mengharap pahala di akhirat”.

Ikhlas Artinya Pengertian, Penapsiran, Perbedaan Dan Cirinya
Ikhlas Artinya Pengertian, Penafsiran, Perbedaan Dan Cirinya

Demikian Penjelasan  ringkas tentang Ikhlas Artinya : Pengertian, Penafsiran, Perbedaan Dan Cirinya Semoga bermanfaat. Mohon untuk diabaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab wa billahit-taufiq wal-Hidayah.