Keteguhan Hati : Kekuata Iman Menunaikan Ibadah Kurban

Keteguhan Hati : Kekuatan Iman Menunaikan Ibadah Kurban – Para calon Khotib hari raya adha yang kami kagumi, Fiqih.co.id pada halam ini akan menuliskan Materi Khutbah Idul adha dengan tema; Keteguhan Hati.

Daftar Isi

Keteguhan Hati : Kekuata Iman Menunaikan Ibadah Kurban

Keteguhan Hati merupakan kekuatan imannya kepada Allah ta’ala. Materi Khutbah Idul Adha kali ini kami sampaikan mengenai keteguhan hati: Nabiyullah Ibrahim ‘alaihi sholatu wa salaam menunaikan perintah Allah karena keimanannya yang kuat walau harus menyembelih seorang putranya Isma’il.

Materi Khutbah

Materi khutbah pada halaman ini akan kami sampaikan secara singkat agar tidak terlalu lama khotib membacakan khutbahnya kepada jamaah. Dan Materi khutbah idul adha ini kali ini ami sampaika dengan pokok bahsan tentang sejarah kurban dan diantara keutamaannya. Dan pada materi khutbah ini kami buat dua khutbah, karena mempersiapkan para khotib yang bermadzhab Syafi’i yang terbiasa dengan dua khutbah yang berqiyas pada khutbah jum’at.

Khutbah Pertama

 السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَإِلهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ, لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتِ، وَبِعَفْوِهِ تُغْفَرُ الذُّنُوْبُ وَالسَيِّئَاتُ، وَ بِكرَمِهِ تُقْبَلُ العَطَايَا وَ القُرَبَاتُ، وَ بلُطفِه تُسْتَرُ الْعُيُوْبُ وَالزَّلاَّتُ، الحمدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَاتَ وَأَحْيَا، وَمَنَعَ وَأَعْطَى، وَأَرْشَدَ وَهَدَى، وَأَضْحَكَ وَأَبْكَى؛ ﴿ وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا) أمَّا  بَعْدُ،  فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا الله َحَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ فَضِيْلٌ وَعِيْدٌ شَرِيْفٌ جَلِيْلٌ. قَالَ اللهُ تَعَالى فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الَّرجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الَّرحمن الرحيم. إِنّا أَعْطَيْنَاكَ الكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَالأَبْتَرُ

Uraian Khutbah

Ma’asyirol muslimin wal muslimat rohimakumullah. Bertaqwallah kepada Allah. Dan Marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat-Nya, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya. Kita masih diberi nikmat iman dan Islam, kesehatan lahir batin dan kesempatan untuk melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah-Nya, termasuk menunaikan shalat Idul Adha pada pagi hari ini.

Shalawat serta salam, semoga tetap terlimpahkan ke pangkuan baginda Nabi Besar Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Kaum muslimin jama’ah Idil Adha rahimakumullah. Pada pagi hari ini, meskipun dengan segala keterbatasan al-hamdulillah masi ada kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah SWT, dhuyufurrahman. Pada hari ini mereka telah berkumpul melaksanakan wuquf di ‘Arafah dan sedang berada di Mina untuk melaksanakan Jumratul ‘Aqabah. Mereka dengan pakaian ihramnya.

Mereka bertujuan memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu-Nya dan bertauhid mengesakan Allah SWT semata.

Bagi kita kaum muslimin yang belum diberi kesempatan menjadi tamu Allah SWT, maka kita pun melaksanakan shalat Idul-Adha dan ibadah kurban, sesuai dengan. Ibadah kurban ini adalah sebagai salah satu upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.

Ibadah Kurban bermula dari Pristiwan Nabi Ibrahi diperintahkan untyuk menyembelih ptranya Isma’il alaihi salaam.

Kaum muslimin sidang jama’ah Idil Adha rahimakumullah, Ibadah kurban ialah salah satu ibadah penting dalam ajaran Islam. Ajaran kurban ini prakteknya telah ditunjukkan oleh para nabi dan rasul hingga Nabi Muhammad SAW.

Nabi Ibrahim ‘alaihi salaam dikenal sebagai yang pertama melaksankan ibadah ini. Peristiwa penyembelihan yang dilakukan Nabi Ibrahim ‘alaihi salaam terhadap anaknya, Nabi Isma’il ‘alaihi salaam merupakan dasar ditunaikannya ibadah kurban.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah as-Shaffat ayat 102  yang Artinya wallahu a’lamu bimurodih: “Tatkala anak itu sampai umurnya dan sanggup berusaha bersamasama Ibrahim. Ibrahim berkata ; Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu. la menjawab, wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Peristiwa tersebut merupakan ujian ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah. Di kemudian hari, pengorbanan ini menjadi anjuran bagi umat Islam untuk ditunaikan setiap tanggal 10 Dzulhijah dan pada hari tasyrik, yaitu pada tanggal  11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Dengan Kekuatan Iman dan Keteguhan Hati Nabiyullah Ibrahim melaksankan perintah Allah, meski harus mengorbankan buah hatinya Isma’il ‘alaihi salaam. Namun demikian ketika perintah itu ddilaksanakan, maka Allah menggantinya dengan seekor kibas dari syurga.

Ibadah kurban tidak hanya mementingkan tindakan lahiriyah, berupa menyedekahkan hewan ternak kepada orang lain terutama fakir miskin, akan tetapi yang lebih penting adalah nilai ketulusan guna bertaqorub kepada Allah SWT.

Dalam beberapa ayat Al-Qur’an, Allah SWT menerangkan bahwa yang benar-benar membuahkan kedekatan dengan-Nya (kurban), bukanlah fisik hewan qurbannya, melainkan nilai takwa dan keikhlasan yang ada dalam jiwa kita. Dalam surah al-Hajj ayat 37, Allah SWT menyebutkan;

لَنْ يَنَالَ اللهَ لُحُوْمُهَا وَلأَ دِمَاءُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَقْوَى مِنْكٌم

Tidak akan sampai kepada Allah daging (hewan) itu, dan tidak pula darahnya, tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah takwa dari kamu”.

Penegasan Allah SWT ini mengindikasikan dua hal. Pertama, penyembelihan hewan sebagai kurban, merupakan bentuk simbolik dari tradisi Nabi Ibrahim AS, dan merupakan syi’ar dari ajaran Islam.

Kedua, Allah SWT hanya menginginkan nilai ketakwaan, dari orang yang menyembelih hewan ternak sebagai ibadah kurban. Indikasi ini sejalan dengan peringatan Rasulullah SAW: yang artinya: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat bentuk luarmu dan harta bendamu, tetapi Dia melihat hatimu dan perbuatanmu”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Pentingnya menunaikan Ibadah Kurban, dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA :

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرِبَنَّ مُصَلاَّناَ

Barangsiapa yang mempunyai kemampuan menyembelih hewan qurban tetapi tidak melaksanakannya, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat shalat kita” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah) Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd

Penutup Khutbah pertama

Demikian Khutbah singkat semoga bermanfa’at

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَاتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Materi Khutba kedua

الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لااله الاّالله والله اكبر، الله اكبر ولله الحمد

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ،  أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِلَهُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ ، اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَا نَعْبُدُ وَ لَا نَسْتَعِيْنُ إِلَّا إِيَّاهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَرَفَ اللهُ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ وَ خَتَمَ بِهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الهِ وَاَصْحَابِهِ، صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ {امابعد} فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ هَذَاالْيَوْمَ يَوْمُ النَّحْرِ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ حُرِمَ عَلَيْنَا فِيْهِ الصِّيَامُ وَأُحِلَ لَنَا فِيْهِ الطَّعَامُ، اعوذ باالله من الشيطان الرجيم؛ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ، وَقَالَ تَعَالَى : لَنْ يَنَالَ اللهَ لُحُوْمُهَا وَلأَ دِمَاءُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَقْوَى مِنْكٌم

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِ يَاَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ آمين يَا مُجِيْبَ السَـائِلِيْنَ اللَّـهُمَّ اغْفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا وُضُؤَانَا وَصَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَخُشُعَنَا وَتَعَبُدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ رَبَّنَا فَرِّجْ عَلَيْنَا فَرْجًا عَاجِلًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَخْشَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَجَمِيْعَ الْأَمْرَاضِ وَمَوْتَ الْفُجْأَتِ مَالَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والحمد لله رب العالمين

Keteguhan Hati
Keteguhan Hati

Demikian materi khutbah dengan tema; Keteguhan Hati : Kekuatan Iman Menunaikan Ibadah Kurban – Semoga bermanfaat bagi para calon khotib hari raya adha. Mohon ma’af biala ada kesalahan dalam penulisan baik teks arabnya maupun teks indonesianya .Silahkan dirubah oleh masing-masing sesuai keperluan dan kondisinya. Terimakasih atas kunjungannya