Syarat Wajib Shalat : Dalam Fiqih Itu Ada Tiga perkara

Syarat Wajib Shalat : Dalam Fiqih Itu Ada Tiga perkara – Pada kesemptan kali ini kami Fiqih.co.id akan menerangkan tentang Syarat-syarat wjibnya shalat menurut dalam salahsatu Ilmu Fiqih. Dan berikut ini kami akan mengutip dari faiqih dalam madzhab Syafi’i yaitu Kitab Fathul qorib.

Daftar Isi

Syarat Wajib Shalat : Dalam Fiqih Itu Ada Tiga perkara

Ada beberapa syarat untuk wajibnya mengerjakan shalat. Dalam pada ini In Syaa Allah urainnya kami akan sampaikan dari Fathul-qorib.

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ، بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ للهِ تَبَرُكًا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ،  وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لاَ نَبِيَ بَعْدَهُ، وَهُوَ رَسُوْلُ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ، أَمَّا بَعْدُ

Kaum Muslimiin muslimat, mukminiin mukminat dan Para Santri, Rahmatullahi ‘alaina wa ‘alaikum ajma’in. Dalam pembahasan syarat wajibnya shalat kali ini kami mohon ma’af bila nanti terdapat hal yang kurang berkenan.

Mengenai Syarat-syarat Wajibnya Shalat dalam fiqih yang kami baca dalam kitab fathul-qorib itu ada tiga. Akan tetapi boleh jadi ada pengertian lain yang tidak sama dengan yang kami uraikan disini. Oleh karena itu mohon abaikan saja urian ini bagi yang tidak sependapat dengan papran kami.

Syarat wajib shalat

Sebagaimana diterangkan dalam fiqih Fathul-qorib sebagai berikut:

﯁(فَصْلٌ وَشَرَائِطُ وُجُوْبِ الصَّلَاةُ ثَلَاثَةُ اَشْيَاءَ) اَحَدُهَا(الْاِسْلَامُ) فَلَاتَجِبُ الصَّلَاةُ لِلْكَافِرِ الْاَصْلِيِّ  وَلَايَجِبُ عَلَيْهِ قَضَاؤُهَا اِذَا اَسْلَمَ وَاَمَّاالْمُرْتَدُ فَتَجِبُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَقَضَاؤُهَا اِنْ عَادَ الِى الْاِسْلَامِ، (وَ)الثَّانِي(الْبُلُوْغُ) فَلَاتَجِبُ عَلَى صَبِيٍّ وَصَبِيَّةٍ لَكِنْ يُؤْمَرَانِ بِهَا بَعْدَ سَبْعِ سِنِيْنَ اِنْ حَصَلَ التَّمْيِزُ بِهَا وَاِلَّا فَبَعْدَ التَّمْيِزِ وَيُضْرَبَانِ عَلَى تَرْكِهَا بَعْدَ كَمَالِ عَشْرِ سِنِيْنَ. (وَ)الثَّالِثُ (الْعَقْلُ) فَلَاتَجِبُ عَلَى مَجْنُوْنٍ وَقَوْلُهُ(وَهُوَ حَدُّ التَّكْلِيْفِ) سَاقِطٌ فِي بَعْضِ نُسَخِ الْمَتْنِ..﯁

Pasal: Syarat-syarat wajibnya shalat itu ada 3 perkara yaitu :

  1. Islam, maka tidak wajib shalat bagi orang Kafir asli dan tidak wajib mengulangi shalatnya bagi si Kafir tersebut ketika ia masuk Islam. Adapun orang Murtad, maka baginya wajib mengulangi shalatnya.
  2. Baligh, tidak wajib mengerjakan shalat bagi anak kecil laki-laki dan perempuan, tetapi keduanya diperintah mengerjakan shalat sesudah sampai berumur 7 tahun, jika memang sudah mengerti, bila tidak maka harus dinanti sesudah dia mengerti. Apabila keduanya meninggalkan shalat sesudah sampai umur 10 tahun, maka keduanya harus diberi pengajaran.
  3. Berakal, maka tidak wajib shalat bagi orang gila. Perkataan mushannif, bahwa Islam, baligh dan berakal sebagai batas (pengertian) mukallaf itu dinyatakan gugur menurut sebagian keterangan kitab Matan.

Shalat yang disunnahkan

(وَالصَّلَوَاتُ الْمَسْنُوْنَةُ خَمْسٌ الْعِيْدَانِ) اَيْ صَلَاةُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَعِيْدِ الْاَضْحَى (وَالْكُسُوْفَانِ) اَيْ صَلَاةُ كُسُوْفِ الشَّمْسِ وَخُشُوْفِ الْقَمَرِ (وَالْاِسْتِسْقَاءُ) اَيْ صَلَاتُهُ.  (وَالسُّنَنُ التَّابِعَةُ لِلْفَرَائِضِ) وَيُعَبَّرُ عَنْهَا اَيْضًا بِالسُّنَنِ الرَّاتِبَةِ (سَبْعَةَ عَشَرَ رَكْعَةً، رَكْعَتَا الْفَجْرِ وَاَرْبَعُ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهَا، وَاَرْبَعُ قَبْلَ الْعَصْرِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَالْمَغْرِبِ وَثَلَاثُ بَعْدَ الْعِشَاءِ يُوْتِرُ بِالْوَاحِدَةِ مِنْهُنَّ.

Shalat-shalat yang disunnahkan itu ada 5 (lima) yaitu:

  • Shalat dua Hari Raya, yakni: 1. Hari Raya ‘Idul Fithri 2. Hari Raya Qurban.
  • Shalat dua gerhana, yakni : 1. Gerhana matahari. 2. Gerhanarembulan.
  • Shalat Istisqak (untuk meminta hujan,)

Shalat Sunnah Rawatib

Beberapa shalat sunnah yang mengikuti shalat-shalat fardhu dan juga dapat disebut sebagai shalat rawatib itu ada 17 rakaat. 1. dua rakaat shalat sunnat shubuh. 2. Empat rakaat sebelum shalat dzuhur. 3. dua rakaat sesudah shalat dzuhur. 4. empat rakaat sebelum shalat ‘ashar. 5. dua rakaat sesudah shalat maghrib. 6. tiga rakaat sesudah shalat ‘Isyak, salah satu di antara tiga ini merupakan shalat witir. 17 rakaat.

Shalat Witir

وَالْوَاحِدَةُ هِيَ اَقَلُ الْوِتْرِ وَاَكْثَرُهُ اِحْدَى عَشَرَةَ رَكْعَةً وَوَقْتُهُ بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَطُلُوْعِ الْفَجْرِ فَلَوْ اَوْتَرَ قَبْلَ الْعِشَاءِ عَمْدًا اَوْ سَهْوًا لَمْ يُعْتَدْ بِهِ. وَالرَّاتِبُ الْمُؤَكَّدُ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ عَشْرُ رَكَعَاتٍ: رَكْعَتَانِ قَبْلَ الصُّبْحِ، وَ رَكْعَتَانِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهَا، رَكْعَتَانِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، رَكْعَتَانِ بَعْدَ الْعِشَاءِ.﯁

Paling sedikit shalat witir itu 1 (satu) rakaat dan paling banyak 21 rakaat. Adapun waktunya antara shalat Isyak dan terbitnya fajar.

Seandainya seseorang melakukan shalat witir sebelum shalat ‘Isyak dengan sengaja atau karena lupa, maka hukumnya tidak shah.

Shalat Sunnah Rawatib Yang Ditekankan

Shalat-shalat sunnah rawatib tersebut yang sangat ditekankan (untuk dikerjakan,) ada 10 rakaat, yaitu :

  1. Dua rakaat sebelum shalat shubuh.
  2. Dua rakaat sebelum shalat dzuhur.
  3. Dua rakaat sesudah shalat dzuhur.
  4. Dua rakaat sesudah shalat maghrib.
  5. Dua rakaat sesudah shalat ‘Isyak. Jumlah ya = 10 rakaat.

Shalat sunnah yang ditekankan selain Sunnah Rawatib

﯁(ثَلَاثُ نَوَافِلِ مُؤَكَّدَاتٌ) غَيْرُ تَابِعَةٍ لِلْفَرَائِضِ. اَحَدُهَا(صَلَاةُ اللَّيْلِ) وَالنَّفْلُ الْمُطْلَقُ فِي اللَّيْلِ اَفْضَلُ مِنَ النَّفْلِ الْمُطْلَقِ فِي النَّهَارِ وَالنَّفْلُ وَسَطَ اللَّيْلِ اَفْضَلُ ثُمَّ اَخِرُهُ اَفْضَلُ وَهَذَا لِمَنْ قَسَمَ اللَّيْلَ ثَلَاثًا، (وَ) الثَّانِي (صَلَاةُ الضُّحَى) وَاَقَلُهَا رَكْعَتَانِ وَاَكْثَرُهَا ثِنْتَا عَشَرَةَ رَكْعَةً وَوَقْتُهَا مِنْ اِرْتِفَاعِ الشَّمْسِ اِلَى زَوَالِهَا كَمَا قَالَهُ النَّوَوِيُّ فِي التَّحْقِيْقِ وَشَرْحِ الْمُهَذَّبِ (وَ) الثَّالِثُ (صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ) وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيْمَاتٍ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَجُمْلَتُهَا خَمْسُ تَرْوِيْحَاتٍ.﯁

Shalat-shalat sunnah yang sangat ditekankan selain yang mengikuti shalat fardhu itu adalah 3 (tiga) :

  1. Shalat di waktu malam. Dan Shalat sunnah muthlaq di waktu malam itu lebih baik dari pada di waktu siang hari. Shalat sunnah di waktu tengah malam itu lebih baik, kemudian juga mengakhirkannya. Demikian ini adalah menurut pendapat ulama yang membagi bahwa waktu malam itu ada tiga.
  2. Shalat Dhuha. Paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak. 12 rakaat. Sedangkan waktunya ya itu mulai dari naiknya matahari sampai matahari itu condong, sebagaimana pendapat Imam Nawawi tersebut di dalam kitab Tahqiq dan syarakh Muhadzdzab.
  3. Shalat Tarawih, yaitu 20 rakaat dengan 10 . salam yang dikerjakan di tiap-tiap malambulan Ramadhan. 20 rakaat tersebut jumlahnya 5 kali pemberhentian.
Syarat-Syarat Wajibnya Shalat Itu Ada Tiga Perkara
Syarat-Syarat Wajibnya Shalat Itu Ada Tiga Perkara

Keterangan Shalat Tarwih :

Maksudnya, bahwa shalat tarawih itu 20 rakaat yang dikerjakan 2 rakaat kemudian salam. Apabila telah sampai 4 rakaat (dengan 2 kali salam) maka berhenti membaca Surat ikhlas 3 kali, misalnya disertai doa.

Jadi dari Jumlah itu maka waktu berhenti ini sampai 5 kali. Kemudian ditambah dengan shalat witir 3 rakaat, dua salam yakni 2 rakaat kemudian salam, terus ditambah 1 rakaat.

وَيَنْوِى الشَّخْصُ بِكُلِّ رَكْعَتَيْنِ التَّرَاوِيْحِ اَوْقِيَامِ رَمَضَانَ وَلَوْ صَلَى اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْهَا بِتَسْلِيْمَةٍ وَاحِدَةٍ لَمْ تَصِحْ. وَوَقْتُهَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَالْفَجْرِ

Hendaknya seseorang berniat mengerjakan shalat tarawih untuk setiap 2 rakaat atau niat shalat sunnah di dalam bulan Ramadhan. Jika orang tersebut mengerjakan tarawih 4 rakaat dengan satu salam, maka hukumnya tidak shah. Adapun waktunya shalat tarawih yaitu antara shalat ‘Isyak dan ke luarnya fajar.

Kami sarankan kepada pembaca agar mempelajiri syarat-syarat sebelum kita mengerjakan shalat. Untuk membacanya kilik saja pada Link ini : ⇒ Syarat Sebelum Mengerjakan Shalat Itu Ada Lima

Demikian Syarat Wajib Shalat : Dalam Fiqih Itu Ada Tiga perkara – Semoga bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Abaikan saja uraia kami ini jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya.