Keutamaan Dzikir : Dalil-dalilnya Dan Perintahnya Dalam Al-quran

Keutamaan Dzikir : Dalil-dalilnya Dan Perintahnya Dalam Al-quran  – Pada kesempatan kali ini Fiqih.co.id akan menerangkan tentang Keutamaa dzikir. Dalil Dzikir dan Perintah Dzikir Dalam Al-quran.

Daftar Isi

Keutamaan Dzikir : Dalil-dalilnya Dan Perintahnya Dalam Al-quran

Terkait dengan tema tersebut di atas baiknya mari kita ikut bersama Uraian Fiqih.co.id di bawah ini. Sebelumnya kami mohon ma’af kepada para pebaca jika uraian kami nanti tidak berkenan.

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتَهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا  عَبْدُهُ رَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ  أَمَّا بَعْدُ

Segala Puji hanya bagi Allah, Sholawat dan Salam-Nya semoga tetap tercurahkan ke haribaan Nabi agung Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam.Para pembaca yang kami kagumi hadanallahu wa iyyakum. Berikut beberapa dalil perintah dzikir.

Dalil Perintah Dzikir Dalam Al-quuran QS. Al Ahzab : 41- 43

Oarang-orang beriman diperintahkan untuk selalu berdzikir sebanyak-banyaknya. Bertasbih pagi dan petang sebagaimana diterangkan dalam Al-quran.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا * هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا * الأحزاب: ٤١ – ٤٣ 

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab : 41-43)

Berdzikir Dijanjikan Pahala Ampunan

Orang-orang yang semangant berdzikir baik pria ataupun wanita itu sudah pasti dia akan diampuni dosanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman Allah Dalam Al-quran AlAhzab : 35

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

Artinya: Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah (berzdikir), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS  Al-Ahzab: 35)

Rendah Hati Dalam Berdzikir

Pada setiap keadaan dan di setiap saat hati kita mesti senantiasa mengingat Allah. Kita tidak boleh lupa kepada-Nya. Berdzikir juharus dengan rendah hati dan ikhlas semata-mat hanya karena Allah. Allah berfirman dalam Al-quran Al-A’raf : 205

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ، الأعراف : ٢٠٥

Artinya: Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (Al-A’raf :205)

Berdzikir, Bersyukur Tidak Boleh Kufur

Berdzikir mengingat Allah adalah perintah Allah. Bersyukur atas anugrah ni’mat Allah yang selalu Allah berikan kepada kita. Tidak boleh kufur terhadap ni’mat Allah. Berdzikirlah dalam keadaan apapun, baik dalam keadaan berdiri, berbaring ataupun berdiri. Firman Allah dalam Al-quran, Al-Baqoroh : 152

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ:  البقرة : ١٥٢

Artinya: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku. (Al-Baqoroh: 152)

Brddzikir Dalam Berbagai Kondisi

Allah Subhanahu wa Ta’ala, QS. Ali Imron : 191-192

الَّذِيْنَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ * رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ *  ال عمـران:   ١٩١- ١٩٢

Artinya(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.* Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Ali Imron: 191-192)

Allah Terhadap Hamba-Nya

Disebutkan dalam Hadits Qudsi sebagai berikut:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِيْ فَإِنْ ذَكَرَنِي فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ، وَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلَاءٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلَاءٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِيْ يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً.  رواه البخاري : ٨/١٧١ ومسلم : ٢٠٦١/٤

Artinya: Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, maka Aku menyebut namanya dalam diri-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, maka Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan ‘amal sholeh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari). (H.R; Bukhori: 8/171 dan Muslim: 4/2061, lafad hadits ini dalam shaheh Bukhori)

Tentang Kalimat Laa-ilaha illallah

قَالَ ﷺ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ : لآاَلَهَ اِلاَّاللهُ كَلاَمِيْ وَاَنَا هُـوَ مَنْ قَالهَاَ دَخَلَ  حِصَنِيْ وَمَنْ دَخَلَ حِصَنِيْ اَمَنَ مِنْ عِقَابِيْ 

Artinya: Nabi SAW, beliau bersabda, Allah, Subhanahu wa Ta’ala. Beliau Berfirman; Adapun Kalimat لآاَلَهَ اِلاَّاللهُ itu KalamKu dan Aku itu Allah barang siapa yang mengucapkan Kalimat: لآاَلَهَ اِلاَّاللهُ  maka dia masuk kedalam GedungKu dan barang siapa yang telah masuk kedalam gedungKu, maka ia selamat dari siksaanKu.

Keterangan Uraian di atas

Menurut Fiqih.co.id Keterangan yang terdapat pada Hadits Qudsi tersebut di atas menurut pemahaman kami. Berperasangka baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah merupakan suatu hal yang wajib bagi hamba beriman. Dan senantiasa harus mengingat Allah. Berddzikirlah, baik secara individu maupun dalam perkumpulan orang banyak (berjama’ah). Demikian juga mendekatkan diri kepada Allah di setiap sa’at.

Dari hadits Qudsi tersebut, tentu saja kita harus yaqin  bahwa kalimat : لآاَلَهَ اِلاَّاللهُ yang selama ini kita sudah jadikan sebagai ‘amalan harian, bahkan wiridan kita. Wiridan itu baik dalam pertemuan Pengajian Majlis Ddzikir ‘Ataqoh, Majlis-majlis Ddzikir yang selain ‘Ataqoh atau dzikir Fida maupun yang di ‘amal secara individu Insya-Allah. In Syaa Allah kesemuanya itu bisa menyebabkan kemerdekaan kita dari neraka. Wallahu ‘alam.

"<yoastmark

Demikian ulasan kami tentang Keutamaan Dzikir : Dalil-dalilnya Dan Perintahnya Dalam Al-quran. – Semoga bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.