Zalim, Dan sangling menzalimi diharamkan Allah Ta’ala

5 min read

Zalim dan Saling Menzalimi diharamkan Allah

Zalim, Dan sangling menzalimi diharamkan Allah Ta’ala – Pada lembaran ini Fiqih.co.id akan menyampaikan haditsnya. Salaing menganiaya itu dilarang Allah dan hukumnya itu haram.

Zalim, Dan sangling menzalimi diharamkan Allah Ta’ala

Allah telah mengaharmakan aniaya pada diriNya. Allah melarang pada hambaNya perbuatan saling aniaya. Bagaimana Dalilnya?, simak lengkapnya kutipan hadits qudsi di bawah ini.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ حَرَّمَ عَلَيْنَا تَظَالُمًا، فَلَا نَتَظَالَمُ وَنَسْتَغْفِرُهُ مِنْ شُرُرِ اَعْمَلِنَا

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِ رُسُلِ اللهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ:  أَمَّا بَعْدُ

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat serta Salam semoga senantiasa tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Saudaraku seiman yang dirahmati Allah. Mohon izin kami pada halaman ini untuk menyampaika hadits qudsi tentang beberapa hal yang sangat perlu kita sadari. Silahkan baca nuqilan haditsnya di bawah ini:.

Kata Zalim

Kata “Zalim” dalam tulisan arabnya adalah (ظُلْمٌ), artinya: aniaya. Kata “Zalim” tulisan arabnya bukan (زُلْمٌ) yang bermakna : (keliru).  Maka di sini kami perlu jelaskan bahwa yang di maksudkan Zalim menzalimi itu tertulis dalam bahasa arabnya adalah (تَظَالُمًا) artinya: “Saling menganiaya” kalau menggunaka kata (تَزَالُمًا) itu artiny saling mengelirukan.

Saling menzalimi adalah haram

Diterangkan dalam lengkapnya hadits sebagai berikut:

عَنْ سَعِيْدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيْزِ عَنْ رَبِيْعَةَ بْنِ يَزِيْدٍ عَنْ أَبِيْ إِدْرِيْسٍ الْخَوْلَانِيْ عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بْنِ جُنَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فِيْمَا يَرْوِي عَنِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ، ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا، فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ، قَالَ سَعِيْدٌ: كَانَ أَبُوْ إِدْرِيْسٍ إِذَا حَدَثَ بِهَذَا الْحَدِيْثِ جَثًّا عَلَى رُكْبَتَيْهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Arti Hadits

Dari Said bin Abdul Aziz dari Rabi’ah bin Yazid dari Abu Idris al-Khawlani dari Abu Dzar. Iaitu Jundub bin Junadah r.a. dari Nabi ﷺ dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Allah Tabaraka wa Ta’ala, bahawasanya Allah berfirman:.

BACA JUGA :  Berbuat Baik : Seperti Menolong Kawan Maka Pasti ditolong Allah

“Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan pada diriku sendiri akan menganiaya. Dan menganiaya itu Kujadikan haram di antara engkau sekalian. Maka dari itu, janganlah engkau sekalian saling menganiaya.

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu tersesat, kecuali orang yang Kuberi petunjuk. Maka itu mohonlah petunjuk padaKu, engkau semua tentu Kuberi petunjuk itu.

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu lapar, kecuali orang yang Kuberi makan. Maka mohonlah makan padaKu, engkau semua tentu Kuberi makanan itu.

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu telanjang, kecuali orang yang Kuberi pakaian. Maka mohonlah pakaian padaKu, engkau semua tentu Kuberi pakaian itu.

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya engkau semua itu berbuat kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku inilah yang mengampunkan segala dosa. Maka mohon ampunlah padaKu, pasti engkau semua Kuampuni.

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya engkau semua itu tidak dapat membahayakan Aku. Maka andaikata dapat, tentu engkau semua akan membahayakan Aku. Lagi pula engkau semua itu tidak dapat memberikan kemanfaatan padaKu. Maka andaikata dapat, tentu engkau semua akan memberikan kemanfaatan itu padaKu.

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling mula-mula – awal – hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama bersatu padu seperti hati seseorang yang paling taqwa dari antara engkau semua, hal itu tidak akan menambah keagungan sedikitpun pada kerajaanKu.

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling mula-mula – awal – hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama bersatu padu seperti hati seseorang yang paling curang dari antara engkau semua, hal itu tidak akan dapat mengurangi keagungan sedikitpun pada kerajaanKu.

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling awal hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama berdiri di suatu tempat yang tinggi di atas bumi, lalu tiap seseorang meminta sesuatu padaKu dan tiap-tiap satu Kuberi menurut permintaannya masing-masing, hal itu tidak akan mengurangi apa yang menjadi milikKu, melainkan hanya seperti jarum bila dimasukkan ke dalam laut – jadi berkurangnya hanyalah seperti air yang melekat pada jarum tadi.

Wahai hamba-hambaKu, hanyasanya semua itu adalah amalan-amalanmu sendiri. Aku menghitungnya bagimu lalu Aku memberikan balasannya. Maka barangsiapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji kepada Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, hendaklah jangan menyesali kecuali pada dirinya sendiri.”

Said berkata: “Abu Idris itu apabila menceriterakan Hadis ini, ia duduk di atas kedua lututnya.” (Riwayat Muslim)

Pengertian yang terkadung dalam hadits qudsi tersebut

Hadits qudsi tesebut di atas menjelaskan sedikitnya ada sepuluh penjelasan Allah terhadap haba-hambaNya iatu:

  1. Tentang Zalim.
  2. Petujuk.
  3. Lapar dan kenyang.
  4. Pakaian.
  5. Pengampunan.
  6. Manusia sesungguhnya tidak ada apa-apanya kecuali yang dikehendaki oleh Allah.
  7. Ketaqwaan Semua Hamba Allah kepadaNya.
  8. Kerajaan Allah.
  9. Maha Kayanya Allah.
  10. Setiap amal pasti ada balasannya
BACA JUGA :  Tholabul ilmi, Dalilnya, Keutamaannya & Penjelasan Ilmu yang fardhu

Rincian Peringatan pada hadits :

Hukum Saling Menzalimi

“Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan pada diriku sendiri akan menganiaya dan menganiaya itu Kujadikan haram di antara engkau sekalian. Maka dari itu, janganlah engkau sekalian saling menganiaya.

Harus Minta Petunjuk Kepada Allah

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu tersesat, kecuali orang yang Kuberi petunjuk. Maka itu mohonlah petunjuk padaKu, engkau semua tentu Kuberi petunjuk itu.

Memohon Rizki Makanan

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu lapar, kecuali orang yang Kuberi makan. Maka mohonlah makan padaKu, engkau semua tentu Kuberi makanan itu.

Minta Rizki pakaian

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu telanjang, kecuali orang yang Kuberi pakaian. Maka mohonlah pakaian padaKu, engkau semua tentu Kuberi pakaian itu.

Memohon Pengampunan Dosa

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya engkau semua itu berbuat kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku inilah yang mengampunkan segala dosa. Maka mohon ampunlah padaKu, pasti engkau semua Kuampuni.

Sangat tidak berarti serta sangat lemahnya manusia

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya engkau semua itu tidak dapat membahayakan Aku. Maka andaikata dapat, tentu engkau semua akan membahayakan Aku. Lagi pula engkau semua itu tidak dapat memberikan kemanfaatan padaKu. Maka andaikata dapat, tentu engkau semua akan memberikan kemanfaatan itu padaKu.

Tentang Ketaqwaan seluruh MakhlukNya bagi Allah

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling awal hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama bersatu padu seperti hati seseorang yang paling taqwa dari antara engkau semua, hal itu tidak akan menambah keagungan sedikitpun pada kerajaanKu.

Mengenai Kerajaan Allah

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling awal hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama bersatu padu seperti hati seseorang yang paling curang dari antara engkau semua, hal itu tidak akan dapat mengurangi keagungan sedikitpun pada kerajaanKu.

Soal Kekayaan Allah

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling awal hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama berdiri di suatu tempat yang tinggi di atas bumi, lalu tiap seseorang meminta sesuatu padaKu dan tiap-tiap satu Kuberi menurut permintaannya masing-masing, hal itu tidak akan mengurangi apa yang menjadi milikKu, melainkan hanya seperti jarum bila dimasukkan ke dalam laut – jadi berkurangnya hanyalah seperti air yang melekat pada jarum tadi.

Masalah Perbutan hambaNya

Wahai hamba-hambaKu, hanyasanya semua itu adalah amalan-amalanmu sendiri. Aku menghitungnya bagimu lalu Aku memberikan balasannya. Maka barangsiapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji kepada Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, hendaklah jangan menyesali kecuali pada dirinya sendiri.”

Said berkata: “Abu Idris itu apabila menceriterakan Hadis ini, ia duduk di atas kedua lututnya.” (Riwayat Muslim)

BACA JUGA :  Membaca Ta’awudz Sebelum Fatihah Dalam Sholat Apa Hukumnya

Penjelasan hadits qudsi tersebut:

Hadis yang diriwayatkan oleh Nabi s.a.w. dan berasal dari Allah semacam Hadis di atas ini juga Hadis no. 11 dan no. 95 disebut Hadis Qudsi (suci). Bezanya dengan al-Quran ialah kalau al-Quran merupakan mu’jizat sedang Hadis Qudsi tidak. Lagi pula hanya melulu membaca saja pada al-Quran itu sudah merupakan ibadat. Yang penting kita perhatikan ialah:

Menzalimi itu dosa besar

(a) Menganiaya itu adalah benar-benar besar dosanya dan doanya orang yang dianiaya itu tidak akan ditolak oleh Allah yakni pasti dikabulkan sebagaimana sabda Nabi s.a.w.:

“Takutlah pada doanya orang yang dianiaya, sekalipun ia itu kafir kerana sesungguhnya saja tidak ada tabir yang menutup antara doa orang itu dengan Allah.”

Tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni jika mau bertaubat

 (b) Semua dosa itu dapat diampuni oleh Allah asal kita mohon ampun serta bertaubat kecuali syirik (menyekutukan Allah). Sebagaimana dalam al-Quran disebutkan:

“Sesungguhnya Allah tidak suka mengampuni kalau Dia disekutukan dengan lainNya. Dan Dia suka mengampuni yang selain itu pada orang yang dikehendaki olehNya.”

Allah memerintahkan Taat itu bukan kebuthuan Allah

(c)  Kalau kita taat pada Allah, melakukan semua perintahNya, ini bukan bererti bahawa Allah memerlukan kita taati. Kita taat atau tidak bagi Allah tetap saja. Maka bukannya kalau kita taat, Allah tambah mulia atau kalau kita ingkar lalu Allah kurang kemuliaanNya. Itu tidak sama sekali. Hanya saja Allah menyediakan tempat kesenangan (syurga) bagi orang yang taat dan tempat siksa (neraka) bagi orang yang ingkar.

HambaNya yang paling taqwa adalah Nabi Muhammad

(d)  Orang yang amat taqwa yang dimaksudkan dalam Hadis ini ialah Nabi Muhammad s.a.w. Dan yang paling curang itu ialah syaitan (setan) sebab syaitan itu dahulunya bernama Azazil dan termasuk dalam golongan jin.

Maha Kayaannya Allah

(e)  Begitu banyaknya air laut, kalau isinya hanya dikurangi oleh jarum yang melekat di situ, maka kekurangan  itu tidak bererti sama sekali. Begitulah perumpamaannya andaikata Allah mengabulkan semua permohonan makhlukNya.

Zalim dan Saling Menzalimi diharamkan Allah
Zalim dan Saling Menzalimi diharamkan Allah

Demikian Uraian Fiqih.co.id menganai Zalim, Dan sangling menzalimi diharamkan Allah Ta’ala Semoga dapat mengambil pelajaran dari inti uraian tersebut. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.