Dzikir ‘Ataqah 2 : Sughro (Fidak Sughro) 70.000 Kali Baca Tahlil

Dzikir ‘Ataqah 2 : Sughro (Fidak Sughro) 70.000 Kali Baca Tahlil.Pada kesempatan kali ini Fiqih.co.id akan melanjutkan keterangan tentang membaca dzikir LA ILAHA ILLA LLAH 70.000 kali. Dikir Tersebut untuk membuat ‘Ataqah Shughro (Fidak Shughro).

Daftar Isi

Dzikir ‘Ataqah 2 : Sughro (Fidak Sughro) 70.000 Kali Baca Tahlil

Uraian tentang Dzikir ‘Ataqah ini kami hanya menyediakan jama’ah kami yang sefaham. Mohon Pengertiannya kepada saudara kami yang tidak sependapat. Pada Bagian yang ke dua ini merupaka lanjutan dari uraian yang sebelumnya..

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ  أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله   اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ:  أَمَّا بَعْدُ

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. dalam pembahasan yang ke 8 kali  ini Fiqih.co.id. Insyah Allah akan menertangkan  tentang ‘Ataqah (Fidak). ‘Ataqah itu ada dua macam. Pertama ‘ataqah shughro (fidak shughro) kedua ‘ataqah kubro (fidak kubro). Ataqah Shughro (fidak shughro) adalah dzikir: LA ILAH ILLA LLAH 70.000 kali. Adapun ‘Ataqah Kubro (fidak kubro) itu dalah bacaan: surat al-Ikhlash sebanyak 100.000 kali.

Dasar-dasar Tentang Dzikir

  1. Sabda Rasulullah SAW:

Dalam Shahih Muslim, sahabat Abu Hurairah mengisahkan bahwa ketika turun ayat “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S. as-Syu’ara: 214)”, Rasulullah SAW memanggil orang-orang Quraisy, lalu mereka berkumpul. Kemudian Rasulullah SAW menyampaikan sabda secara umum dan secara khusus, beliau bersabda:. “Wahai Bani Ka’ab bin Lu’ai, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Murrah bin Ka’ab, selamatkanlah diri kalian dari api neraka.

Wahai Bani Abdi Syams, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdi Manaf, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Hasyim, selamtkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Bani Abdil Muthalib, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Fathimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka.

Karena sesungguhnya aku tidak kuasa menjamin apapun kepada Allah untuk kalian. Hanya saja kalian mempunyai hubungan kerabat, dan aku selalu melestarikannya dengan menyambung dan mempererat (tali silaturrahim dan memuliakan).” [H.R. Muslim]

Sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya aku tidak berkuasa menjamin apapun kepada Allah untuk kalian” maksudnya adalah:. Janganlah kalian mengandalkanku karena kalian mempunyai hubungan kerabat denganku,. Sesungguhnya aku tidak berkuasa untuk menolak kemadlaratan yang dikehendaki oleh Allah SWT kepada kalian.

Perintah untuk menyelamtakan diri

  1. Sabda Rasulullah SAW:

Dalam Shahih Bukhari, dari shahabat Abu Huraiarah RA, beliau berkata:. “Rasulullah SAW berdiri ketika Allah SWT menurunkan ayat:. “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Q.S. al-Syu’ara: 214)”, beliau bersabda: “Wahai orang-orang Quraisy, belilah (selamatkanlah) diri kalian (dari siksa). Aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepada kalian terhadap Allah SWT.

Wahai Bani Manaf, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepada kalian terhadap Allah SWT. Wahai Abbas bin Abdul Muthalib, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT. Wahai Shafiyah bibi utusan Allah, aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT.

Wahai Fathimah putri Muhammad SAW, mintalah apa saja yang engkau inginkan dari hartaku,. Aku tidak kuasa memberi jaminan apapun kepadamu terhadap Allah SWT.” [H.R. Bukhari]

Tasbih dan Tahmid

  1. Sabda Rasulullah SAW:

Diriwayatkan dari Sayidina Abdullah bin Abbas RA, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda:. “Barang siapa yang tiap pagi membaca “Subhanallahi wabihamdihi”. Seribu kali, maka sungguh ia telah membeli dirinya dari Allah SWT. Dan ia di akhir hidupnya menjadi orang yang dimerdekakan oleh Allah SWT.” [H.R. al-Thabrani dalam kitabnya Mu’jam al-Ausath]

Atsar Tahlil 70.000

Dalam sebagian atsar diriwayatkan:. Bahwa barang siapa mengucapkan Laailaha Illallah tujuh puluh ribu kali, maka hal itu akan menjadi tebusan dirinya dari api neraka.

Sayiduna al-Syaikh Muhammad bin Abu Bakar al-Syili Ba’alawi RA berkata:. “Ayahku mengumpulkan jamaah, mereka membaca tasbih seribu kali, kemudian menghadiahkannya kepada sebagian orang-orang yang telah meninggal. Membaca Lailaaha Illallah seribu kali, kemudian menghadiahkannya kepada sebagian orang-orang yang telah meninggal. Penduduk Tarim (Yaman) sangat memperhatikan dan antusias dalam hal ini. Mereka berpesan kepada sebagian yang lain dengan menggunakan harta untuk hal (penebusan) itu.

Ayahku adalah orang yang mendorong dan pendiri/pelaksana kegiatan ini. Demikian inilah apa yang dikerjakan oleh kaum sufi dan turun-temurun dari zaman dahulu hingga sekarang. Sebagian dari mereka berpesan agar menjaga dan melestarikannya. Mereka menuturkan bahwa dengan hal itu Allah SWT memerdekakan hamba yang dihadiahi itu sebagaimana tercantum dalam hadits.

”Al-Imam Abu al-Farj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hanbali menuturkan bahwa sekelompok ulama salaf membeli dirinya dari Allah SWT dengan harta mereka. Di antara dari mereka membelinya dengan menyedekahkan semua hartanya, seperti Habib bin Abi Muhammad.

Ada yang menyedekahkan dengan timbangan peraknya sebanyak tiga atau empat kali, seperti Khalid bin al-Thahawi. Dan juga ada yang bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal kebaikan dan mengatakan: “Aku hanyalah seorang tawanan yang berusaha untuk bebas.”, seperti ‘Amr bin ‘Uthbah. Sebagian dari mereka membaca tasbih sebanyak dua belas ribu kali setiap hari sesuai dendanya, seolah-olah ia telah membunuh dirinya sendiri, sehingga untuk membebaskan (hukumannya) ia harus membayar dendanya.

Atsar Mengenai Dzikir 70.000

Syeikh Abu al-Abbas Ahmad al-Qasthalani RA berkata: “Aku mendengar Syaikh Abu Abdillah al-Qarsyi berkata: “Aku mendengar Abu Yazid al-Qurthubi RA berkata dalam sebagian atsar: “Barang siapa yang mengucapkan Laailaha Illallah tujuh puluh ribu kali, maka hal itu menjadi tebusannya dari api neraka. Maka aku mengamalkan hal itu karena mengharap berkah janji itu. Lalu aku mengerjakannya dan sebagiannya kupersembahkan untuk keluargaku. Aku mengerjakan beberapa amal untuk simpanan diriku sendiri (di hari kiamat).

Pemuda Itu Dianugerahi Ilmu Kasyaf

Pada waktu itu ada seorang pemuda yang bermalam bersama kami, pemuda itu dianugerahi ilmu kasyaf, mampu melihat surga dan neraka. Para jamaah memang menilai pemuda itu sebagai orang yang mempunyai keutamaan walaupun usianya masih muda. Di dalam hatiku terbesit sesuatu tentang pemuda itu.

Kemudian sebagian ikhwan sepakat untuk mengundang dan mengajak kami ke rumah pemuda itu. Kami menyantap makanan dan pemuda itu bersama kami. Tiba-tiba pemuda itu berteriak yang menimbulkan asumsi tidak baik. Pemuda itu berkata: “Wahai paman, ini adalah ibuku sekarang berada di neraka.” Pemuda itu berteriak dengan teriakan yang sangat keras. Siapapun yang mendengarnya pasti akan mengerti kalau pemuda itu tertimpa masalah yang sangat besar.

Setelah aku melihat kepanikan dan kesedihannya, maka aku berkata: “Hari ini aku akan mencoba untuk bersedekah kepadanya. Lalu Allah SWT memberi ilham kepadaku untuk membacakan Lailaaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu kali dan hanya Allah sajalah yang mengetahui hal itu. Aku berkata dalam hatiku:. “Atsar ini pasti benar dan orang-orang yang meriwayatkan kepadaku adalah orang-orang yang jujur.

Ya Allah, Laailaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu ini adalah sebagai tebusan bagi ibu pemuda ini.” Belum selesai hatiku berkata seperti itu, tiba-tiba pemuda itu berkata: “Wahai paman, ibuku ini telah dikeluarkan dari neraka.” Segala puji bagi Allah. Dengan peristiwa itu aku memperoleh dua faidah. Pertama, menguji kebenaran atsar. Kedua, dapat menyelamatkan pemuda itu dan mengetahui kejujurannya.”

Yang Selanjutnya keterang-keterangan tentang dzikir 70.000 silahkan klik pada link ini Dzikir 70.000 : Fatwa Para Masyayikh Membacanya Untuk ‘Ataqah

Dzikir 'Ataqah 2 Sughro (Fidak Sughro) 70.000 Kali Baca Tahlil
Dzikir ‘Ataqah 2 Sughro (Fidak Sughro) 70.000 Kali Baca Tahlil

Demikian ulasan Dzikir ‘Ataqah 2 : Sughro (Fidak Sughro) 70.000 Kali Baca Tahlil Semoga bermanfaat untuk kita semua terutama yang sefaham dengan kami. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab