Fastabiqul Khairat : Berlomba Dalam Menuju  Beragam Kebaikan

Fastabiqul Khairat : Berlomba Dalam Menuju  Beragam Kebaikan – Dalam kesempatan ini Fiqih.co.id kan menjelaskan mengenai “Fastabiqul-khairat”. Berlomba menuju beragam kebaikan adalah perbutan yang diperintahkan dalam ajara syari’at islam.

Daftar Isi

Fastabiqul Khairat : Berlomba Dalam Menuju  Beragam Kebaikan

Dalam oerihal Fastabiqul Khairat”. Kami akan menjelaskan dengan menukil dari Al-qur’an dan Hadits Nabi. Dan utnuk lebih rincinya sabaiknya antum baca samapai selesai uraian di bawah uini.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحَمْدُ للهِ أَمَرَنَا بِأَنْ نَّسْتَبِقَ الْخَيْرَاتِ، وَ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلىَ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ:  أَمَّا بَعْدُ

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah yang telah menyuruh kita berlomba dalam kebaian. Shalawat Salam semoga tetap dianugerahkan ke haribaan Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Pembaca yang kami banggakan di bawah ini kami akan menyampaikan materi ringkas menganai “Fastabiqul Khairat”. Mari kit abaca sampai selesai, meski uraian ini sangat ringkas semoga bermanfaat.

Fastabiqul Khairat

Fastabiqul khairat itu adalah bahasa Alqur’an. Almakna Wallahu a’lam bimuradihi. Namun sekedar yang kami tau maknanya dari firman tersebut adalah:. “Berlomba-lombalah kalian untuk berbuat bermacam kebaikan” diterangkan dalam alqur’an surat al-baqarah ayat 148:

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ، سورة البقرة : ١٤٨

Artinya: “Maka berlumba-lumbalah engkau sekalian untuk mengerjakan berbagai kebaikan.” (QS. al-Baqarah : 148)

Bersegera Menuju Magfirah

Selain apa yang disebutkan di atas, juga kita mesti berebut segera menuju ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Ali Imran:

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ، سورة ال عمران : ١٣٣

Artinya: “Dan bersegeralah engkau sekalian menuju pada pengampunan dari Tuhanmu dan juga memasuki syurga yang luasnya adalah seperti langit dan bumi, disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS. ali-lmran : 133)

Ayat tersebut juga memberikan pengertian utntuk “Fastabiqul Khairat” karena dengan banyakanya berbuat baik itu juga berhak mendapat ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan apabila seseorang itu sudah terampuni dari segala dosa dan kesalahannya maka ia berhak juga memasuki Syurganya Allah. Oleh karenanya sebisa mungkin kita harus mengejar maghfirah-Nya, sebab Syurga sudah disiapkan untuk orang yang bertakwa.

Fastabiqul khairat dalam hadits

Ada banyak hadits yang menerangkan tentang “Fastabiqul Khairat” Seperti Rasulullah ﷺ Memnyuruh ummatnya bersegera untuk beramal shalih. Kemudian beliau ﷺ mengatakan bahwa berbuatlah kebaikan dapagi hari jangan sampai menunggu nanti sore.

Rasul sangat menyukai orang brsedekah. Rasul Mengatak bahwa pahala orang yang berjihad fi sabilillah adalah syurga. Dana ada beberapa hadits yang memberikan pengertian dalam isinya untuk jangan menunda-nunda waktu untuk bersedekah.

Jangan Menunda-nuda untuk beramal

Jika kita ada kesempat untuk besedekah maka segerakanlah bersedaka pada saat itu karena boleh jadi sesaat lagi stelahnya keadaan majadi berubah.

Dalam hadi diterangakan:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جاءَ رجلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ، أيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أجْراً؟ قَالَ: أنْ تَصَدَّقَ وَأنْتَ صَحِيْحٌ شَحِيْحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ، وَتَأْمُلُ الْغِنَى، وَلاَ تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلُقُوْمَ. قُلْتَ: لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا، وقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ، متفقٌ عَلَيهِ

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?” Beliau ﷺ bersabda:

“Iaitu jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat dan sebenarnya engkau kikir – merasa sayang mengeluarkan sedekah itu, kerana takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkong lalu berkata: “Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu, sedangkan orang yang engkau maksudkan itu telah memiliki apa yang hendak kau berikan”. (Muttafaq ‘alaih)

Mempersegerakan Sedekah

Pengertian Mempersegerakan sedekah juga mengandu arti “Fastabiqul Khairat”. Karena bersedekah itu adalh perbuatan baik. Dalam Hadits disebutkan:

عَنْ أبي سِـرْوَعَةَ – بِكَسْرِ السِّيْنِ الْمُهْمَلَةِ وَفَتْحِهَا – عُقْبةَ بْنِ الْحَارِثِ رَضْيَ اللهُ عَنْه، قَالَ: صَلَّيتُ وراءَ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِيْنَةِ العَصْرَ، فسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ مُسْرِعًا فَتَخَطَّى رِقابَ النَّاسِ إِلَى بَعْضِ حُجَرِ نِسَائِهِ، ففَزِعَ النَّاسُ مِنْ سُرْعَتِهِ، فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ، فَرَأَى أَنَّهُمْ قَدْ عَجِبُوْا مِنْ سُرْعَتِهِ، قَالَ: «ذَكَرْتُ شَيْئًا مَنْ تِبْرٍ عِنْدَنَا، فكَرِهتُ أَنْ يَحْبِسَنِيْ، فَأَمَرْتُ بِقِسْمَتِهِ، رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Artinya: Dari Abu Sirwa’ah (dengan kasrahnya sin yang muhmalah dan boleh pula dengan difathahkannya), iaitu ‘Uqbah bin al-Harits r.a., katanya:

“Saya bersembahyang di belakang Nabi ﷺ di Madinah yakni shalat ‘ashar. Kemudian setelah bersalam lalu berdiri bergegas-gegas, terus melangkahi leher orang-orang banyak untuk menuju ke salah satu bilik isterinya. Orang-orang banyak yang takut kerana melihat bergegas-gegasnya beliau itu. Selanjutnya Nabi ﷺ keluar lagi menemui sahabat-sahabatnya itu lalu mengetahui bahawa mereka itu benar-benar terheran-heran kerana bergegas-gegasnya tadi. Beliau ﷺ lalu bersabda:

ذَكَرْتُ شَيْئًا مَنْ تِبْرٍ عِنْدَنَا، فكَرِهتُ أَنْ يَحْبِسَنِيْ، فَأَمَرْتُ بِقِسْمَتِهِ

“Saya ingat pada sepotong emas yang ada di tempatku, maka saya tidak senang kalau benda itu mengganggu fikiranku untuk menghadap Allah Ta’ala. Oleh sebab itu saya menyuruh supaya benda tadi dibagi-bagikan”. (Riwayat  Bukhari)

Dan disebutkan dalam riwayat Imam Bukhari yang lain demikian:

كُنْتُ خَلَّفْتُ فِي البَيْتِ تِبْرًا مِنَ الصَّدَقَةِ ، فَكَرِهْتُ أَنْ أُبَيِّتَهُ

“Saya meninggalkan di rumah sepotong emas dari hasil sedekah, maka saya tidak senang kalau sampai menginapkannya.”

At-tibru, artinya ialah potongan-potongan emas atau perak.

Bersegera untuk bermacam amal baik

Bersegera dalam beragam amal yang baik ini juga adala “Fastabiqul Khairat” sebagaimana dalamkandungan hadits berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ. يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيْهَا مُؤْمِناً وَيُمْسِي كَافِراً. أَوْ يُمْسِي مُؤْمِناً وَيُصْبِحُ كَافِراً. يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا،  رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya:  Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bersegeralah engkau sekalian untuk melakukan amalan-amalan yang baik-baik sebelum datangnya bermacam-macam fitnah yang diumpamakan sebagai potongan-potongan dari malam yang gelap gulita”.

Pada Pagi ahrinya seseorang itu menjadi orang mu’min dan bisa jadi pada petang harinya menjadi orang kafir, ada lagi yang berpetang-petang masih sebagai seorang mu’min, tetapi berpagi-pagi telah menjadi seorang kafir. Orang itu menjual agamanya dengan harta dari keduniaan”. (HR. Muslim)

Jihad Fi Sabilillah

Jihad Fi Sabilillah yang paling utama adalah jihad memeranga hawa nafsu. Jihad fi sabilillah adal berperanga membela agama Allah untuk berjihad agar orang tidak musyrik. Diterangkan dalam sebuah hadits:

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رجلٌ للنبيِّ ﷺ يومَ أُحُدٍ: أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فَأَيْنَ أَنَا؟ قَالَ: فِي الْجَنَّةِ فَأَلْقَى تَمْرَاتٍ كُنَّ فِي يَدِهِ، ثُمَّ قَاتَلَ حَتَّى قُتِلَ. متفقٌ عَلَيهِ

Artinya: Dari Jabir r.a., katanya: Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi ﷺ pada hari perang Uhud:

“Bagaimanakah pendapat Tuan jikalau saya terbunuh, di manakah tempatku?” Nabi ﷺ bersabda: “Dalam syurga”.

Orang tersebut lalu melemparkan beberapa buah kurma yang masih di tangannya kemudian berperang sehingga ia dibunuh – mati syahid”. (Muttafaq ‘alaih)

Fastabiqul Khairat
Fastabiqul Khairat

Demikian Penjelasan tentang Fastabiqul Khairat : Berlomba Dalam Menuju  Beragam Kebaikan Semoga dapat terinspirasi dari inti uraian tersebut. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.