Mengaqiqahi diri sendiri : Hukum, Fiqih dan Penjelasannya

Mengaqiqahi diri sendiri : Hukum, Fiqih dan Penjelasannya Pembaca yang kami banggakan Fiqih.co.id kan melanjutkan pembahasan aqiqah. Dan Materi kali ini adalah tentang Mengaqiqahi diri snediri. Lebih jelasnya mari kit abaca uaraiannya di bwah ini.

Daftar Isi

Mengaqiqahi diri sendiri : Hukum, Fiqih dan Penjelasannya

Bagaimana hukum Mengaqiqahi diri sendiri?, Jawab; menurut kami hukumnya boleh dan itu lebih bagus jika mampu.

Mengenai mengaqiqahi diri sendidri ini barangkali diantara kita masih ada yang mempertanyakan keapsahannya.

Baiklah Pembaca yang kami banggakan untuk lebih lengkapnya kita ikuti saja keterangan yang akan kami sampaikan setelah mukadimah di bawah ini.

Mukadimah

بِسْمِ اللهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ؛ الْحَمْدُ لِلّٰه وَالشُّكْرُ لِلّٰهِ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ الله، وَبَعْدُ 

Segala puji bagi Allah, Bersyukur kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah. Semoga sholawat dan salam tetap kepada Rasulullah. Saudaraku para pembaca yang kami cintai, untuk menyingkat materi lita langsung saja ke penjelasan berikut ini.

Mengaqiqahi diri sendiri

Yang dimaksud dengan mengaqiqahi diri sendiri itu ialah; Kita memotong kambing buat aqiqah diri sendiri karena waktu kita masih kecil belum di’aqiqahi oleh orang tua kita.

Perbuatan tersebut menurut pandangan kami adalah baik kalau memang ada dan mampu. ‘Aqiqah itu hukumnya sunnah bagi orang tua. Akan tetapi jika orang tua kita tidak mampu meng’aqiqqahinya dikala kita masih kecil, maka kita setelah dewasa diberi pilihan antara meng’aqiqahi dan tidak.

Jalan terbaik menurut kami jika memang mampu yang terbaik adalah meng’aqiqahi diri sendri. Perbuatan tersebut adalah bagian dari berbuat baik kepada orang tua.

Hukum meng’aqiqahi diri sendiri

Adapun hukumnya meng’aqiqahi diri sendiri adalah “Ahsan” yakni lebih baiak. Karena ada pilihan; “Jika Sudah baligh dan belum diaqiqahi maka boleh memilih antara mengaqiqahi diri sendir dan tidak mengaqiqahi dirir sendiri”.

Sebagaimana dinukil dari Kitab Tausyikh halaman: 271:

أَمَّا هُوَ أَيْ الْمَوْلُوْدُ بَعْدَ بُلُوْغِهِ فَمُخَيَّرٌ فِى الْعَقِّ عَنْ نَفْسِهِ وَالتَّرْكِ أَيْ فَإِمَا اَنْ يَعِقَّ عَنْ نَفْسِهِ أَوْ يَتْرُكَ الْعَقِيْقَةَ لَكِنَ الْاَحْسَنَ أَنْ يَعِقَّ عَنْ نَفْسِهِ تَدَارُكًا لِمَا فَاتَ

Artinya: Adapun sesudah balighnya anak tersebut maka ia boleh memilih antara mengaqiqahi dirinya sendiri atau meninggalkannya (yankni tidak mengaqiqahinya) maksudnya boleh saja dia meng’aqiahi dirinya sendiri atau boleh juga dia tidak mengaqiqahi dirinya, akan tetapi yang lebih baik adalah dia mengaqiqahi diri sendiri, untuk menutupi aqiqahnya yang sudah terlambat.

Keterangan Penulis

Catatan: Pembaca yang dirahmati Allah, kutipan-kutipan ini kami hanya mengambil ringkasnya saja, jika antum ingin detail sebaiknya antum baca Majmu’ Masail karya Asmawi, atau dalam kitab-kitab salaf seperti al-Majmu’ Syarah Muhadzab, Kitab Tausyikh dan yang lainnya.

Tata cara meng’aqiqahi diri sendiri

Pada dasarnya yang penting niatnya. Yaitu;

  1. Kalau kita seorang laki-laki berarti beli saja kambing dua bila memang mampu jika tidak, maka satu ekor pun boleh.
  2. Jika kita Perempuan maka beli kambing satu yang cukup umur.
  3. Kambing tersebut boleh diserahkan kepada siapa saja yang dapat dipercaya agar dipotong buat ‘aqiqah atas nama yang dimaksudkan.
  4. Akan tetapi yang lebih baiknya kambing itu dipotong sendiri lalu kemudian dimasak yang sedap didominasi dengan rasa manis, terus dibagikan kepada yang berhak.

Cara yang pertama

  1. Jika diserahkan kepada seseorang yang dapat dipercaya untuk memotongnya, maka sampaikan tujuannya kepada yang memotong.
  2. Tambahkan uang untuk belanja bumbu secukupnya dan sepantasnya.

Cara yang kedua

  1. Apabila mau dipotong sendiri tentu itu lebih bagus.
  2. Jika dipotong sendiri kemudian dimasak sesuai dengan ketentuan sunnahnya memasak daging ‘aqiqah kemudian setelah mateng langsung dibagikan kepada yang pantas menerimanya yakni yang berhak.
  3. Seandainya mau ditambah masakan nasi dan kemudian mengundang tetangga untuk makan bersama di rumah kita itu juga baik.
  4. Orang yang ber’aqiqah boleh makan daging ‘aqiqahanya sama seperti halnya makan diging kurban bagi yang berkurban selama itu bukan nadzar.

Niat dan Doa menyembelih ‘Aqiqah buat sendiri

Dalam menyembelih ‘aqiqah itu dengan membaca “Bismilah” itu sudah sukup yang penting ada niat dalam hati. Aklan tetapi sebaiknya sempurnakanlah dengan talafudz sebagai berikut;

Niat Menyembelih ‘Aqiqah sendiri

Niat ini kami buat dengan dua tulisan yaitu arab dan Indonesia. Selain itu pula kami terjemahkan agar lebih dapat dimengerti dan lebih mantap lagi.

Tulisan arab;

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيِّطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ نَوَيْتُ أَنْ أَذْبَحَ هَذَا الْمَعْزَ لِعَقِيْقَتِيْ أَنْ يَقْطَعَ الْخُلْقُوْمَ وَالْمَرَى لِلَّهِ تَعَالَى الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، بِسْمِ اَللَّهِ وَاَللَّهُ أَكْبَر، اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلَهَا

Indonesia

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym. Nawaitu An Adzbaha Hadzal-Ma’za li’aqoqotii Ay-yaqtho’a khulquma wal maro Fardhol-lillahi T’a’ala, Allahu-Akbar – Allahu-Akbar – Allahu-Akbar – Allahu-Akbar Bismilahi wallahu akbar, Allahumma hadzihi minka wa ilaika fataqobbalaha.

Artinya: Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Aku niat Menyembelih Kambing Kacang Laki ini untuk aqiqahku sendiri. Penyembelihan yang memutskan tenggorokan dan kerongkongannya fardhu karena Allah Ta’ala. Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar. Dengan Nama Allah dan Allah adalah maha besar. Ya Allah aqiqah ini dari-Mu dan kepada-Mu semoga Engkau menerima aqiqah ini.

Doa aqiqah pribadi

Sebetulnya dengan niat pada saat pemotongan itu sudah cukup. Akan tetapi tidak salah juga kalau mau memperbanyak doa. Doa adalah ibadah, doa ini bisa dibaca sebelum memotong kambing dan saat nanti waktu meni’mati dagingnya dibaca sebelum makan bersama. Berikut doanya;

Doa aqiqah untuk sendiri

Doa ini dibaca sendiri buat sendiri;

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ = ٣ كالي

أَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَاللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ

عَلَى هَذِهِ النِّيَةِ وَعَلَى كُلِّ نِيَةٍ صَالِحَةٍ إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى  مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَعَلَى ءَالِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِيَّتِهِ وَاَهْلِ بَيْتِهِ اْلكِرَامْ أجْمَعِيْن شَيْئٌ ِللهِ لَهُمْ الفاتحة

اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ هَذِهِ عَقِيْقَتِيْ…………الفاتحة

تروس بردعاء :  يَا ذَاالْجَلاَلِ وَالْإِ كْرَامِ  أللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ اْلأوَّلِيْن وَاْلأَخِـرِيْنَ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. آمين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ يَامَّعْبُوْدُ حَمْدًا يُوَفِى نِعْمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَـرِيْمِ وَعَـظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاهْوَالِ  وَاْلأفَاتِ  وَتَقْضِى لَنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْحَاجَاتِ  وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّأَتِ وَتَرْفَعُنـَا بِهـَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا  اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَـاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ عَقِيْقَتِيْ دَمُّهَا بِدَمِّيْ ، وَعَظْمُهَا بِعَظْمِيْ، وَلَحْمُهَا بِلَحْمِيْ، وَجِلْدُهَا بِجِلْدِيْ، وَشَعْرُهَا بِشَعْرِيْ فِدَاءً إِلَيَّ مِنَ النَّارِ وَحِجَبًا وَسِتْرًا، وَحُلُوُّ طَبْخَتِهَا تَفَاؤُلًا بِحُلُوِّ أَخْلَاقِيْ، وَبِغَيْرِ كَسْرِ عَظْمِهَا تَفَاؤُلًا بِسَلَامَةِ أَعْضَاءِيْ وَإِنْ كُسِر عَظْمُهَا فَنَسْأَلُكَ سَلَامَةَ أَعْضَائِيْ

رَبَّنَا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الأخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ.  سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلآمٌ عَلَى  الْمُـرْسَلِيْنَ والحمد لله رب العالمين

Mengaqiqahi diri sendiri
Mengaqiqahi diri sendiri

Demikian uraian singkat kami tentang; Mengaqiqahi diri sendiri : Hukum, Fiqih dan Penjelasannya  – Semoga Uraian kami ini bermanfaat. Mohon abaikan saja Artikel ini jika pembaca tidak sependapat. Terimakasih. Wallahu a’lam bish-showab.