Pengertian Ibadah, Tujuan, Hakikat, Penjelasan dan Hikmahnya

Pengertian Ibadah, Tujuan, Hakikat, Penjelasan dan Hikmahnya – Insan beriman tentu akan mengoptimalkan ibadah. Dalam pada ini Fiqih.co.id akan menerangkannya.

Daftar Isi

Pengertian Ibadah, Tujuan, Hakikat, Penjelasan dan Hikmahnya

Arti dari kata ibadah itu adalah pengabdian diri kepada Allah Sebagai sang Khaliq. Sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa pada Allah SWT, tentu tidak akan pernah terlepas dari ibadah. Selalu banyak kesempatan kita untuk melakukan ibadah kepada Allah dalam keadaan apapun, dimanapun dan kapanpun. Untuk lebih jelasnya sebaiknya silahkan baca uraian kami dibawah ini dengan baik.

Ibadah

Ibadah tersebut baik itu secara langsung kepada Allah seperti sholat, puasa, zakat, naik haji, maupun kepada sesama umat manusia yang didalamnya berkaitan dengan masalah tolong menolong, muamalah, menepati janji, berkata jujur, berbuat baik terhadap kedua orang tua, dan alain-lain yang semisal itu.

Pengertian Ibadah Dalam Islam

Pada kesempatan kali ini, fiqih.co.id  akan menerangkan mengenai pengetian ibadah itu sendiri baik menurut bahasa maupun istilah.

Pengertian Ibadah

Arti ‘ibadah adalah;

الْعِبَادَةُ هِيَ اِسْمٌ جَامِعُ لِكُلِّ مَا يُحِبُّهُ اللهُ وَيَرْضَاهُ مِنَ الْأَقْوَالِ وَالْأَعْمَالِ الْبَاطِنَةِ وَالظَاهِرَةَ

Artinya: ” Ibadah adalah istilah yang digunakan untuk menyebut semua yang dicintai dan diridhoi oleh Allah SWT , baik berupa ucapan ataupun perbuatan, yang dzahir maupun batin.” (Risalah Al-Ubudiyah, hlm 2).

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ibadah hanya ada 2, yakni

  1. Melaksanakan perintah, baik yang sifatnya wajib atau anjuran
  2. Meninggalkan larangan, baik yang sifatnya haram ataupun makruh

Ibadah menurut bahsa & Istikah

Ibadah secara bahasa adalah tunduk atau merendahkan diri. Sedangkan secara istilah atau syara’, ibadah merupakan suatu ketaatan yang dilakukan dan dilaksanakan sesuai perintah-Nya, merendahkan diri kepada Allah SWT dengan kecintaan yang teratas serta mencakup atas segala apa yang Allah ridhai baik yang berupa aqwal maupun af’al, (Perkataan dan perbuatan) yang dzahir atmaupun yang bathin.

Ibada tersebut terbagi tiga; 1. ibadah hati, 2. ibadah lisan dan yang ke 3. ibadah perbuatan (yakni anggota bada).

Ibadah Hati

Ibadah hati (qalbiyah) antara lain; memiliki rasa cinta (mahabbah), rasa takut (khaof), mengharap (raja’), senang (raghbah), ikhlas dan tawakkal.

Ibadah Lisan

Ibadah lisan  (lisaniy) antara lain: dzikir, tasbih, tahlil, tahmid, takbir, syukur, berdoa, membaca ayat Al-qur’an. Ibadah lisan ini harus koneks yakni nyambung dengan kekhsyuan hati (qalbi).

Ibada Af’al

Ibadah fisik. Perbuatan adalah dilakukan oleh seluruh anggota tubuh dan ini juga harus disertai dengan keikhlasan hati. Jadi dalam ibadah ini bisa disebut juga Dzohir dan bathin. Dzhahirnya adlah badan, sedangkan bathinya adlah hati, maka bisa juga disebut denga ibadah (badaniyah wa qalbiyah). Contoh ibadah perbuatan misalnya; berhaji, berjihad dan yang semisalnya.

Masih banyak contoh-contoh lain dari jenis-jenis ibadah. Dalam mengetahui apakah ibadah yang dilakukan diridhai atau dicintai Allah dapat kita ketahui melalui perintahnya yang telah tertuang dalam kitab suci Al-Qur’an dan Hadits Nabi, segala tindakan yang dilakukan karena ibadah mengandung kebaikan bagi orang lain. Syarat ibadah dengan benar yakni ikhlas dan ittiba’ sesuai dengan ajaran dan tuntunan Rasulullah SAW.

Tujuan Ibadah

Ibadah tersebut pada dasarnya adalah mempunyai suatu tujuan, hakikat, serta hikmah bagi kita. Sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya (Q.S At-Tin (95) : 4-7);

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ، ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

Artinya: sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Keterangan;

Jadi manusia itu diciptakan Allah hanya sekedar untuk hidup untuk menikmati dunia tanpa tanpa pertanggung jawaban. Akan tetapi, manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah.

Allah SWT dalam Q.S Al-Mukminun ayat 115, yang berbunyi:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Artinya: ” Apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak dikembalikan kepada kami?.”

Tujuan Manusia Dan Jin Diciptakan

Mengenai tujuannya beribadah itu adalah sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q.S Az-Zariyat: 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku (menyembah-Ku).”

Dari keterangan ayat-ayat diatas bisa dipahami bahwa jin dan manusia diciptakan itu adalah untuk beribadah. Yang menarik disini adalah apa tujuan beribadah tersebut?

Tujuan inti ibadah

Tujuan uatamanya dalam beribadah adalah sebagai berikut;

Pertama, untuk menghadapkan diri ke hadiratAllah SWT serta memfokuskan di dalam segala keadaan, supaya mencapai derajat yang tinggi yaitu taqwa.

Kedua, supaya terciptanya suatu kemaslahatan serta menghindari dari perbuatan tercela dan mungkar. Maksudnya ialah bahwasanya manusia itu tidak terlepas dari Imtitsalu awamirihi wajtinabu nawahihi. Kita senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hakikat Ibadah

Dalam bahasa arab kalimatanya adalah  (الْحَقِيْقَةُ) kata ini merupakan kata benda yang dalam bahasa indonesia menjadi kata pokok yaitu kata “hak” yang mempunyai arti milik (kepunyaan), kebenaran, atau yang benar-benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu.

Jadi arti dari kata Hakikat Ibadah dapat disimpulkan bahwa Ibadah adalah semata-mata hanya untuk memperlihatkan makna yang sesungguhnya atau makna yang paling dasar dari yang sebenarnya semata hanya karena Allah.

Penjelasan dari cendikiawan Muslim

Seorang cendikiawan muslim yakni Hasbi As-Shiddiqi dalam kitabnya kuliah ibadah mengemukakan bahwa hakikat dari ibadah ialah: ” Ketundukan jiwa yang timbul dari hati yang merasakan cinta terhadap Tuhan yang disembah dan merasakan kebesaran-Nya, meyakini bahwa bagi alam ini ada penguasanya, yang tidak dapat diketahui oleh akal hakikatnya.

Ibnu Katsir, salah seorang ilmu tafsir mengemukakan bahwa hakikat ibadah itu adalah suatu himpunan dari semua rasa cinta, tunduk, dan takut yang sempurna (kepada Allah SWT).

Dari definisi diatas, dapat dicermati dan ditarik suatu pemahaman bahwa, Hasbi As-Shiddiqi memberikan tekananbahwa, seorang mukallaf tidaklah dipandang beribadah (belum sempurna ibadahnya) bila seseorang itu hanya mengerjakan ibadah dengan pengertian yang dipaparkan oleh para fuqaha, diperlukan juga ibadah sebagaimana yang dimaksud oleh ahli yang lain seperti ahli tauhid, ahli akhlak, dan lainnya. Dan apabila telah terkumpul padanya pengertian-pengertian tersebut, barulah padanya terdapat “Hakikat Ibadah” sumber ; dutadakwah

Hikmah Ibadah

Adapun Hikmahnya adalah jika kita melihat dalam kamus Besar bahsa Indonesia (KBBI), Hikmah mempunyai arti: 1 kebijaksanaan (dari Allah): kita memohon-dari Allah Swt.  2 sakti; kesaktian:  kata-kata; 3 arti atau makna yang dalam; manfaat: jadi bisa disimpulkan arti Hikamh adalah Banyak manfa’at bagi yang mau mengabil manfa’atnya.

Di anatara arti hikmah

Demikian juga dalam pengertian bahasa arab, Hikmah mempunyai banyak arti diantaranya sebgamana Allah Ta’ala berfirman dalam Al-quran suroh Luqman ayat: 12

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Yang artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Di balik Keutamaan Ibadah

Beberapa hal dibalik keutamaan dan diwajibkannnya suatu ibadah; Allah memerinthkan dan mewajibkan bagi kita untuk beribadah itu sudah pasti Allah mengetahui  hikmah dibalik perintahnya tersebut; Dasar pijak Allah memfardukan dan menetapkan pokok-pokok yang diwajibkan itu karena terdapat hikmah bahwa:

Allah mewajibkan beriman, dengan maksud untuk membersihkan hati dari syirik, kewajiban shalat dengan maksud untuk mensucikan diri dari takabur, diwajibkannya zakat untuk menjadi sebab diperolehnya rizki, mewajibkan berpuasa untuk menguji kesabaran keikhlasan manusia, mewajibkan haji bagi yang mampu untuk mendekatkan umat Islam antara satu dengan yang lainnya, mewajibkan jihad untuk kebenaran Islam, mewajibkan amar ma’ruf untuk kemaslahatan orang awam, mewajibkan nahi munkar untuk menjadikan cambuk bagi orang-orang yang kurang akalnya.

"<yoastmark

Demikian Materi singkat mengenai; Pengertian Ibadah, Tujuan, Hakikat, Penjelasan dan Hikmahnya – yang dapat kami smapaikan semoga pembaca tidak bosan membacanya serta bermanfaat buat kita semua. Aamiin. Abaikan uraian ini bila pemaca merasa kurang nyaman. Wallahu Alam.