Haji Tamattu,  Dan Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umrahnya

Diposting pada

Haji Tamattu,  Dan Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umrahnya – Cara ini adalah yang paling banyak dan umum di kerjakan oleh Jamaah Haji Indonesia pada umumnya. Assalaaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Para Tamu Allah Yamg dimuliyakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

In Syaa Allah dalam artikel kali ini fiqih.co.id hanya membicarakan tata cara ibadah haji tamattu’. Mudah mudahan nanti dalam tulisan ini ada manfa’atnya bagi para pembaca. Di halaman ini kami tidak akan membicarakan tata cara haji yang lainnya seperti ; “Ifrad dan Qiran”. Kedua cara Haji Ifrad dan Qiran ini barangkali akan kami bicarkan di lain waktu.

Haji Tamattu,  Dan Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umrahnya

Dalam Tata Cara haji tamattu ini sudah umum dikerjakan oleh jamaah haji indonesia. Dengan cara Pelaksanaan tersebut baik yang masuk pada keberangkat gelombang pertama maupun keberangkatan pada gelombang ke dua jamaah semua sama mengerjakannya dengan cara tamattu.

Namu memang ada perbedaan miqat dalam hal pengerjaan ibadah haji tamattu gelombang pertama dan gelombang ke dua.

Jamaah semua rahima kumullah, sebelum kami menerangkan perbedaan miqatnya haji tamattu gelombang pertama dan gelombang ke dua barangkali ada baiknya kita simak uraian ringkas berikut ini;

Haji Tamattu Dalam Pelaksanaannya

Adapun tata cara haji tamattu dalam pelaksanaannya adalah mengerjakan Ihrom ‘umroh dulu baru kemudian mengerjakan ihrom haji.

Baik kita langsung saja Disini kita tidak membahas haji ifrod dan haji qiron yang akan kita bicarakan di sini adalah pelaksanaan haji Tamatu’, cara haji ini wajib bayar dam nusuk sesuai ketentuan.

Haji Tamatu’ adalah terlebih dulu kita melaksanakan ihrom ‘umroh, setelah itu nanti pada tanggal 8 Dzulhijjah dari masing-masing Pemondokan (Maktab), kita miqot Haji berangkat menuju ‘Arofah dan pada tanggal 9 Dzul-hijjah kita semua melaksanakan wuquf di ‘Arofah setelah tergelincirnya matahari (yakni setelah masuk waktu dzuhur).

Umrah Wajib Pada Haji Tamattu

Jika antum akan menunaikan haji tamattu, sudah pasti antum akan menunaikan umrah terlebih dahulu. Di dalam pelaksanaan ibadah umrah ini tentunya mesti terpenuhi segala syarat dan ketentuannya. Dan adapun syarat umroh itu ada lima yaitu;

  1. Islam,
  2. Baligh,
  3. ‘Aqil,
  4. Merdeka,
  5. Istitho’ah (mampu).

Setelah syarat tersebut lengkap maka tentunya sudah dapat mencukupinya. Dan pada pelaksanaannya ada beberapa rukun, wajib dan sunnahnya.

Rukun ini adalah sesuatu yang tidak bisa tidak, ia mesti dikerjakan. Jika ditanggalkan sudah dipastikan umrahnya batal.

Rukun dan Wajib Umrah

Sebagaimana yang sudah kita baca bersama bahwa rukun itu adalah pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan karena akan mengakibatkan batalnya suatu ibadah.

Adpun rukun umrah itu ada lima perkara yaitu;

  1. Niat Ihrom,
  2. Tawaf Umroh,
  3. Sa’i,
  4. Tahalul,
  5. Tertib.

Rukun Umroh ini tidak boleh ditinggalkan apabila ditinggalkan maka Umrohnya tidak sah/batal. Jika rukunnya sudah dapat kita fahami dengan benar, maka in sya Allah ibadah umrahnya pasti sah.

Akan tetapi tidak cukup hanya sampai di situ. Jadi penting juga kita hafal dan ngerti mengenai wajibnya.

Nah wajib ini meskipun misalnya ditinggalkan, maka umrahnya tetap sah hanya saja yang bersankutan, yakni yang meninggalkan wajibnya maka dia dikenakan sangsi bayar dam. Adapun wajib umrah itu adalah Berihrom dari miqot.

Wajib Umroh ini adalah ketentuan yang apabila dilanggar maka ‘ibadah Umrohnya tetap sah tetapi harus bayar dam.

Haji tamattu Pelaksanaan ‘Ibadah ‘Umrohnya

Secara ringkasnya dalam Tata Cara ‘Ibadah ‘Umroh pada haji tamttu  adalah sebagai berikut :

  1. Bersuci yaitu mandi sunah, terus wudlu.
  2. Memakai pakaian ihrom.
  3. Solat sunah ihrom dua roka’at
  4. Niat ‘umroh dari miqat.
  5. Membaca Talbiyat
  6. Baca Sholawat
  7. Baca Do’a
  8. Masuk Makah dan berdo’a
  9. Masuk Masjidil-Harom baca do’a
  10. Melihat Ka’bah baca do’a.
  11. Ketika Melintasi Maqom Ibrohim, baca do’a
  12. Selesai Tawaf kalau ada kesempatan maka baca doa di Multazam.
  13. Kemudian Shalat Sunnah dua rakaat di belakang maqam Ibarahim atau di tempat yang sejajar.
  14. Minum air Zam-zam baca doa. Atau boleh di balik yakni minum air zam-zam dulu baru sholat.
  15. Pergi Menuju Shoffa kemudian di situ memulai Sa’i 7 kali
  16. Selesai Sa’i berakhir di Marwah, selanjutnya menggunting rambut minimal tiga helai bagi wanita.
  17. Tahalul (selesai dan langsung pulang ke pemondokan)

Towaf  yaitu :

Tawaf Umrah dalam haji tamattu juga sama seperti tawaf-tawaf yang lainya yaitu;

  1. Tempat mulai towaf adalah searah dengan Hajar Aswad. dan disunahkan menghadap Ka’bah dengan sepenuh badan bila memungkinkan, apabila sulit, maka cukup dengan menghadap kan sedikit badan ke Ka’bah mengangkat tangan sambil mengucapkan Bismilahi wallahu Akbar. kemudian mengecupnya
  2. Pelaksanaan towaf sebanyak 7 putaran dengan membaca do’a atau sdzikir apa saja yang kita bisa.
  3. Setiap sampai di Rukun Yamani usahakan mengusapnya atau mengangkat tangan tanpa mengecupnya dan mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar.
  4. Sesudah towaf (yakni selesai Towaf) apabila memungkinkan maka berdo’a di Multazam (yaitu suatu tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)
  5. Solat sunah tawaf dua roka’at di belakang maqom Ibrohim kalau memungkinkan, kalau sulit maka solat sunahnya di Masjidil harom searah dengan maqom Ibrohim.
  6. Kemudian setelah selesai solat sunah towaf maka minum air zam-zam dengan membaca du’a .

Sa’i

Dalam Menmunaikan Sa’i ini dikerjakan tujuh kali.

Jadi Sa’i dimulai dari Shofa  dan di akhiri di Marwah. Dari Sofa ke Marwah dihitung satu kali dan dari Marwah ke Sofa juga dihitung satu kali. Memulai perjalanan Sa’i membaca du’a dan setiap melintasi antara dua pilar hijau baca do’a, bagi laki-laki disunatkan lari-lari kecil.

Tahalul

Maksud tahalul ini adalah menghalalkan yang sebelumnya adalah hharam dengan ditandai memotong rambut setelah selesai Sa’i sambil berdu’a.

Tahalul dalam Kitab Fiqih Fathul-Qrib adalah bukan ruku namun yang lebih banyak, tahalul itu adalah dianggap rukun.

Setelah selesai bertahalul  berarti ‘Ibadah ‘Umroh telah selesai.

Setelah selesai melakukan ibadah ‘umroh, maka kita tinggal menunggu waktu haji.

Dan apa bila waktu masih panjang maka kita bisa  mengerjakan ‘umroh sunah bila memungkinkan, bila tidak mungkin maka jangan memaksakan karena untuk melaksanakan ibadah haji membutuhkan fisik yang sehat.

Jangan menghambur-hamburkan tenaga untuk mengerjakan yang sunah kecuali kalau memang yakin betul tidak akan berpengaruh kepada tenaga yang kita persiapkan untuk melaksanakan ibadah haji pada waktunya. Tata Cara Haji

Pentup

Para pembaca yang dirahmati Allah semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah Aamiin. Tata cara ibadah umrah yang dapat kami sajikan secara ringkas.

Kami fiqih.co.id selalu menyarankan kepada semua jamaah calon haji kiranya tetap semangat mengikuti manasik haji yang dibimbing oleh para pembimbing haji profesional dan bersertifikat. Selanjutnya kemudian bertanyalah kepada ahli fiqih di bidang haji agar tidak salah memahami.

 

"<yoastmark

Demikian ringkasan materi yang dapat kami sampaikan mengenai; Haji Tamattu,  Dan Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umrahnya – mudah mudahan materi ini sedikit bisa membantu. Mohon kiranya  bagi jamaah yang kurang sependapat dengan materi ini kami harap untuk diabaikan saja. Kami menuliskan materi ini hanya menyiapkan saudara kami yang memang benar benar memerlukan. Materi ini juga bisa dijdaikan sebagai bahan Pemateri Manasik haji bagian fiqih haji. Terimakasih atas kinjungannya. Wallahul muwaffiq ila aqwamith thoriq.